Sengaja Dihancurkan, Asosiasi Sepak Bola Palestina Serukan Komunitas Internasional Lindungi Fasilitas Olahraga

Ket. Foto: Asosiasi Sepak Bola Palestina Menyerukan kepada Komunitas Internasional untuk Melindungi Fasilitas Olahraga (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto: Asosiasi Sepak Bola Palestina Menyerukan kepada Komunitas Internasional untuk Melindungi Fasilitas Olahraga (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Baru-baru ini, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA)telah mengajukan banding kepada Komite Olimpiade Internasional (FIFA) dan juga konfederasi internasional lainnya agar segera mengambil tindakan yang diperlukan terhadap Israel atas pelanggaran serius yang dilakukannya.

Pelanggaran serius yang dilakukan Israel tersebut diketahui terjadi di Stadion Yarmouk di Gaza.

Karena hal tersebut PFA mendesak agar Israel dimintai pertanggungjawabannya.

Baca Juga: Banyak Penderitaan Terjadi, Pemikir Arab Ramalkan Penjajah Israel Akan Jatuh ke Dalam Rawa di Gaza

Dalam laporan baru-baru ini, tentara Israel menggunakan Stadion Yarmouk sebagai pusat penahanan dimana mereka menahan warga sipil, dianiaya dan juga diinterogasi.

“Kami menuntut pengamanan fasilitas olahraga Palestina dan juga mengecam penggunaan Stadion Yarmouk oleh Israel sebagai pelanggaran terang-terangan yang mereka lakukan terhadap Piagam Olimpiade,” kata salah satu perwakilan PFA.

Dia menambahkan pelanggaran Israel juga dilakukan terhadap semua hukum dan konvensi kontinental dan internasional lainnya yang juga berlaku.

Baca Juga: Terdapat Tuntutan Nuansa dalam Narasi Gaza dan Palestina, Pakar Sebut Sebagai Upaya Kaburkan Konteks Apartheid

“PFA juga mengkritik tindakan yang dilakukan Israel sebagai bagian dari serangan yang lebih luas terhadap gerakan pemuda, olahraga dan juga pramuka di wilayah Palestina, termasuk dengan di Jalur Gaza,” ujarnya.

PFA menerangkan jika Stadion Yarmouk merupakan salah satu stadion paling tua yang ada di Palestina dan juga bersejarah.

“Stadion Yarmouk telah terkena dampak yang signifikan akibat invasi dan serangan militer Israel yang sedang berlangsung hingga kini,” jelasnya.

Baca Juga: Tutupi Kesalahan, Organisasi HAM Ungkap Sistem Hukum Penjajah Israel Memungkinkan Tentara Tidak Bertanggung Jawab

Lebih lanjut, PFA menegaskan mereka telah mengirimkan surat mendesak yang merinci tantangan yang dihadapi olahraga di Palestina.

“Kami menyerukan tindakan yang sesegera mungkin dan surat-surat yang kami kirimkan itu juga menyerukan penyelidikan internasional yang mendesak terhadap kejahatan Israel yang dilakukan terhadap atlet dan olahraga di Palestina,” tegas mereka.

Di sisi lain, faksi-faksi di Palestina juga baru-baru ini dikabarkan mendeklarasikan posisi bersatu dalam gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga: Belum Berhenti, Ahli Sebut Pengkhianatan terhadap Perjanjian Oslo Masih Hantui Rakyat Palestina 30 Tahun Kemudian

Di hari Rabu, pimpinan pusat koalisi Pasukan Palestina mengumumkan jika posisi mereka adalah bersatu dalam menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza yang terkepung dan mencapai kesepakatan pertukaran atas dasar semua untuk semua.

Dalam pernyataan bersama itu, perwakilan dari gerakan Hamas, Jihad Islam, Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Front Perjuangan Rakyat, Front Pembebasan Palestina, Garda Depan Perang Pembebasan Rakyat dan Fatah berpartisipasi dalam pertemuan yang diadakan di Beirut, ibukota Lebanon. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dari Amerika hingga Palestina, Perlawanan Masyarakat Adat terhadap Kolonialisme Pemukim Transnasional

Mulai dari Amerika Serikat hingga Palestina, masyarakat adat yang berada disana melakukan perlawanan pada kolonialisme pemukim transnasional

Dilaporkan Kencingi Tahanan, Ini Alasan Kenapa Penghinaan Memiliki Peran dalam Perang Palestina

Berikut ini merupakan alasan kenapa Israel kerap melakukan penghinaan yang ternyata memiliki perang dalam perang Palestina.

Banyak Penderitaan, Ahli Sebut Rencana Penjajah Israel di Jalur Gaza Masih Dapat Digagalkan

Salah satu ahli, Dr Azmi Bishara, berpendapat jika rencana Israel di Jalur Gaza masih dapat digagalkan dengan melakukan beberapa hal.

Banyak Air Mata yang Tumpah, Reaksi Tentara Penjajah Israel terhadap Operasi Hamas Telah Lalui 4 Fase Berbeda

Salah satu laporan menyatakan bahwa reaksi tentara Israel terhadap operasi Hamas di awal Oktober telah melalui 4 fase yang berbeda.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;