Perjanjian Perdagangan Indonesia–AS: 99 Persen Produk AS Bebas Tarif Masuk

Pekerja mengolah kedelai impor asal Amerika Serikat menjadi tahu di sebuah pabrik.
Pekerja mengolah kedelai impor asal Amerika Serikat menjadi tahu di sebuah pabrik. Source: (Foto/ANTARA/Zahra)

Nasional, gemasulawesi - Indonesia berencana menghapus hampir seluruh hambatan tarif terhadap produk-produk asal Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan antara kedua negara.

Langkah ini mencakup lebih dari 99 persen barang dari AS dan dimaksudkan untuk menciptakan hubungan dagang yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Langkah penghapusan hambatan tarif itu merupakan bagian dari ketentuan yang disepakati dalam kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade.

Baca Juga:
Gus Ipul Evaluasi Sekolah Rakyat, Fokus pada Penguatan Karakter Siswa dan SDM

Informasi mengenai isi perjanjian itu dapat ditemukan di situs resmi Gedung Putih.

“Indonesia akan menghapus tarif secara preferensial untuk lebih dari 99 persen produk asal Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia, mencakup seluruh sektor, mulai dari produk pertanian, kesehatan, hasil laut, TIK, otomotif, hingga bahan kimia,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi Gedung Putih.

Menurut pernyataan Gedung Putih, kebijakan ini akan memberikan peluang pasar yang bernilai ekonomi tinggi bagi beragam produk ekspor dari Amerika Serikat.

Selain itu, langkah ini juga diyakini akan turut mendorong terciptanya lapangan kerja yang berkualitas di dalam negeri.

Baca Juga:
Menhub: Operasional Pelabuhan Baai Bengkulu Mulai Normal, Fokus Konektivitas ke Pulau Enggano

Selain menyepakati penghapusan hambatan tarif, Indonesia dan Amerika Serikat juga mencapai kesepakatan atas tujuh poin penting lainnya.

Salah satunya adalah komitmen untuk menghilangkan hambatan non-tarif yang selama ini mengganggu ekspor produk industri asal Amerika.

Kedua negara juga bersepakat mengatasi hambatan non-tarif terhadap produk pertanian dari AS, serta memperkuat ketentuan mengenai asal-usul barang.

Indonesia dan Amerika Serikat juga berkomitmen untuk menghapus berbagai hambatan dalam perdagangan digital, menyatukan langkah dalam menjaga keamanan ekonomi, meningkatkan perlindungan dan standar tenaga kerja, serta menyusun kesepakatan dagang yang menguntungkan kedua belah pihak.

Baca Juga:
Kejagung Soroti Kredit Fantastis dari Tiga Bank Daerah ke Sritex, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

Gedung Putih menyampaikan bahwa Perjanjian Perdagangan Timbal Balik ini akan diumumkan secara resmi dalam beberapa pekan ke depan, dengan tujuan memastikan manfaat nyata bagi sektor usaha dan tenaga kerja di Amerika.

“Presiden Trump telah berhasil mendorong lahirnya perjanjian dagang yang berani dan memiliki visi jangka panjang. Kesepakatan ini akan membawa keuntungan besar bagi para pekerja, eksportir, petani, dan pelaku ekonomi digital di Amerika—sebuah pencapaian yang akan dirasakan langsung oleh rakyat,” demikian pernyataan Gedung Putih.

Amerika Serikat saat ini menempati posisi ke-15 dalam daftar negara dengan defisit perdagangan barang terbesar terhadap Indonesia, dengan nilai defisit mencapai 17,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp286,4 triliun pada tahun 2024.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, rata-rata tarif yang diberlakukan Indonesia atas produk impor dari AS mencapai 8 persen, sementara tarif rata-rata yang diterapkan Amerika hanya sebesar 3,3 persen. (*/Zahra)

 

...

Artikel Terkait

wave

Gus Ipul Evaluasi Sekolah Rakyat, Fokus pada Penguatan Karakter Siswa dan SDM

Menteri Sosial Gus Ipul evaluasi MPLS Sekolah Rakyat, soroti SDM, sarana, dan penguatan karakter siswa secara menyeluruh.

Program BIB 2025: Kemenag Sediakan 230 Kuota Beasiswa Dalam Negeri untuk S2 dan S3

Beasiswa BIB Kemenag 2025 menarik ribuan pendaftar S2-S3, menandakan tingginya kebutuhan peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

Revisi UU Sisdiknas Tegaskan Perlindungan Hukum untuk Guru

Hetifah dorong revisi UU Sisdiknas agar guru terlindungi secara hukum dan terhindar dari kriminalisasi serta kekerasan emosional.

Kemensos Tindaklanjuti Temuan Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judi Online

Kemensos evaluasi 603.999 penerima bansos yang terindikasi judi online untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan transparan.

Pemerintah Siapkan Perpres dan Peta Jalan Nasional untuk Tata Kelola Kecerdasan Buatan

Kementerian Komunikasi dan Digital susun Perpres dan roadmap nasional guna arahkan pemanfaatan AI secara etis dan inklusif.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;