Abaikan Jumlah Korban Tewas, Misi Palestina di PBB Kecam Postingan Menlu AS tentang 100 Hari Perang Penjajah Israel

Ket. Foto: Misi Palestina di PBB Mengkritik Postingan Menlu AS tentang 100 Hari Perang Palestina (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto: Misi Palestina di PBB Mengkritik Postingan Menlu AS tentang 100 Hari Perang Palestina (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Dalam sebuah postingan di media sosial X di hari Senin kemarin, Misi Palestina di PBB diketahui mengecam Menlu AS, Antony Blinken, karena sebelumnya tidak menyebutkan sekitar 24 ribu orang warga Palestina yang tewas.

Diketahui jika Menlu AS, Antony Blinken, mengunggah sebuah postingan di media sosialnya di hari Minggu malam waktu AS yang memperingati 100 hari perang Palestina.

Menlu AS, Antony Blinken, dalam postingannya hanya menyebutkan tentang tawanan penjajah Israel yang berada di tangan Hamas dan menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah berjanji untuk membawa mereka kembali karena ‘100 hari penahanan di Jalur Gaza terlalu lama’.

Baca Juga:
Seorang Nenek Palestina Dibunuh, Keluarga Sebut Ditembak dengan Sengaja dan Darah Dingin oleh Tentara Penjajah Israel

Misi Palestina di PBB mengungkapkan sungguh memalukan untuk mereka yang tetap terlibat dan tidak segera menyerukan gencatan senjata di Gaza.

“Mereka sejujurnya memalukan,” bunyi postingan tersebut.

Hingga kini, pihak berwenang Palestina mengumumkan lebih dari 24 ribu orang tewas karena perang, yang termasuk di dalamnya lebih dari 9.600 anak-anak.

Baca Juga:
Genosida, Hakim Ad Hoc Penjajah Israel di Sidang ICJ Miliki Rekam Jejak Panjang untuk Mendukung Apartheid Negara Zionis

61.000 lainnya harus terluka sejak serangan yang diluncurkan di tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Laporan lain menyampaikan bahkan pernyataan Gedung Putih yang menandai hari ke-100 perang di Gaza juga tidak menyinggung tentang pembunuhan dan warga Palestina yang harus mengungsi mencari tempat yang aman.

Dalam unggahannya, Presiden AS, Joe Biden, mengakui dirinya menyesalkan penangkapan para tawanan penjajah Israel.

Baca Juga:
Capai Tonggak Sejarah Suram Lainnya, Ini Berbagai Peristiwa Paling Signifikan dalam 100 Hari Perang Palestina

“Selama 100 hari itu, para sandera dan juga keluarga mereka selalu menjadi prioritas saya,” katanya.

Lebih lanjut, Joe Biden juga mengutarakan pujiannya untuk upaya yang dilakukan Amerika Serikat untuk memulangkan para sandera.

Dia menyalahkan Hamas karena dianggapnya gagal untuk memperpanjang kesepakatan untuk memulangkan lebih banyak sandera.

Baca Juga:
Tidak Pandang Bulu, Seorang Anak di Bawah Umur Tewas Ditembak Tentara Penjajah Israel

Di kesempatan terpisah sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan perang ini akan terus berlanjut sampai kemenangan.

Namun, Netayahu dilaporkan menghadapi tekanan dari dalam negeri untuk memulangkan para tawanan.

Banyak masyarakat dunia yang menyerukan agar perang segera diakhiri dengan mengadakan berbagai unjuk rasa di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Konflik Melebar, Hizbullah Nyatakan Siap untuk Perang Tanpa Batas dengan Penjajah Israel

Sekretaris Jendeal Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyatakan pihaknya siap untuk melakukan perang tanpa batas dengan Israel.

Usaha Bertahan Hidup, Warga Palestina Berjuang Hidupkan Kembali Pasar di Kamp Pengungsi Jabalia

Warga Palestina berjuang untuk menghidupkan kembali pasar di kamp pengungsi Jabalia yang terletak di Jalur Gaza utara.

Kasus Genosida Penjajah Israel, Pengacara AS Gambarkan Sidang ICJ Sebagai Momen Bersejarah

Pengacara senior AS, Diala Shamas, menggambarkan sidang ICJ tentang kasus genosida Israel sebagai momen bersejarah.

Bermunculan, Suara Pro Palestina Kecam Kurangnya Liputan Media Barat tentang Kasus Genosida Penjajah Israel di ICJ

Suara-suara pro Palestina mengeluarkan kecamannya tentang kurangnya liputan terkait sidang ICJ yang dilakukan media Barat.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;