Sejumlah Negara Tangguhkan Dana, Presiden UNGA Serukan Dukungan Keuangan dan Politik yang Berkelanjutan untuk UNRWA

Ket. Foto: Presiden UNGA Menyerukan Dukungan Keuangan dan Juga Politik yang Berkelanjutan untuk UNRWA
Ket. Foto: Presiden UNGA Menyerukan Dukungan Keuangan dan Juga Politik yang Berkelanjutan untuk UNRWA Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Presiden UNGA atau Majelis Umum PBB, Dennis Francis, menyerukan negara-negara PBB untuk memberikan dukungan keuangan dan politik yang berkelanjutan dan dapat diprediksi kepada UNRWA.

UNRWA sendiri merupakan badan bantuan paling besar yang beroperasi di Jalur Gaza.

Sebelumnya, dilaporkan jika sejumlah negara pendonor memutuskan untuk menangguhkan pendanaan mereka untuk UNRWA setelah penjajah Israel mengklaim jika beberapa pekerja UNRWA terlibat dalam Operasi Banjir Al-Aqsa.

Baca Juga:
Serbu Komunitas Badui di Tepi Barat, Beberapa Pemukim Penjajah Israel Mencuri Hampir 30 Domba Milik Seorang Rakyat Palestina

Karena penangguhan tersebut, UNRWA dikabarkan kini sedang berjuang untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang paling besar sejak UNRWA dibentuk.

Di sisi lain, menanggapi surat dari Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, Paus Fransiskus menyampaikan jika UNRWA telah menjadi penyelamat yang sangat diperlukan untuk jutaan rakyat Palestina.

Dalam kesempatan terpisah, UNRWA menegaskan jika penjajah Israel belum memberikan bukti yang mendukung tuduhannya.

Baca Juga:
Situasinya Buruk, Khan Younis di Jalur Gaza Masih Belum Memiliki Fasilitas Kesehatan yang Berfungsi

“Kami telah mencapai puncaknya karena kurangnya dana,” kata salah satu perwakilan mereka yang tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, ribuan warga Palestina di Jalur Gaza utara, beberapa waktu yang lalu dikabarkan berbondong-bondong ke jalan utama dekat Kota Gaza untuk menerima pengiriman tepung dan bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, UNRWA mengatakan jika mereka tidak lagi berfungsi di Jalur Gaza utara di tengah pembatasan makanan dan akses bantuan yang dilakukan penjajah Israel.

Baca Juga:
Derita Kelaparan di Tengah Perang, Seorang Anak Palestina Berusia 2 Bulan Dilaporkan Meninggal

Laporan menyatakan jika warga Palestina telah mengantri di daerah tersebut sejak dini hari.

Diketahui jika persediaan makanan dan bantuan telah lama terbatas di Jalur Gaza utara, dimana banyak laporan yang menyampaikan jika wilayah tersebut menderita kelaparan yang lebih parah dibandingkan dengan wilayah Jalur Gaza sebelah selatan.

Di sisi lain, beberapa warga Palestina yang mengungsi di Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah, mengatakan jika mereka kelelahan karena harus mengungsi berkali-kali.

Baca Juga:
Perang Gaza, Penjajah Israel Dilaporkan Akan Memotong Tambahan 5 Juta USD dari Pendapatan Pajak Otoritas Palestina

“Mereka mengambil suami saya yang menjadi tahanan penjara penjajah Israel selama 7 tahun, yang sakit dan cacat, serta yang harus memakai popok sejak dia meninggalkan penjara penjajah Israel,” ungkap salah seorang diantaranya yang bernama Adiba Mohamed Abdel-Razek Abu-Amsha.

Dia mengakui jika perang ini menimbulkan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk rakyat Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sebabkan Kehancuran Jalur Gaza, Penjajah Israel Disebut Tidak Menghadapi Lawan yang Tangguh di ICJ

Penjajah Israel disebutkan tidak menghadapi lawan yang tangguh untuk mereka di ICJ meski perang telah menyebabkan kehancuran di Jalur Gaza.

Perang di Jalur Gaza, OCHA Sebut Warga Palestina Berada dalam Bahaya Sementara Dunia Terus Menyaksikan

OCHA menyampaikan jika warga Palestina berada dalam bahaya besar sementara dunia terus menyaksikan dan mengawasi mereka.

Dijatuhi Sanksi oleh AS, Penggalangan Dana Online Kumpulkan Lebih dari 140 Ribu USD untuk Pemukim Garis Keras Penjajah Israel

Penggalangan dana online untuk pemukim garis keras penjajah Israel yang dijatuhi sanksi oleh AS mengumpulkan lebih dari 140 ribu USD.

Sebelumnya Ditahan, Militer Penjajah Israel Klaim Serangan Drone Membunuh Seorang Pejuang Palestina di Jenin

Dalam pernyataannya, militer penjajah Israel menyebutkan jika serangan drone membunuh seorang pejuang Palestina di Jenin, Tepi Barat.

Berbicara dalam Sidang ICJ, Namibia Tuntut Mahkamah Internasional Akui Pendudukan Penjajah Israel di Wilayah Palestina Ilegal

Namibia menuntut ICJ (Mahkamah Internasional) untuk mengakui jika pendudukan penjajah Israel di wilayah Palestina adalah ilegal.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;