Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Ket Foto: Ilustrasi tambang ilegal Desa Tombi
Ket Foto: Ilustrasi tambang ilegal Desa Tombi Source: (Foto/ilustrasi/gemasulawesi)

Parigi moutong, gemasulawesi - Suasana di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, kini terasa berbeda. Riuh rendah aktivitas alat berat dan deru mesin yang biasanya memecah kesunyian perbukitan perlahan memudar.

Kabar mengenai berhentinya operasional Yunus di area tambang setempat menjadi buah bibir yang hangat dibicarakan oleh warga desa dalam beberapa waktu terakhir.

Aldi, salah seorang warga Desa Tombi, mengonfirmasi perubahan situasi tersebut. Menurut pengamatannya, sosok yang selama ini dikenal mengelola aktivitas di area tambang itu kini tidak lagi terlihat beroperasi. 

Baca Juga:
Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

"Yunus sudah tidak lagi beroperasi di area tambang ini," ujar Aldi saat ditemui di sela-sela aktivitasnya. Pernyataan singkat ini seolah menegaskan berakhirnya sebuah babak dalam dinamika pertambangan di wilayah Ampibabo.

Bagi warga setempat, operasional tambang bukan sekadar aktivitas industri, melainkan bagian dari keseharian yang berdampak langsung pada lingkungan dan ekonomi desa. 

Selama ini, nama Yunus identik dengan pergerakan di lahan tambang tersebut. Namun, dengan penghentian aktivitas ini, Yunus kata Aldi sudah kembali ke kampung halamannya di Kendari.

Baca Juga:
Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

“Sudah lama dia tidak beraktivitas lagi di Tombi, sejak lima bulan kemarin. Alat yang dia gunakan setahu saya bukan milik dia tapi sewaan saja,” ungkapnya

muncul berbagai spekulasi mengenai langkah selanjutnya bagi lahan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada ekosistem tambang.

Kini, area tambang yang dulu sibuk itu menyisakan hamparan tanah yang membisu.

Meskipun alasan di balik berhentinya operasional tersebut belum diungkapkan secara mendetail, pernyataan Aldi memberikan gambaran jelas bahwa ada transisi besar yang sedang terjadi.

Warga kini berharap agar keheningan di area tambang Tombi membawa dampak positif, terutama terkait pemulihan lingkungan dan kejelasan regulasi ke depannya. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;