Terjadi Peningkatan Penangkapan, Kelompok Hak Asasi Sebut Lebih dari 200 Anak Palestina Ditahan di Penjara Penjajah Israel

Ket. Foto: Kelompok Hak Asasi Menyatakan Lebih dari 200 Anak Palestina Ditahan di Penjara Penjajah Israel Saat Ini
Ket. Foto: Kelompok Hak Asasi Menyatakan Lebih dari 200 Anak Palestina Ditahan di Penjara Penjajah Israel Saat Ini Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kelompok Hak Asasi Tahanan Palestina, Addameer, menyatakan jika saat ini terdapat lebih dari 200 anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara penjajah Israel.

Menurut Kelompok Hak Asasi Tahanan Palestina, ke-200 anak Palestina tersebut termasuk dengan anak-anak dari Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

“Meskipun terjadi peningkatan penangkapan sejak perang dimulai, penjajah Israel telah secara sistematis menangkap dan menganiaya anak-anak Palestina selama beberapa dekade,” kata mereka.

Baca Juga:
Dilakukan Sejak Perang Dimulai, UNOCHA Sebut Pemukim Penjajah Israel Telah Menyerang Warga Palestina di Tepi Barat Lebih dari 700 Kali

Addameer juga menyampaikan jika penjajah Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang secara sistematis mengadili antara 500 dan 700 anak-anak Palestina setiap tahunnya di pengadilan militer.

“Periode setelah perang dimulai dianggap sebagai masa terberat untuk narapidana pada umumnya dan khususnya terhadap anak-anak,” ujar mereka.

Dalam pernyataan yang diungkapkan pada tanggal 4 April 2024 waktu Palestina tersebut, Addameer menyatakan jika tahanan Palestina yang dibebaskan telah melaporkan pelecehan fisik dan juga psikologis di penjara-penjara penjajah Israel.

Baca Juga:
Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional, 3 Mantan Hakim MA Sebut Inggris Harus Menangguhkan Penjualan Senjata ke Penjajah Israel

“Banyak diantara mereka yang mengakui tidak mendapatkan makanan dan air yang cukup, serta tidak mendapatkan layanan kesehatan dan perhatian medis, sehingga mengakibatkan beberapa kematian,” ucap mereka.

Addameer juga memaparkan jika ribuan tahanan, termasuk setidaknya 41 anak-anak, saat ini ditahan secara administratif, yang berarti mereka ditahan tanpa batas waktu tanpa dakwaan atau pengadilan.

Sementara itu, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina atau PRCS juga mengungkapkan beberapa hal dalam postingannya di media sosial X untuk menghormati Hari Anak Palestina.

Baca Juga:
Perang Masih Berlangsung, Hamas Sebut Netanyahu Masih Menghambat Tercapainya Kesepakatan Gencatan Senjata

Salah satu postingan mereka berbunyi ‘1000 anak di Jalur Gaza telah kehilangan salah satu atau kedua kakinya’.

Unggahan mereka yang lain menyebutkan jika ‘4 anak terbunuh setiap jamnya di Jalur Gaza’.

Hingga saat ini, sekitar 33.037 warga Palestina telah meninggal di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Telah Menulis Surat kepada Sekjen PBB, Palestina Meminta Pertimbangan Baru atas Permohonan Menjadi Anggota Penuh

Sebanyak 75.668 orang lainnya terluka dalam agresi yang dilakukan penjajah Israel di Jalur Gaza sejak tanggal 7 Oktober 2023.

Laporan mengungkapkan jika sebagian besar diantara mereka adalah anak-anak dan perempuan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Penggerebekan Terus Berlanjut, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Memasuki Kota Azzun dan Kafr Qaddum di Tepi Barat pada Rabu Dini Hari

Tentara penjajah Israel memasuki kota Azzaun dan Kafr Qaddum dalam penggerebekan yang terus berlanjut di Tepi Barat pada Rabu dini hari tadi

7 Orang Pekerja Bantuan Tewas, Presiden Penjajah Israel Sampaikan Permintaan Maaf kepada Pendiri World Central Kitchen

Presiden penjajah Israel menyampaikan permintaan maafnya kepada pendiri World Central Kitchen atas insiden tewasnya 7 orang pekerja bantuan.

Akui Bunuh Banyak Pejuang Palestina, Militer Penjajah Israel Sebut Telah Menyerang 25 Sasaran di Seluruh Jalur Gaza

Dalam pernyataannya, militer penjajah Israel menyebutkan telah menyerang 25 sasaran di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir.

5 Pekerja Kemanusiaan Tewas, World Central Kitchen Konfirmasi Beberapa Stafnya Meninggal dalam Serangan Udara di Gaza Tengah

World Central Kitchen mengonfirmasi jika beberapa orang stafnya meninggal dalam serangan udara yang terjadi di Jalur Gaza bagian tengah.

Lakukan Pertemuan Virtual, Gedung Putih Sebut Pejabat Penjajah Israel Sepakat untuk Mempertimbangkan Kekhawatiran AS tentang Invasi Rafah

Gedung putih menyampaikan jika para pejabat Israel sepakat untuk mempertimbangkan kekhawatiran AS mengenai invasi Rafah.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;