Direktur Persiba Balikpapan Tersandung Kasus Narkoba, Perputaran Uang Fantastis Rp241 Miliar Terungkap, Begini Detailnya

Ilustrasi. Polisi menyita aset mewah milik Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi yang kini terjerat kasus narkoba.
Ilustrasi. Polisi menyita aset mewah milik Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi yang kini terjerat kasus narkoba. Source: Foto: Pexels

Balikpapan, gemasulawesi - Kasus narkoba yang menjerat Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi, semakin menyeret banyak aset mewah ke dalam proses penyitaan. 

Polisi mengungkap bahwa dalam dua tahun terakhir, Catur memiliki perputaran uang mencapai Rp241 miliar. 

Selain membekukan rekeningnya, kepolisian juga menyita berbagai aset bergerak dan tidak bergerak yang diduga berasal dari aktivitas ilegal.

Keterlibatan Catur Adi dalam jaringan narkoba menjadi sorotan utama, mengingat posisinya sebagai sosok penting di dunia sepak bola Indonesia. 

Baca Juga:
Banjir dan Longsor Terjang Padangsidimpuan Sumatera Utara, 711 Jiwa Mengungsi dan 2 Orang Hilang

Dengan banyaknya aset yang diamankan, penyidik kini tengah mendalami aliran dana dan potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mukti Juharsa, mengungkapkan bahwa kepolisian telah mengamankan sejumlah aset berharga milik Catur. 

Beberapa kendaraan mewah yang disita meliputi satu unit Ford Mustang, Toyota Alphard, Lexus, Honda Civic, Honda Freed, dan sepeda motor Royal Alloy.

Tidak hanya kendaraan, penyidik juga menyita 14 sertifikat tanah yang tersebar di berbagai lokasi. 

Baca Juga:
Waspada! BMKG Sebut Perairan NTT Berpotensi Diterjang Gelombang 4 Meter, Aktivitas Laut Diminta Berhati-hati

Selain itu, dua bangunan usaha yang dikelola Catur ikut diamankan, yaitu dua cabang Resto Raja Lalapan di Jalan MT Haryono dan Jalan Rampak, Balikpapan. 

Satu rumah indekos di Jalan Ahmad Yani Gang Masyarakat, Samarinda, juga masuk dalam daftar aset yang disita.

Kepolisian mencurigai bahwa aset-aset ini berasal dari aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. 

Oleh karena itu, proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk memastikan bagaimana aliran dana yang digunakan dalam kepemilikan aset tersebut.

Baca Juga:
Denny Siregar Sebut PDIP Harus Siap Ditinggal Simpatisan usai Ada Kadernya Bela Rapat RUU TNI di Hotel Mewah

Selain aset fisik, polisi juga menelusuri rekening yang dikendalikan oleh Catur Adi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, perputaran uang dalam rekening tersebut mencapai Rp241 miliar.

“Rekening atas nama Catur Adi dan beberapa rekening lain yang dikuasainya telah diblokir dan disita. Dalam dua tahun terakhir, uang yang mengalir melalui rekening itu mencapai Rp241 miliar,” ungkap Brigjen Mukti Juharsa pada Minggu, 16 Maret 2025.

Jumlah yang begitu besar ini menimbulkan dugaan bahwa Catur tidak bekerja sendiri. Kepolisian kini tengah menelusuri pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam jaringan yang lebih luas.

Dalam penyelidikan, diketahui bahwa Catur Adi merupakan salah satu pemegang saham di PT Malang Indah Perkasa. 

Baca Juga:
Lindungi Data Anda dengan Autentifikasi Multifaktor! Berikut Ini Rekomendasi Aplikasi Autentikator Terbaik untuk Tahun 2025

Meski bukan direktur utama, ia menjalankan operasional perusahaan sebagai wakil direktur. 

Direktur resmi perusahaan tersebut adalah H. Dimas atau M. Kamedi, yang kini juga menjadi perhatian penyidik untuk mengusut lebih dalam keterlibatan pihak lain dalam aktivitas Catur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Catur mengelola berbagai aset yang tersebar di beberapa wilayah. 

Perusahaan yang dikelolanya terhubung dengan sejumlah bisnis, termasuk restoran dan properti. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada aktivitas pencucian uang dari hasil kejahatan narkoba dalam operasional bisnisnya.

Baca Juga:
Light Phone III Akan Hadir pada 27 Maret, Menjanjikan Pengalaman Digital yang Minimalis di Dunia yang Semakin Kacau

Kepolisian masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa berbagai pihak yang terkait.

Penyelidikan akan difokuskan pada aliran dana yang mengalir dari dan ke rekening Catur, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk rekan bisnis atau kolega yang berperan dalam mengelola aset-asetnya.

Tim penyidik juga tengah melakukan audit terhadap aset yang disita untuk memastikan legalitas kepemilikannya. 

Jika terbukti berasal dari aktivitas ilegal, aset-aset tersebut akan disita untuk negara dan dijadikan barang bukti dalam proses hukum. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Banjir dan Longsor Terjang Padangsidimpuan Sumatera Utara, 711 Jiwa Mengungsi dan 2 Orang Hilang

Banjir dan longsor di Padangsidimpuan membuat 711 warga mengungsi, 2 hilang, dan ribuan terdampak. Evakuasi terus dilakukan.

Waspada! BMKG Sebut Perairan NTT Berpotensi Diterjang Gelombang 4 Meter, Aktivitas Laut Diminta Berhati-hati

BMKG menyebut bahwa ada potensi terjadi gelombang laut kategori tinggi, berkisar 2,5 meter sampai 4 meter di Nusa Tenggara Timur

Kemenag Tingkatkan Inovasi Digital terhadap Penyuluh Agama di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara

Inovasi digital terhadap penyuluh agama di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, ditingkatkan oleh Kementerian Agama.

Tragis! Ditemukan Mayat Bayi Mengapung di Atas Sungai Hingga Gegerkan Warga Probolinggo, Ini Faktanya

Penemuan jasad seorang bayi tak berdosa di air sungai gegerkan warga Kabupaten Probolinggo hingga dilaporkan ke pihak kepolisian.

Heboh Gegara Asyik Layani Pelanggan, Regulator Gas Bocor Hingga Warung Kopi Terbakar Ludes, Ini Kronologinya

Geger warung kopi milik kakek lansia di jalanan Kabupaten Situbondo ludes terbakar api gegara regulator gas bocor yang ada di warung.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;