Pekaranganmu Makin Kece dengan Wolkaponik

<p>Ket. Deretan model wolkaponik yang bisa dibuat masyarakat (Foto/Facebook/BPTP Jakarta)</p>
Ket. Deretan model wolkaponik yang bisa dibuat masyarakat (Foto/Facebook/BPTP Jakarta)

Lifestyle, gemasulawesi – Punya pekarangan yang tak terlalu luas?Pilihan Wolkaponik bisa jadi pilihan utama Anda untuk membuat pekarangan makin cantik dan estetik.

Rak-rak cantik akuaponik berisi ikan nila gemuk-gemuk berjejer di Komplek Ciceri Permai, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Diatas rak akuaponik itu cabai-cabai rawit terlihat segar berwarna-warni menggoda siapapun yang melihatnya.

Baca Juga : Menteri Perdagangan Konfirmasi Harga Telur

Ternyata  masyarakat setempat mengadopsi teknik akuaponik terbaru, wolkaponik yang memang cocok untuk lahan pekarangan yang sempit.

Sayuran ditanam secara vertikal dan ikan dipelihara dibagian bak bawahnya secara akuaponik.

Tak cuma menghasilkan sayur dan ikan, wolkaponik ternyata bisa menambah keindahan pekarangan.

Baca Juga : Resep Sayur Asem Jakarta yang Lezat dan Mudah

Guru Besar Arsitektur Landsekap Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof Hadi Susilo kepada gemasulawesi.com, Kamis 02 Maret 2023 menuturkan Wolkaponik ini memadukan akuaponik dengan model wall gardening atau vertical garden.

Prof Hadi menambahkan, adanya vertical garden, nilai estetika lingkungan bisa bertambah, asalkan diatur dan ditata dengan baik.

“Vertical garden model wolkaponik ini selain estetik juga bisa menghasilkan pangan langsung dari pekarangan kita, bisa dapat sayur, dapat protein hewani dari ikan juga,” tuturnya.

Baca Juga : Resep Sayur Lodeh Sunda, Bisa Dicoba di Rumah

Desain yang minimalis dari wolkaponik, sangat cocok digunakan pada lahan pekarangan yang terbatas di perkotaan sekaligus menghasilkan bahan pangan yang sehat dan organik.

Ssayuran menjadi organik karena dapat nutrisi dari sisa pakan dan kotoran ikan yang mengandung hara konsentrasi tinggi.

Media tanam dan sayuran diatas kolam ikan sendiri menjadi penyaring aktif sebelum air masuk kembali kedalam kolam kembali.

Sehingga air kolam akan tetap terjaga kebersihannya dan pertumbuhan ikan menjadi baik dan besar-besar dibandingkan model akuarium biasa.

Setidaknya ada tiga model wolkaponik yang bisa Anda pilih, mulai dari 20 pot, model talang dan model paralon.

Berbagai sayuran daun seperti kangkung, selada dan pakcoy, sangat cocok untuk dikembangkan dengan wolkaponik ini.

Seluruh ikan air tawar yang biasa dikonsumsi seperti nila, mujair, lele dan lainnya cocok untuk menjadi bagian wolkaponik.

Jadi, mau mulai mencoba Wolkaponik?Yuk dimulai dari sekarang (*/YN)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Mie Sagu Sudah Ada yang Instan, Makin Enak !

Lifestyle, gemasulawesi &#8211; Bicara mie sagu, lidah milenial rasanya ragu untuk mencoba. Bentuknya yang kurang menarik dengan warna abu-abu cenderung butek, membuat mereka maju mundur mencoba. Tekstur yang mirip cendol, membuat mereka membayangkan menyeruput cendol dengan kuah rempah. Baca Juga : Bikin Ngiler! Berikut 12 Makanan Khas Aceh yang Wajib Dicoba Padahal, mie sagu banyak [&hellip;]

Gaya Hidup Minimalis, Alternatif Hidup Hemat dan Efektif

Lifestyle, gemasulawesi &#8211; Menjalani hidup minimalis sudah banyak dipraktekkan di negara Eropa dan Jepang. Masyarakatnya mencintai kesederhanaan yang diaplikasikan kedalam beberapa aspek kehidupan. Di Indonesia sendiri, sudah mulai menjamur anak- anak muda yang sadar akan manfaat menjalani hidup yang minimalis atau sederhana. Ditinjau dari segi kreativitas, terdapat banyak gerakan anak muda yang menggiatkan filosofi hidup [&hellip;]

Cara Tepat Menurunkan Tingkat Ketergantungan pada Sosial Media dengan Metode Digital Minimalism

Lifestyle, gemasulawesi &#8211; Dengan menerapkan prinsip Digital Minimalism, seseorang dapat memiliki konsentrasi yang bagus serta lebih produktif. Media sosial memang punya segudang manfaat jika ditinjau dari sisi positif, namun tak jarang banyak penggunaan media sosial yang kurang bijak. Sehingga hal tersebut berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kebanyakan menerima informasi dan bermain ponsel membuat seseorang [&hellip;]

Kalisani Solusi Ngopi di Kampus

Lifestyle, gemasulawesi &#8211; Meskipun sudah berdiri sejak 2019, rupanya masih banyak yang belum tau dengan Kalisani. Ya, Kalisani adalah sebuah coffeeshop unik, minimalis, dan nyaman yang  ada dilingkungan kampus hijau Universitas Andalas Kota Padang. Lokasi tepatnya ada di gedung BC (Bussines Center) lantai 2 deretan paling ujung. Suasana ngopi sore-sore ditempat ini sangat Indie vibe. [&hellip;]

Lagu Indie Favorit Muda-Mudi Zaman Kini

Lifestyle, gemasulawesi &#8211; Hampir semua kalangan menyukai musik, beda usia beda selera. Terlebih anak muda zaman sekarang yang sangat gemar mendengar lagu-lagu beraliran Indie. Musik Indie terdengar lebih ringan, santai serta memberikan efek menenangkan bagi pendengarnya. Semakin hari semakin banyak bermunculan penyanyi Indie yang berkualitas dengan karya-karya mereka yang berhasil mencuri hati penggemarnya. Pembukaan Masa [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;