Penjajah Israel Halangi Bantuan, PBB Peringatkan 576000 Orang di Gaza Selangkah Lagi Menuju Kelaparan

Ket. Foto: PBB Memperingatkan Jika 576000 Orang di Jalur Gaza Selangkah Lagi Menuju Kelaparan
Ket. Foto: PBB Memperingatkan Jika 576000 Orang di Jalur Gaza Selangkah Lagi Menuju Kelaparan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Laporan menyatakan jika para pejabat PBB menuduh penjajah Israel secara sistematis menghalangi bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Para pejabat PBB juga memperingatkan jika setidaknya 576.000 penduduk Palestina di Jalur Gaza selangkah lagi menuju kelaparan jika tidak ada tindakan segera untuk mereka.

Disebutkan jika peringatan dari para pejabat PBB tersebut datang setelah terdapat laporan jika pasukan penjajah Israel kembali menembaki warga di Palestina yang berkumpul untuk mendapatkan pasokan makanan.

Baca Juga:
Jadi Fasilitas Medis Terbesar Kedua di Gaza, Lebih dari 120 Pasien RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi

Namun, dilaporkan jika belum jelas apakah penembakan itu menyebabkan kematian atau juga cedera.

Perang Palestina yang kini telah memasuki bulan kelima, telah menewaskan puluhan ribu orang, yang kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

“Saat ini, di akhir bulan Februari, setidaknya 576.000 orang di Jalur Gaza, yang merupakan seperempat dari total populasi, selangkah lagi menuju kelaparan,” kata Ramesh Rajasingham.

Baca Juga:
Lakukan Penggerebekan, Pasukan Penjajah Israel Tangkap Sekitar 30 Pekerja dari Jalur Gaza di Tepi Barat

Ramesh Rajasingham diketahui adalah Wakil Kepala dari OCHA atau Badan Kemanusiaan PBB.

Dia menambahkan jika 1 dari 6 anak di bawah usia 2 tahun di Jalur Gaza utara menderita kekurangan gizi akut dan juga kekurangan gizi.

“Secara praktis, sekitar 2,3 juta orang di Jalur Gaza bergantung kepada bantuan pangan yang sangat tidak memadai untuk mereka dapat bertahan hidup,” katanya.

Baca Juga:
Panjangnya 10 Kilometer, Penjajah Israel Dilaporkan Telah Hancurkan Salah Satu Jaringan Terowongan Milik Hamas

Dia menegaskan jika tidak ada tindakan yang dilakukan, pihaknya khawatir kelaparan akan meluas di Jalur Gaza.

“Kami khawatir kelaparan tidak dapat dihindari dan konflik ini akan memakan lebih banyak korban,” ujarnya.

Rajasingham menyampaikan jika PBB dan berbagai kelompok bantuan menghadapi hambatan besar hanya untuk mendapatkan pasokan minimum ke Jalur Gaza.

Baca Juga:
Penjajah Israel Lanjutkan Serangan di Jalur Gaza, Hamas Dilaporkan sedang Mempelajari Proposal Gencatan Senjata

“Hal ini termasuk dengan penutupan penyeberangan, pembatasan pergerakan dan juga komunikasi,” terangnya.

Selain itu, Rajasingham menyebutkan hambatan lainnya adalah prosedur pemeriksaan yang sulit, kerusuhan dan jalan yang rusak.

Juru bicara OCHA, Jens Laerke, menuturkan jika tindakan yang dilakukan penjajah Israel membuat pengiriman bantuan ke Jalur Gaza hampir mustahil.

Baca Juga:
Sidang ICJ, Liga Arab Sebut Penjajah Israel Lakukan Dominasi Rasial terhadap Rakyat Palestina

“Para pekerja kemanusiaan telah dilecehkan, diintimidasi atau ditahan oleh pasukan penjajah Israel,” ungkapnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Rencana Operasi Militer Penjajah Israel Skala Penuh di Rafah, Sekjen PBB Sebut Akan Berikan Pukulan Mematikan untuk Program Bantuan

Sekjen PBB menyebutkan jika operasi militer skala penuh di Rafah akan memberikan pukulan yang mematikan untuk program bantuan.

Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza, Lebih dari 2000 Truk Bantuan Dilaporkan Menunggu di Mesir untuk Diizinkan Masuk ke Rafah

Dilaporkan jika lebih dari 2.000 truk bantuan kemanusiaan sekarang ini sedang menunggu di Mesir untuk diizinkan masuk ke Rafah.

Sejumlah Negara Tangguhkan Dana, Presiden UNGA Serukan Dukungan Keuangan dan Politik yang Berkelanjutan untuk UNRWA

Presiden UNGA, Dennis Francis, dilaporkan menyerukan dukungan politik dan keuangan yang berkelanjutan untuk UNRWA.

Serbu Komunitas Badui di Tepi Barat, Beberapa Pemukim Penjajah Israel Mencuri Hampir 30 Domba Milik Seorang Rakyat Palestina

Beberapa pemukim penjajah Israel mencuri hampir 30 domba milik seorang rakyat Palestina saat menyerbu komunitas Badui di Tepi Barat.

Situasinya Buruk, Khan Younis di Jalur Gaza Masih Belum Memiliki Fasilitas Kesehatan yang Berfungsi

Laporan menyebutkan jika Khan Younis di Jalur Gaza hingga kini masih belum mempunyai fasilitas kesehatan yang berfungsi.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;