Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong, Menggelar Sosialisasi Peran Partisipatif Masyarakat Jelang Pemilu Seratak 2024

Koordinator divisi pencegahan partisipatif dan hubungan masyarakat Fatmawati, ST, M.A.P
Koordinator divisi pencegahan partisipatif dan hubungan masyarakat Fatmawati, ST, M.A.P Source: (Foto/gemasulawesi/Abdul main)

 

Parigi Moutong, Gema Sulawesi - Pada hari ini Selasa tanggal 23 Januari 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong kembali menggelar sosialisasi peran partisipatif masyarakat jelang pemilu serentak 14 Februari mendatang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong disalah satu aula pertemuan di wilayah kota parigi.

Dalam pertemuan sosialisasi yang menghadirkan Oraganisasi masyarakat, baik kepemudaan maupun organisasi perempuan.

Koordinator divisi pencegahan partisipatif dan hubungan masyarakat Fatmawati, ST, M.A.P saat ditemui ditempat kegiatan mengatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pemilu sangatlah dibutuhkan.

Baca Juga:
Sempat di Nonjob, Enam Pejabat Tinggi Pratama Parigi Moutong Kembali Dilantik

"Tujuan Bawaslu mengundang elemen masyarakat adalah karena masyarakat merupakan bagian dari telingan dan mata Bawaslu juga," ungkapnya.

Kemudian Fatmawati menambahkan pula, kegiatan seperti ini dilakukan demi untuk kesuksesan pemilu sesuai dengan harapan bersama.

"Partisipasi masyarakat serta keterlibatan semua pihak sangatlah penting demi terselenggaranya dan suksesnya pemilu," tuturnya.

Olehnya kata Fatmawati masyarakat teruslah di ingatkan dengan metode atau cara-cara seperti ini.

Baca Juga:
Akan Diambil Sumpahnya, Ini 5 Nama yang Berhasil Lolos Jadi Komisioner KPU Kabupaten Parigi Moutong

"Seperti tecklaen kami, Bersama Rakayat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu," sebutnya.

Fatmawati berharap, semoga dengan sosialisasi tersebut dapat peningkatan imunitas serta pengetahuan masyarakat terkait kepemiluan.

"Tentunya harapan kami adalah semoga kesadaran masyarakat meningkat terhadap pengetahuan pemilu," pungkasnya. (Abdul Main)

 

...

Artikel Terkait

wave
Serahkan Sertifikat Tanah di Grobogan, Presiden Jokowi Targetkan Tahun 2025 Selesai Dibagikan

Dalam kunjungannya ke Grobogan, Presiden Jokowi mengungkapkan jika di tahun 2025, sertifikat tanah selesai dibagikan.

Terdapat Dugaan Sejak 2016, KPK Sebut Praktek Pungli di Rutan KPK Mulai Tahun 2018 Telah Terstruktur

Juru bicara KPK menyampaikan jika sejak tahun 2018 praktek pungli di rutan KPK telah mulai dilakukan secara terstruktur.

Totalnya 93 Pegawai, Dewan Pengawas KPK Selenggarakan Sidang Etik terhadap 13 Orang yang Terlibat Kasus Dugaan Pungli

Hari ini, Dewan Pengawas KPK kembali mengadakan sidang etik yang dilakukan terhadap 13 orang pegawai KPK yang terlibat kasus dugaan pungli.

Simak Plot Film Out for a Kill dengan Aksi Balas Dendam yang Merajut Intrik Dunia Narkoba Internasional

Dalam Out for a Kill, Steven Seagal berperan sebagai ahli arkeologi yang dendam, mengungkap dunia penyelundupan narkoba internasional.

Firli Bahuri Ajukan Gugatan Pra Peradilan Kembali, Polda Metro Jaya Sebut Siap Menghadapinya

Polda Metro Jaya menegaskan siap untuk menghadapi gugatan pra peradilan yang diajukan Firli Bahuri untuk yang kedua kali.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;