Sebut Tangkap Anggotanya di RS Al Shifa, Hamas Bantah Klaim Militer Penjajah Israel

Ket. Foto: Hamas Membantah Klaim Militer Penjajah Israel yang Menyebutkan Telah Menangkap Anggota Hamas di RS Al Shifa
Ket. Foto: Hamas Membantah Klaim Militer Penjajah Israel yang Menyebutkan Telah Menangkap Anggota Hamas di RS Al Shifa Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, sebuah penyataan dirilis oleh Hamas yang isinya membantah klaim militer penjajah Israel yang menyatakan jika tentara menangkap anggota Hamas di RS Al Shifa.

Laporan lainnya menyebutkan jika sebagian besar orang yang masuk ke dalam daftar penjajah Israel adalah akademisi, dokter dan juga pemimpin masyarakat sipil yang berlindung di dalam RS Al Shifa.

“Semua orang hanyalah warga sipil Palestina, yang ikut mencari perlindungan di dalam kompleks rumah sakit setelah melarikan diri dari serangan dan pemboman yang sedang berlangsung di sekitar mereka,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Serang Bangunan Perumahan di Kota Gaza, 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas

Sebelumnya, pemerintah di Jalur Gaza menuduh militer penjajah Israel melakukan operasi militer yang intensif dan juga dengan sengaja membunuh 13 pasien di dalam RS Al Shifa.

Dilaporkan jika pasien-pasien tersebut terputus dari pasokan oksigen setelah sebuah fasilitas dirusak oleh pemboman.

Disebutkan jika juga mereka memerlukan aliran oksigen yang konstan.

Baca Juga:
Sebelumnya Berhenti, Finlandia Jadi Negara Terbaru yang Lanjutkan Pendanaannya untuk UNRWA

Sementara itu, dikatakan jika penjajah Israel menjadi masyarakat yang sangat terpecah seiring dengan perang yang terus menerus berlangsung.

Hal tersebut diketahui telah terjadi sejak lama, namun, perpecahan ini semakin mengemuka dalam beberapa minggu terakhir, terutama ketika jumlah korban tewas di Jalur Gaza meningkat.

Ada sejumlah besar orang yang mendukung tindakan yang dilakukan penjajah Israel di Jalur Gaza, namun, mereka juga mengatakan berharap penjajah Israel melakukan operasi tersebut dengan cara yang sedikit berbeda dan menghindari jatuhnya korban sipil.

Baca Juga:
Serukan untuk Tidak Menginvasi Rafah, Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Minta Pemerintah Segera Capai Kesepakatan dengan Hamas

Namun, di saat yang sama, protes anti-pemerintah penjajah Israel juga terus berlanjut.

Dan terdapat juga suara-suara yang menyerukan gencatan senjata, memulangkan semua sandera dan juga mencari solusi yang lebih permanen terhadap konflik tersebut.

Sementara itu, pasukan penjajah Israel juga melakukan serangan terhadap kota Rafah, khususnya di bagian utara dan juga timur, yang menewaskan sedikitnya 8 orang dan melukai beberapa lainnya.

Baca Juga:
Disebutkan Telah Kehabisan Tenaga, Warga Palestina Dilaporkan Sangat Menginginkan Gencatan Senjata

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar di sekitar rumah yang menjadi sasaran.

Warga Palestina lainnya sedang berusaha untuk mengeluarkan orang-orang yang masih berada di sekitar rumah yang menjadi sasaran serangan pasukan penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Jalur Gaza, Senator Prancis Sebut Netanyahu Akan Tercatat dalam Sejarah

: Salah satu senator Prancis mengatakan Benjamin Netanyahu akan tercatat dalam sejarah karena menggunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza.

Lakukan Penggerebekan di Ramallah, Pasukan Penjajah Israel Sebabkan Seorang Pemuda Palestina Luka Parah

Dalam penggerebekan yang dilakukan di Ramallah, pasukan penjajah Israel menyebabkan seorang pemuda Palestina luka parah.

Sebut Jeda Pertempuran Penting, Menlu Inggris Nyatakan Cara untuk Menjamin Perdamaian Abadi Adalah Menyingkirkan Hamas

Menlu Inggris, David Cameron, mengatakan jika satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian abadi, yakni dengan menyingkirkan Hamas.

Serbu Tulkarem di Tepi Barat, Pasukan Penjajah Israel Tangkap 3 Pemuda Palestina

Pasukan penjajah Israel dilaporkan menyerbu Tulkarem di Tepi Barat dan menangkap 3 pemuda Palestina dalam penggerebekan tersebut.

Dilakukan Selama Beberapa Hari, Militer Penjajah Israel Dikabarkan Melanjutkan Operasi di Sekitar RS Al Shifa

Militer penjajah Israel dilaporkan melanjutkan operasi mereka di dalam dan juga di sekitar RS Al Shifa, Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;