Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Ket Foto: Ilustrasi tambang ilegal Gunung Nasalena Desa Lobu, Kecamatan Moutong.
Ket Foto: Ilustrasi tambang ilegal Gunung Nasalena Desa Lobu, Kecamatan Moutong. Source: (Foto/gemasulawesi/ilustrasi)

Parigi moutong, gemasulawesi – Terik matahari di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, seolah tak mampu menghangatkan dinginnya duka yang menyelimuti keluarga korban tambang.

Di balik rimbunnya hutan dan terjalnya lereng Gunung Nasalane, tersimpan sebuah tragedi berdarah yang hingga kini masih menyisakan tanya besar bagi publik: kapan hukum akan benar-benar tegak?

Sudah berminggu-minggu berlalu sejak peristiwa nahas yang merenggut nyawa dua penambang lokal di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga kuat milik seorang pengusaha berinisial Dg Aras. Namun, hingga detik ini, sosok yang disebut-sebut sebagai pemilik lokasi tersebut seolah "sakti" dan tak tersentuh oleh jeratan hukum.

Baca Juga:
Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Tragedi di Balik Lubang Galian

Peristiwa tragis itu bermula ketika sejumlah pendulang mengadu nasib di kedalaman lubang tambang di Gunung Nasalane. Alih-alih membawa pulang butiran emas untuk menyambung hidup keluarga, dua warga justru pulang dalam kondisi tak bernyawa. Mereka tertimbun longsoran tanah di area yang disinyalir tidak memiliki standar keamanan sama sekali.

Operasi tambang di wilayah ini sudah lama menjadi rahasia umum. Aktivitas PETI di Gunung Nasalane terus menderu tanpa izin resmi, merusak ekosistem, dan kini menumpahkan darah.

Baca Juga:
Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Polisi Dipertanyakan, Hukum Mandek?

Pasca tewasnya dua penambang tersebut, sorotan tajam mengarah kepada aparat kepolisian setempat. Masyarakat mulai mempertanyakan komitmen penegakan hukum di wilayah hukum Parigi Moutong. Mengapa hingga saat ini belum ada tindakan tegas atau penetapan tersangka terhadap pemilik lokasi PETI tersebut?

Aras seolah berdiri di atas menara gading, tak tersentuh oleh hukum walaupun fakta lapangan mengenai tewasnya dua pendulang di Lokasi miliknya telah terjadi.

Baca Juga:
Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Menanti Ketegasan Polda Sulteng

Keluarga korban kini hanya bisa meratapi nasib. Kehilangan tulang punggung keluarga tanpa ada pertanggungjawaban hukum yang jelas adalah luka ganda yang sulit disembuhkan. Publik kini mendesak agar Polda Sulawesi Tengah turun tangan langsung jika jajaran kepolisian di tingkat sektor maupun resor dianggap lamban dalam menangani kasus ini.

Kasus Gunung Nasalane bukan sekadar tentang tambang ilegal, melainkan tentang kemanusiaan dan supremasi hukum. Jika Dg Aras tetap dibiarkan bebas tanpa pemeriksaan yang transparan, maka citra kepolisian di mata masyarakat Moutong dipertaruhkan.

Masyarakat kini menunggu, apakah hukum akan berpihak pada keadilan, atau justru tunduk pada kilauan emas yang dihasilkan dari keringat dan nyawa para pendulang di kaki Gunung Nasalane. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai status hukum Dg Aras.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian berkaitan dengan status Aras yang diduga sebagai pemilik atau pemodal PETI di lokasi tersebut. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.

Lawan Pembungkaman, KKJ Sulteng Kecam Intervensi Satgas BSH Terhadap Kemerdekaan Pers

Keberadaan Satgas BSH Dinilai hanya akan menjadi "tameng politik" yang berpotensi mengkriminalisasi pekerja jurnalis di Sulteng.

Berita Terkini

wave

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana


See All
; ;