Aksi Solidaritas, Aktivis Serukan Masyarakat Dunia Berhenti Gunakan Kartu Kredit hingga Seminggu

Ket. Foto: Aktivis Serukan Masyarakat Dunia untuk Berhenti Menggunakan Kartu Kredit Selama Seminggi (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto: Aktivis Serukan Masyarakat Dunia untuk Berhenti Menggunakan Kartu Kredit Selama Seminggi (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi - Beberapa waktu yang lalu, aktivis pro-Palestina telah menyerukan dunia untuk melakukan pemogokan global selama sepekan.

Pemogokan global yang diserukan ini adalah tentang berhenti menggunakan kartu kredit di seluruh dunia dengan harapan dapat memberikan tekanan yang cukup pada perkonomian dan akhirnya membuat pemerintah menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.

Diketahui jika tagar yang digaungkan di media sosial adalah #StrikeForGaza yang selain meminta masyarakat dunia untuk berhenti menggunakan kartu kredit mereka selama 24 jam 1 minggu, juga menghindari pembelian kredit online.

Baca Juga: Masih Agresi, Ini Bagaimana Hamas Mengejutkan Penjajah Israel dan Pertaruhkan Masa Depannya

Kampanye ini juga meminta untuk menarik uang tunai hanya sesuai dengan kebutuhan.

“Hal ini mungkin dapat membuat dampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya mengarah ke dampak yang lebih besar, yakni seruan gencatan senjata,” kata salah satu aktivis yang tidak disebutkan namanya.

Telah banyak rakyat Palestina yang tewas dengan catatan sebagian besar perempuan dan anak-anak karena agresi yang dilakukan Israel dengan dalih menghancurkan Hamas.

Baca Juga: Dihancurkan, Pertempuran Shuja’iyya Disebutkan Akan Jadi Salah Satu Prestasi Hebat Brigade Al Qassam

Selain itu, sebagian besar wilayah Jalur Gaza yang menjadi kantong Hamas hancur dan rakyat Palestina harus mengungsi ke tempat yang aman.

Terkait pemogokan kartu kredit ini, Lebanon menyerukan pemogokan resmi dan hal ini juga diamati secara luas di Yordania.

Di sisi lain, Presiden Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ),Jody Ginsberg, menyatakan beberapa jurnalis di Gaza terbunuh meskipun jelas-jelas mereka membawa lencana pers dan juga peralatan pers.

Baca Juga: Sebut Perjanjian Oslo Adalah Kesalahan Fatal, Netanyahu Sebut Dirinya Bangga Cegah Berdirinya Negara Palestina

CPJ menyatakan pihak mereka mencatat setidaknya 68 jurnalis dan pekerja media tewas sejak perang meletus awal Oktober.

Rinciannya adalah 61 warga Palestina, 4 warga Israel dan 3 warga Lebanon.

Ginsberg menegaskan mereka yang terlibat dalam pembunuhan yang tampaknya ditargetkan harus bertanggung jawab untuk itu.

Baca Juga: Belum Berakhir, Ini Bagaimana Upaya Normalisasi Joe Biden Abaikan Rakyat Palestina

“Itu mengartikan kita dapat menyelidiki kematian-kematian tersebut, khususnya melihat apakah ada kematian yang disengaja atau dengan kata lain penargetan terhadap jurnalis,” jelasnya.

Dia menekankan jurnalis adalah warga sipil dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam perang yang terjadi dimanapun dan kapanpun. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Perang Penjajah Israel dan Palestina, Siapa Aktor Internasional yang Dapat Menjadi Pembawa Perdamaian?

Dari negara-negara berikut ini siapakah yang dapat menjadi aktor internasional pembawa perdamaian untuk perang Israel dengan Palestina.

Sisakan Kesedihan, Ahli Berpendapat Perang Akan Berdampak pada Proses Normalisasi Negara Arab dengan Penjajah Israel

Para ahli menyatakan perang yang saat ini sedang terjadi akan berdampak pada proses normalisasi antara negara-negara Arab dengan Israel.

Lebih dari 18 Ribu Tewas, Ini tentang Zionisme yang Kerap Identik dengan Penjajah Israel

Berikut ini tentang zionisme yang kerap identik dengan Israel berikut dengan sejarahnya yang dikaitkan dengan Babilonia dahulu.

Sisakan Pilu, Jurnalis Palestina Ungkap di Gaza Masyarakat Memimpikan Sebuah Dunia Dimana Suara Mereka Didengar

Seorang jurnalis Palestina mengungkapkan jika di Gaza, masyarakatnya memimpikan sebuah dunia dimana suara mereka didengar.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;