Heboh Kasus Dugaan Pungli Berkedok Jual Beli Kursi di SMAN 7 Serpong Utara Tangerang Selatan, Sosok Ini Bongkar Hasil Temuannya

Dugaan pungli berkedok jual beli kursi di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan ramai diperbincangkan.
Dugaan pungli berkedok jual beli kursi di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan ramai diperbincangkan. Source: Foto/ilustrasi/Unsplash

Tangerang Selatan, gemasulawesi - Pungli berkedok jual-beli kursi di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan setelah berbagai keluhan masyarakat mencuat mengenai praktik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

Isu ini memanas terutama terkait dengan dugaan manipulasi data jalur zonasi yang seharusnya memprioritaskan siswa yang tinggal dekat sekolah.

Demo yang terjadi pada akhir Juli itu kini menjadi sorotan kembali karena mencoreng integritas dan keadilan dalam sistem penerimaan siswa baru. 

Para pedemo membawa poster yang mengkritik praktik PPDB oleh SMAN 7, terutama jalur zonasi yang dianggap telah disalahgunakan menjadi jalur relasi.

Baca Juga:
Melarang Pemutaran Film Pendek oleh Seniman dari Gaza, Pasukan Penjajah Israel Menyerbu Pusat Kebudayaan Yabous di Yerusalem Timur

Jumlah pedemo sendiri tidak begitu banyak, hanya berkisar antara 10 hingga 15 orang.

Ketua Umum Forum Rakyat Anti Korupsi, Wira Negara, menyampaikan bahwa ada praktik jual-beli kursi bagi siswa baru di SMAN 7 Serpong Utara. 

Dia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakadilan yang terjadi, dimana beberapa siswa yang seharusnya diterima malah tidak mendapatkan tempat.

"Situasi ini menjadi masalah besar, terkait zonasi ada manipulasi data, dan siswa yang seharusnya mendapat tempat malah tidak diterima. Ada yang rumahnya dekat sekolah, tetapi yang diterima justru yang jauh," jelas Wira dalam keterangannya, dikutip pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Baca Juga:
Menemukan Surga Tersembunyi dengan Keindahan Alami dan Ketenangan yang Menakjubkan di Pantai Payum Merauke

Pedemo juga mendesak agar nama siswa yang diterima melalui jalur tidak resmi segera dicoret. 

Mereka menekankan pentingnya memeriksa kesesuaian data absensi semua siswa baru untuk memastikan tidak ada manipulasi.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Namun, terjadi kesalahpahaman yang membuat para pedemo merasa tidak nyaman setelah mediasi berlangsung. Pertemuan kembali diadakan untuk meluruskan hal tersebut.

Isu pungli berkedok jual-beli kursi di SMAN 7 Serpong Utara ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. 

Baca Juga:
Menikmati Keindahan dan Ketenangan di Pantai Tirang, Surga Tersembunyi Semarang yang Hadirkan Pesona Menakjubkan!

Praktik ini tidak hanya mencederai keadilan dalam sistem pendidikan, tetapi juga menciptakan ketidakpercayaan terhadap lembaga pendidikan.

Dengan adanya aksi unjuk rasa dan mediasi yang dilakukan, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan dengan transparan dan adil.

Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait hal ini. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk transaksi jual-beli kursi tidak dibenarkan dan akan ditindak tegas. 

Baca Juga:
Tumbuh dan Berkembang Sejak Lama, Bupati Bantul Sebut Industri Kreatif Sub Sektor Kerajinan Mampu Memberikan Kontribusi Positif terhadap Perekonomian Daerah

Kepala SMAN 7, Muhaji Joko Tingkir, mengakui adanya mediasi dengan para pedemo untuk menanggapi keluhan masyarakat. 

Dia menegaskan bahwa sekolah telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh para pedemo. Mediasi berjalan dengan baik dan penuh dengan semangat kekeluargaan.

Pihak sekolah juga membantah adanya pemberian uang kepada pedemo. 

Muhaji menegaskan bahwa hanya ada jamuan sederhana untuk para tamu sebagai bentuk penghormatan. 

Baca Juga:
Seperti Campak, Dinkes Kota Tangerang Sebut Manfaat Konsumsi Vitamin A untuk Balita Juga Meningkatkan Daya Tahan Tubuh terhadap Penyakit dan Infeksi

Dia menegaskan, "Kami hanya menyediakan konsumsi sederhana untuk tamu-tamu kami, tidak ada pemberian uang atau yang lainnya."

Kasus ini menimbulkan perhatian publik yang luas dan mendorong pihak terkait untuk segera menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret. 

Harapannya, sistem penerimaan siswa baru dapat lebih transparan dan adil, menghindari praktik-praktik pungli yang merugikan banyak pihak. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Coreng Dunia Pendidikan! Sejumlah SMA Negeri di Kota Tangerang Ini Diduga Lakukan Pungli, Begini Pengakuan dari Wali Murid

Wali murid dari sejumlah SMA negeri di Kota Tangerang ini keluhkan dugaan pungli yang diminta oleh pihak sekolah.

Heboh Dugaan Pungli di SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Wali Murid Akui Keberatan Dimintai Uang Sebesar Ini dengan Alasan yang Mencurigakan

Dugaan pungli terjadi kepada wali murid yang hendak masuk anaknya ke SMAN 18 Tangerang yang berada di Kecamatan Tigaraksa.

Viral Dugaan Pungli Oknum Bendahara yang Potong Dana Tunjangan Sertifikasi Guru di SMAN 3 Kota Bumi Lampung Utara, Segini Besarannya

Oknum bendahara SMAN 3 Kota Bumi Lampung Utara diduga lakukan pemotongan pembohong (pungli) terhadap tunjangan sertifikasi guru.

Protes Orang Tua Murid Terkait Dugaan Pungli Buku Pelajaran di Sejumlah Sekolah Viral, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Angkat Bicara

Usai diserbu emak-emak yang protes terkait dugaan pungli buku pelajaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda buka suara.

Dinilai Terlalu Memberatkan! Orang Tua Murid Keluhkan Dugaan Pungli di SMA 19 Makassar untuk Pengadaan CCTV dan WiFi, Segini Besarannya

SMAN 19 Makassar diduga melakukan pungutan liar ke orang tua murid dengan meminta iuran untuk pengadaan CCTV dan WiFi.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;