Terkait Polemik Bansos, Moeldoko Sebut Wacana Hadirkan Presiden Jokowi di Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2024 Berlebihan

Ket. Foto: Moeldoko Menyatakan Wacana Menghadirkan Presiden Jokowi dalam Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2024 di MK Berlebihan
Ket. Foto: Moeldoko Menyatakan Wacana Menghadirkan Presiden Jokowi dalam Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2024 di MK Berlebihan Source: (Foto/Instagram/@dr_moeldoko)

Politik, gemasulawesi – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyatakan jika wacana untuk menghadirkan Presiden Jokowi dalam sidang sengketa hasil Pilpres tahun 2024 terkait polemik bansos adalah sesuatu yang berlebihan.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga menyebutkan jika kebijakan bansos adalah instrumen yang dimandatkan oleh undang-undang dalam rangka merespons situasi darurat yang terjadi saat itu.

Situasi darurat tersebut, menurut Moeldoko, yakni dampak fenomena El Nino terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat, yang salah satunya adalah komoditas beras.

Baca Juga:
Diminta Hadir di Sidang MK, Waketum Gerindra Yakin 4 Menteri Jokowi Akan Memberikan Efek Positif untuk Prabowo dan Gibran

“Jika sebuah daerah sedang dilanda situasi, apakah bantuan Presiden Jokowi akan menunggu?” tanyanya.

Moeldoko menyatakan jika Presiden Jokowi telah merencanakan bansos jauh sebelum rangkaian Pilpres dimulai.

“Hal tersebut dikarenakan mitigasi terhadap dampak El Nino telah lama diperhitungkan oleh pemerintah,” katanya.

Baca Juga:
Kini Lebih Dikenal Sebagai Politikus, Ini Sejumlah Fakta Keluarga Grace Natalie yang Memiliki Sedikit Gen India dan Afghanistan

Dia menegaskan jika bansos dilakukan untuk bantuan beras.

Lebih lanjut, Moeldoko menerangkan jika berbagai pihak yang peduli pada isu lingkungan seringkali mengingatkan kepada pemerintah Indonesia mengenai dampak El Nino pada masa tanam produktivitas petani.

“Selain itu, pengaruh situasi geopolitik yang juga ikut memicu kenaikan harga beras,” paparnya.

Baca Juga:
Intip Sumber Kekayaan Grace Natalie, Mantan Jurnalis yang Dinilai Layak oleh PSI untuk Maju di Pilkada Jakarta

Menurutnya, mengenai bansos tersebut dapat dilihat dari kebijakannya.

“Saya pikir jika itu dalam menjalankan undang-undang apa yang salah?” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional atau TPN Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Todung Mulya Lubis, menyatakan jika akan sangat ideal jika Presiden Jokowi ikut dihadirkan di Mahkamah Konstitusi untuk memberikan keterangan.

Baca Juga:
Salah Satu Kader Terkenal PSI, Ini Beberapa Fakta Grace Natalie yang Pernah Menjadi Pembawa Acara Berita Terfavorit

Todung menjelaskan jika Presiden Jokowi adalah kepala pemerintahan, sehingga jika Presiden memang dapat didatangkan oleh Ketua Majelis Hakim MK, maka itu akan sangat ideal.

“Hal tersebut dikarenakan tanggung jawab pengelolaan dana bansos pada akhirnya berujung pada Presiden,” ucapnya.

Dorongan untuk memanggil Presiden Jokowi untuk hadir dalam sidang sengketa hasil Pilpres tahun 2024 juga disuarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Anti Korupsi.

Baca Juga:
Kembali Maju di Pilkada 2024, Intip Kekayaan Emil Dardak yang Miliki Aset Fantastis Sebagai Politisi Muda

Dorongan untuk menghadirkan Presiden Jokowi tersebut disebutkan untuk mendalami laporan penyaluran bansos, pengerahan ASN dan hingga ketidaknetralan aparat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terkait Polemik Dugaan Politisasi Bansos, Wapres Meminta Semua Pihak untuk Menunggu Putusan MK

Wakil Presiden meminta semua pihak untuk menunggu putusan MK terkait dengan dugaan politisasi bansos atau bantuan sosial.

Ternyata Suka Kopi Tanpa Gula, Ini Sejumlah Fakta Menarik Khofifah Indar Parawansa yang Telah Memastikan Akan Maju di Pilkada 2024

Berikut adalah beberapa fakta menarik dari Khofifah Indar Parawansa yang akan maju kembali sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2024.

Didorong PSI Maju di Pilgub Jakarta 2024, Ini Profil Grace Natalie, Politikus Muda Indonesia yang Pernah Menuai Beberapa Kontroversi

Berikut ini merupakan profil dari Grace Natalie, salah seorang politisi muda yang didorong PSI untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2024.

Terkait Tudingan Menang Pilpres 2024 Dibantu oleh Program Bansos, Gibran Meminta Pihak yang Berperkara untuk Membuktikannya

Gibran meminta pihak yang berperkara untuk membuktikan tudingan memenangkan Pilpres tahun 2024 dibantu oleh program bansos.

Dipanggil MK, Staf Khusus Presiden Sebut 4 Menteri Kabinet Indonesia Maju Tidak Perlu Meminta Izin kepada Jokowi untuk Menghadiri Sidang

Staf Khusus Presiden menyebutkan jika 4 menteri Kabinet Indonesia Maju tidak perlu meminta izin Presiden Jokowi untuk menghadiri sidang.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;