Paslon Nomor 4 Erwin Burase- Abdul Sahid, Pintu Gerbang Parigi Moutong Berawal Dari Desa Menuju Kota

Ket Foto: dari Kanan Erwin Burase berpose usai pencabutan nomor urut di KPU Parigi moutong
Ket Foto: dari Kanan Erwin Burase berpose usai pencabutan nomor urut di KPU Parigi moutong Source: (Foto/gemasulawesi/Abdul main)

 

Parigi Moutong, gemasulawesi - Pasangan Calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 4 Erwin Burase - Abdul Sahid, bertekat gerbang pembangunan Parigi Moutong diawali dari desa menuju kota yang lebih maju. 

Hal ini ungkapkan oleh pasangan calon tersebut saat mendapat kesempatan melakukan orasi setelah pengudian nomor urut, pada Senin, 23 September 2024 dihalaman kantor KPU Parigi Moutong. 

Paslon Erwin Burase - Abdul Sahid, dihadapan seluruh masa pendukungnya bahkan masyarakat umum lainnya mengatakan Kabupaten Parigi Moutong haruslah lebih maju dan berkembang dari yang sebelumnya. 

"Jadi Parigi Moutong kedepannya harus lebih maju, mandiri, berkelanjutan melalui gerbang desa dengan beberapa poin untuk mencapai visi dan misi," ungkap Erwin dalam orasinya. 

Baca Juga:
Pasangan Cakada Parigi Moutong, Erwin Burase dan Abdul Said Mengusung Gagasan Membangun Dari Desa

Kemudian Paslon nomor 4 tersebut menyebutkan, pihaknya akan menuakan poin-poin visi/misi secara lengkap untuk diserahkan ke KPU parigi moutong sebagai bahan pemaran pada agenda selanjutnya. 

"Terkait poin visi/misi tersebut akan kami  serahkan ke KPU sebagai bahan pada tahapan debat kandidat nantinya," tuturnya. 

Selanjutnya kata Paslon tersebut menghimbau kepada masa pendukungnya agar bisa tetap menjaga hubungan persaudara dengan seluruh masa pendukung paslon lainnya. 

Baca Juga:
Didampingi Tim Pemenangan maupun Simpatisan, Pasangan Erwin Burase dan Abdul Sahid Mendaftar ke KPU Parigi Moutong

"kami mengajak pada seluruh masa pendukung nomor urut 1, 2 dan 3 untuk menjaga persaudaraan bersama, meski kita beda pilihan itu hal yang biasa," sebutnya. 

Paslon nomor 4 berharap janganlah jadikan perbedaan politik saat ini dapat merusak atau memuputuskan hubungan silaturahmi dan persudaraaan. 
 
"Ingat semua kandidat yang bertarung di pilkada Parigi Moutong saat ini kami semua berteman sejak lama," pungkasnya. (Abdul Main)

 

...

Artikel Terkait

wave

Digempur Isu Negatif dan Fitnah, Nizar Rahmatu Berterima Kasih Dikampanyekan Gratis Lawan Politik

Nizar Rahmatu menganggap isu negatif maupun fitnah yang menimpa dirinya sebagai cambuk untuk berjuang lebih baik lagi dalam Pilkada.

Hasil Pleno Tertutup KPU Parigi Moutong, Empat Kandidat Ditetapkan Jadi Calon Bupati dan Wakil Bupati

KPU Parigi moutong menetapkan empat pasang calon Bupati dan Wakil dari lima pasang calon yang sebelumnya telah mendaftarkan diri.

Sebut Tidak Akan Jadikan Ardi Kadir Ban Serep, Nizar Rahmatu Berkomitmen Berbagi Kewenangan Mengurus Pemerintahan

Jika terpilih Nizar Rahmatu Berkomitmen tidak akan menjadikan pasangan sebagai Ban serep. Ardi akan mengurus birokrasi.

Kuasa Hukum Bapaslon Amrullah-Ibrahim, Resmi Daftarkan Sengketa di Bawaslu Parigi Moutong

tim kuasa hukum Bapaslon Amrullah-Ibrahim Kamis, 19 September 2024, tepat pada pukul 20:23 Wita, mendatangi kantor Bawaslu Parigi Moutong.

Balon Bupati Parigi Moutong, Nur Dg Rahmatu Berkomitmen Membangun dan Mendukung Pengembangan Usaha di Daerah

Balon Bupati Parigi moutong Mohammad Nur Dg Rahmatu berkomitmen menghidupkan usaha-usaha daerah yang berpotensi tingkatkan PAD.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;