Soroti Serangan KKB di Papua, Puan Maharani Nilai Pendekatan Militeristik Tak Optimal: Langkah Baru Harus Dilakukan

Potret Ketua DPR RI, Puan Maharani ketika memberikan keterangan di hadapan awak media
Potret Ketua DPR RI, Puan Maharani ketika memberikan keterangan di hadapan awak media Source: (Foto/Instagram/@puanmaharaniri)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani menyampaikan pandangannya mengenai pendekatan yang selama ini diterapkan dalam menangani persoalan konflik di Papua, khususnya terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menurutnya, pendekatan militeristik yang selama ini digunakan oleh negara belum sepenuhnya mampu menyelesaikan akar persoalan yang terjadi di Papua.

Puan menegaskan bahwa permasalahan di wilayah tersebut bukan semata-mata soal separatisme, melainkan lebih kompleks karena berkaitan erat dengan isu keadilan dan kesenjangan sosial yang masih dirasakan oleh masyarakat Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan setelah merespons peristiwa penyerangan oleh KKB yang terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, yang menyebabkan 11 warga sipil kehilangan nyawa.

Baca Juga:
Dukung Prabowo Beli Seribu Burung Hantu Guna Basmi Hama Tikus, Susi Pudjiastuti Sentil Ilmuwan yang Tak Setuju

Kesebelas korban diketahui merupakan pendulang emas yang menjadi sasaran kekerasan pada rentang waktu 5 hingga 8 April 2025.

Kejadian ini menambah deretan panjang korban dari kalangan warga sipil yang menjadi target dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut, dan memicu keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan legislatif.

Puan menilai bahwa kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang terus menyasar berbagai kalangan, termasuk warga sipil, tidak bisa terus-menerus dinormalisasi.

Melalui keterangannya di Jakarta pada Jumat, 11 April 2025, Puan menekankan pentingnya perubahan pendekatan yang lebih menyeluruh dan manusiawi dalam menangani situasi di Papua.

Baca Juga:
Soroti Kebijakan Tarif Impor AS, Mahfud MD Puji Respons Presiden Tiongkok Xi Jinping: Mewakili Perasaan Internasional

Ia mengajak pemerintah untuk mulai mengedepankan dialog serta melibatkan berbagai unsur masyarakat lokal, termasuk tokoh adat, tokoh agama, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil, agar dapat menjadi jembatan dalam upaya perdamaian dan rekonsiliasi.

"Langkah baru harus dilakukan, terutama upaya yang mengedepankan dialog, menjamin kesejahteraan, dan memperkuat kehadiran negara secara adil dan manusiawi," jelas Puan di Jakarta Jumat 11 April 2025.

Lebih lanjut, Puan juga menyoroti pentingnya pemerintah untuk tidak memandang korban kekerasan bersenjata di Papua hanya sebagai angka statistik semata.

Menurutnya, setiap nyawa yang hilang merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak atas rasa aman dan perlindungan dari negara.

Baca Juga:
Menko Yusril Pastikan Hukuman Mati di dalam KUHP Baru Tidak Dihapuskan, Begini Mekanisme Penerapannya

Situasi seperti ini, menurut Puan, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menciptakan trauma berkepanjangan dan ketidakpercayaan terhadap negara dari masyarakat lokal.

"Kita tidak bisa lagi menormalisasi kekerasan di Papua yang terus terjadi. Akhiri kekerasan di Papua," ujar Puan.

Pernyataan Puan Maharani menjadi refleksi bahwa penanganan konflik di Papua membutuhkan pendekatan yang lebih berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial.

Tidak cukup hanya dengan operasi keamanan, pemerintah juga perlu menaruh perhatian lebih besar terhadap pembangunan yang merata, keterlibatan masyarakat lokal, dan penghormatan terhadap hak-hak budaya serta adat istiadat masyarakat Papua. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Dukung Prabowo Beli Seribu Burung Hantu Guna Basmi Hama Tikus, Susi Pudjiastuti Sentil Ilmuwan yang Tak Setuju

Susi Pudjiastuti memberikan dukungan terhadap Presiden Prabowo yang ingin beli seribu burung hantu guna membasmi hama tikus

Soroti Kebijakan Tarif Impor AS, Mahfud MD Puji Respons Presiden Tiongkok Xi Jinping: Mewakili Perasaan Internasional

Mahfud MD memuji respons Presiden Tiongkok, Xi Jinping terkait kebijakan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat

Menko Yusril Pastikan Hukuman Mati di dalam KUHP Baru Tidak Dihapuskan, Begini Mekanisme Penerapannya

Menko Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa hukuman mati tak dihapus di dalam KUHP baru, begini mekanisme penerapannya

Sekjen Gerindra Muzani Pastikan Ketum PDIP Megawati Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo Meski di Luar Koalisi

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dukung pemerintah dari luar koalisi

Heboh Mobil Dinas Kemhan Diduga Dipakai Transaksi dengan PSK, Kemenhan Tegaskan Pihaknya akan Telusuri Pengendara

Kementerian Pertahanan RI menanggapi adanya video yang menampilkan dugaan mobil Kemenhan dipakai untuk transaksi PSK

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;