Terendam Banjir Lebih dari Sepekan, 3427 Hektare Padi Siap Tanam di Demak Dilaporkan Membusuk

Ket. Foto: Lebih dari 3000 Hektare Padi Siap Tanam di Demak Dikabarkan Membusuk Karena Terendam Banjir Lebih dari Sepekan
Ket. Foto: Lebih dari 3000 Hektare Padi Siap Tanam di Demak Dikabarkan Membusuk Karena Terendam Banjir Lebih dari Sepekan Source: (Foto/X/@BNPB_Indonesia)

Demak, gemasulawesi – Menurut laporan, harga padi gabah yang kini sedang melambung tidak dapat dinikmati oleh para petani di Kecamatan Karanganyar, Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut dikarenakan dengan kondisi banjir yang melanda sejak beberapa waktu yang lalu, sekitar 3.427 hektare padi siap tanam di Demak menjadi rusak dikarenakan terendam banjir.

Kondisi tersebut menyebabkan ribuan hektare padi siap tanam di Demak, Jawa Tengah, menjadi membusuk dan membuat para petani harus mengais padi yang membusuk untuk mereka menyambung hidup.

Baca Juga:
Harga Beras Naik Tinggi, PJ Gubernur Kalimantan Timur Minta Pedagang Tidak Ambil Keuntungan Terlalu Banyak

Hal tersebut dilaporkan dialami oleh ratusan petani di sekitar 39 desa yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Para petani yang berada di Desa Cangkring, Demak, dikabarkan terpaksa harus mengais padi yang ambruk karena banjir yang kondisinya mulai membusuk untuk mereka bawa pulang.

Disebutkan jika sebagian besar para petani tersebut membawa pulang padi yang membusuk tersebut untuk bertahan hidup.

Baca Juga:
Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Parigi Moutong, Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara Gelar Sosialisasi

Salah satu petani di Desa Cangkring, Karmani, mengatakan jika dia memutuskan untuk membawa pulang padi-padi yang mulai membusuk atau telah membusuk karena telah 2 minggu terendam banjir.

“Saya mencari yang masih dapat diselamatkan, karena padi-padi ini dapat ada yang mengambil,” ujarnya.

Dia menambahkan jika hal tersebut terjadi, maka para petani akan bertambah rugi karenanya.

Baca Juga:
Update Pileg Hari Ini, Empat Nama Petahana DPRD Daerah Pemilihan I Kabupaten Parigi Moutong Terancam Gagal Rebut Kursi Legislatif

“Itu nantinya akan membuat semua benar-benar gagal,” katanya.

Salah seorang petani yang lainnya, Sutik, mengungkapkan jika dia masih berhadap gabah yang terendam baniir masih dapat dikonsumsi.

“Karena saat ini beras sedang mahal, sehingga para petani di Demak yang terdampak baniir masih berusaha untuk mengais padi yang masih dapat diselamatkan,” ucapnya.

Baca Juga:
Plt Kadisporapar Sebut Parigi Moutong Sedang Lakukan Persiapan Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Tarkam dan Fortradnas

Dia mengakui jika sebelum banjir melanda desanya, dia berharap akan mendapatkan untung besar, namun, kini justru terpuruk karena padi yang gagal panen.

“Kami rugi besar,” ungkapnya.

Sutik menuturkan jika para petani di Demak berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk mereka dapat kembali bercocok tanam setelah banjir. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dilaksanakan di Samarinda, Komda Alkhairaat Parigi Moutong Utus 25 Orang Pengurus untuk Ikuti Mukernas

Menurut laporan, Komda Alkhairaat Parigi Moutong mengutus 25 orang pengurusnya untuk mengikuti Mukernas di Samarinda.

Alami Kenaikan Harga yang Cukup Signifikan, Pedagang di Pasar Indramayu Terpaksa Jual Cabai dalam Kondisi Busuk

Dilaporkan jika para pedagang di Indramayu terpaksa menjual cabai dalam kondisi busuk dikarenakan harga cabai yang melonjak.

Sebut Merupakan Momen yang Sangat Bersejarah, PJ Bupati Parimo Resmikan Gedung Gereja GPDI Siloam Parigi

Kemarin, tanggal 25 Februari 2024, PJ Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, meresmikan gedung Gereja GPDI Siloam Parigi.

Gempa Guncang Bayah di Provinsi Banten, Dikabarkan Belum Ada Laporan Kerusakan hingga Sekarang

Belum ada kerusakan yang dilaporkan akibat gempa yang mengguncang Bayah, Banten, pada tanggal 25 Februari 2024 pukul 20.07 WIB.

Sulit Peroleh Air Bersih, Korban Banjir Demak Harus Antre untuk Dapatkan Pasokan dari Relawan

Laporan menyebutkan jika korban banjir di Demak harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih dari relawan yang datang.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;