Prabowo Utus Jokowi untuk Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Denny Siregar Tak Setuju: Kan Sudah Rakyat Biasa

Potret Joko Widodo atau Jokowi ketika menyampaikan penjelasan di hadapan awak media
Potret Joko Widodo atau Jokowi ketika menyampaikan penjelasan di hadapan awak media Source: (Foto/HO-ANTARA/Aris Wasita)

Nasional, gemasulawesi - Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengutus mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan menuai sorotan dari berbagai kalangan, termasuk pegiat media sosial Denny Siregar.

Dalam pernyataan resmi sebelumnya, Presiden Prabowo menugaskan Jokowi bersama tiga tokoh lainnya, yaitu Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Ignatius Jonan, untuk mewakili Indonesia dalam acara pemakaman yang akan berlangsung pada Sabtu 26 April 2025 di Roma, Vatikan.

Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukkan keempat tokoh tersebut merupakan bagian dari penghormatan bangsa Indonesia terhadap tokoh besar dunia seperti Paus Fransiskus.

Prasetyo juga menyebutkan bahwa keberangkatan para utusan masih dalam tahap koordinasi, dengan kemungkinan jadwal keberangkatan pada Kamis atau Jumat 24 April 2025.

Baca Juga:
Soroti Jokowi yang Bakal Laporkan Empat Orang Terkait Tudingan Ijazah Palsu, Andi Arief: Lebih Baik Tabayyun

Pemerintah menilai keempat tokoh tersebut dapat menyampaikan belasungkawa resmi atas nama negara dan bangsa Indonesia dalam forum internasional yang sangat penting tersebut.

Namun, langkah Presiden Prabowo menunjuk Jokowi sebagai perwakilan negara memicu reaksi dari Denny Siregar. Lewat unggahan di akun X pribadinya @Dennysiregar7, ia menyoroti aspek keprotokoleran dan struktur kenegaraan dalam penunjukan wakil negara.

Ia menilai bahwa apabila Presiden tidak dapat hadir, maka seharusnya Wakil Presiden yang ditunjuk untuk mewakili, bukan mantan presiden yang secara kedudukan sudah menjadi rakyat biasa.

Denny menyampaikan keberatannya dengan nada sindiran, mempertanyakan urgensi menunjuk mantan pejabat negara untuk keperluan resmi seperti ini.

Baca Juga:
Soal Rencana Pemerintah Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Muhammadiyah Mendukung Namun Beri Peringatan

"Mbok yang diutus itu pejabat negara tho pak. Ini kan pemakaman kepala umat. Kalau Presiden berhalangan, harusnya Wakil Presiden. Mantan kan sudah rakyat biasa," tulis Denny Siregar dalam cuitannya.

Pernyataan Denny Siregar ini pun memancing diskusi publik yang lebih luas, terutama terkait peran mantan presiden dalam acara-acara resmi negara di tingkat internasional.

Beberapa pihak menilai bahwa Jokowi tetap layak menjadi utusan karena status dan wibawanya sebagai tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.

Sementara itu, pihak lainnya menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika konstitusi dan hierarki jabatan yang berlaku dalam sistem pemerintahan.

Baca Juga:
Soal Perkembangan RUU Polri dan Kejaksaan, Komisi III DPR RI Sebut Pihaknya Belum Fokus untuk Membahas

Meskipun demikian, belum ada tanggapan resmi dari Istana maupun dari Presiden Prabowo terkait kritik yang dilontarkan oleh Denny. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Jokowi yang Bakal Laporkan Empat Orang Terkait Tudingan Ijazah Palsu, Andi Arief: Lebih Baik Tabayyun

Politisi Demokrat, Andi Arief menilai langkah kuasa hukum Jokowi yang hendak laporkan empat orang terkait tudingan ijazah palsu kurang tepat

Soal Rencana Pemerintah Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Muhammadiyah Mendukung Namun Beri Peringatan

PP Muhammadiyah memberikan dukungan terhadap rencana pemerintah Indonesia yang ingin mengevakuasi warga Gaza Palestina

Soal Perkembangan RUU Polri dan Kejaksaan, Komisi III DPR RI Sebut Pihaknya Belum Fokus untuk Membahas

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo menyebut pihaknya belum membahas RUU Polri dan RUU Kejaksaan untuk saat ini

Merespons Kabar LG Batal Investasi 129 Triliun di Indonesia, Presiden Prabowo Sebut Indonesia Tetap Cerah

Begini tanggapan dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait batalnya LG investasi senilai Rp 129 triliun di Indonesia

Dapat Sanksi dari Kemendagri, Bupati Indramayu Lucky Hakim Wajib Melakukan Hal ini Selama Tiga Bulan

Bupati Indramayu, Lucky Hakim mendapatkan sanksi dari Kemendagri RI usai melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa melakukan izin

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;