Kini Jadi Tim Sukses dari Ganjar Pranowo, Yuk Simak Dulu Perjalanan Karir Eksklusif Eks Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam Birokrasi Kepolisian

<p>Foto Gatot Eddy Pramono dan perjalanan karirnya hingga kini (foto/instagram/@emil_malik_ibrahim)</p>
Foto Gatot Eddy Pramono dan perjalanan karirnya hingga kini (foto/instagram/@emil_malik_ibrahim)

Nasional, gemasulawesi – Gatot Eddy Pramono, seorang purnawirawan Polri, adalah sosok yang mencatatkan karier cemerlang dalam tubuh kepolisian Indonesia.

Lahir pada 28 Juni 1965, Gatot adalah anak dari seorang polisi yang bertugas di Pekanbaru, Riau.

Masa kecilnya diwarnai oleh pengaruh lingkungan kepolisian, dan kota Pekanbaru menjadi tempat tumbuh kembangnya dimana seluruh pendidikannya pun diselesaikan di kota tersebut.

Baca:Disukai dan Jadi Pilihan Generasi Muda Indonesia! Ini Dia Capres serta Cawapres Favorit Prabowo Gibran di Pilpres 2024

Pada tahun 1984, Gatot Eddy Pramono mendaftar di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil menjadi salah satu dari dua perwakilan Riau yang lulus, melanjutkan pendidikan di Blitar.

Empat tahun perjuangan di Akpol membentuknya, dan ia lulus pada tahun 1988 dengan pengalaman di bidang reserse.

Awal karirnya melibatkan penugasan di Blitar sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi dan Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar.

Baca:Terdapat Angka 8 di Visi Misi yang Diusung oleh 3 Pasangan Capres dan Cawapres, Ternyata Ini Artinya

Blitar juga menjadi tempat di mana ia menyatukan hidup dengan Widi Astutik dan kemudian dikaruniai tiga orang anak, Amanda Widya Aminditha, M Andi Yusuf, dan Amelia Widya Atmani Wedhana.

Setelah tiga tahun bertugas di Blitar, Gatot Eddy Pramono menjadi Komandan Peleton Taruna Akabri Semarang pada tahun 1991.

Pada tahun yang sama, ia ditempatkan di Polda Metro Jaya sebagai Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando dan Pengendalian Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Baca:Akan Dilakukan 5 Kali, KPU Akan Jadikan Tema Lingkungan Hidup Jadi Salah Satu Isu Prioritas di Debat Capres dan Cawapres

Kariernya terus menanjak, dan pada tahun 1998, ia menjadi Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Resor Metro Jakarta Pusat.

Seiring berjalannya waktu, Gatot Eddy Pramono menduduki berbagai jabatan penting dalam kepolisian, termasuk sebagai Kepala Kepolisian Resor Metro Depok pada tahun 2008, lalu Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan pada tahun 2009.

Pada tahun 2011, ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Baca:Melihat Persamaan Zodiak Prabowo dan Gibran: Kunci Keberuntungan Pasangan Capres Cawapres di Pilpres 2024

Tidak hanya berhenti di situ, Gatot Eddy Pramono juga aktif dalam berbagai jabatan strategis di kepolisian.

Seperti menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri pada tahun 2012.

Meskipun memiliki jabatan-jabatan penting dalam kepolisian, ia tetap memprioritaskan pendidikan.

Baca:Prabowo Subianto Menikmati Lezatnya Kupat Tahu Magelang: Kisah Kuliner Capres yang Menggoda

Di tahun 2015, Gatot Eddy Pramono berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Doktor Ilmu Kriminologi di Universitas Indonesia.

Selama 10 tahun terakhir sebelum pensiun, Gatot Eddy Pramono menjalankan tujuh jabatan tugas yang beragam, termasuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) pada 7 Januari 2020 hingga Juni 2023.

Akhirnya, Gatot Eddy Pramono memasuki masa pensiun pada Juni 2023, menandai akhir perjalanan karier luar biasanya dalam birokrasi kepolisian Indonesia. (*/Desi)

...

Artikel Terkait

wave

Menghadapi Pilpres 2024, Tengok Asal Mula Istilah Golput yang Dari Dulu Hingga Kini Masih Eksis dan Berkembang!

mengulas mengenai asal usul istilah golongan putih atau golput yang kerap dipergunakan ketika masa pemilihan atau pencoblosan calon pemimpin.

Seringkali Diremehkan dan Dianggap Tidak Ada! Ini Pernyataan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tentang Pilpres 2024

Baca artikel unik tentang pernyataan Cak Imin terkait dirinya dan Anies Baswedan yang selalu diremehkan di Pilpres 2024.

Temui Din Syamsudin Hari Ini, Cak Imin Sebut Tujuan Pertemuan Hanya Silaturahmi Biasa

Cak Imin yang bertemu dengan Din Syamsudin hari ini menyatakan pertemuana itu hanya untuk silaturahmi biasa.

Akui Belum Belanja Iklan Ganjar dan Mahfud di Medsos, TPN Sebut Baru Akan Dilakukan Setelah Pasangan Resmi Ditetapkan KPU

Prabu Revolusi menyatakan TPN baru akan melakukan belanja iklan media sosial Ganjar dan Mahfud setelah penetapan KPU.

Terkait Gibran, Budayawan Goenawan Mohamad Sesalkan Presiden Lakukan Berbagai Cara untuk Perpanjang Kekuasaannya

Budayawan Goenawan Mohamad menyampaikan penyesalannya terhadap Presiden Jokowi terkait Gibran Rakabuming Raka.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;