25 Jalan Raya di DKI Jakarta Direncakanan Akan Berbayar ERP

<p>foto: laman instagram @mobiklin</p>
foto: laman instagram @mobiklin

Nasional, gemasulawesi – Kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta memang menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga sekarang. Meskipun begitu, baru-baru ini dikabarkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta berencana akan memberlakukan rencana jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP) pada beberapa ruas jalan dengan total 25 ruas jalan. Hal ini bertujuan agar mengurai kemacetan yang terjadi di ibukota.

Perencanaan ini digadang-gadang mengikuti jam aturan yaitu dari jam 05.00 sampai dengan jam 22.00. Menurut Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syarif Liputo rencana pemberlakuan jalan berbayar ini menunggu pembahasan rancangan peraturan daerah.

Selain itu, Dishub DKI juga sedang dalam upaya membahas perencanaan ERP bersama dengan Badan Pembentukan  Peraturan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta.

Baca: Persidangan Elektronik di PN Parigi Terkendala Jaringan Internet

Penerapan system jalan berbayar ERP ini nantinya akan tercantum pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE). Dalam pasal 13 Ayat 1 Raperda tersebut tercantum bahwa pegguna jalan yang melalui kawasan yang sudah disebutkan pada Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik maka akan dikenakan tarif layanan PPLE.

Semua kendaraan dan pengguna jalan yang melewati kawasan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik maka diwajibkan untuk melengkapi surat-surat dengan perangkat identitas kendaraan elektronik dan atau perangkat tertentu lainnya.

Dengan adanya rencana pemberlakukan tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat. Beberapa bertanya apakah nanti pemberlakukan tersebut hanya untuk kendaraan beroda empat atau kendaraan bermotor seperti sepeda motor juga pada akhirnya ikut membayar pemberlakuan jalan berbayar ERP tersebut.

Baca: Polisi Bekuk ASN Pencuri Barang Elektronik di Tolitoli

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pemberlakuan jalan berbayar ini, namun beberapa pihak juga mulai memperbincangkan apakah nantinya peraturan ini dapat efisien ke depannya. (*/Desi)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Tags

Artikel Terkait

wave

Mengenal Sosok Fahruddin Faiz dalam Dunia Filsafat

Kupas tuntas, gemasulawesi &#8211; Bagi para pecinta bidang Ilmu Filsafat, siapa yang tak mengenal Fahruddin Faiz pastinya kurang afdhol. Ya, beliau seorang tokoh publik yang sangat mengedukasi melalui bidang ilmu filsafat. Banyak yang beranggapan bahwa logika berpikir secara Filsafat sangat sulit dan jelimet. Namun Dr. Fahruddin Faiz, S. Ag, M.Ag. punya cara uniknya tersendiri untuk [&hellip;]

Motor Suzuki Skydrive Kembali Muncul dengan Wajah Baru

Suzuki Skydrive pernah menjadi salah satu varian motor yang mewarnai rancah kendaraan bermotor di Indonesia.

Sinopsis Film Amityville : The Awakening, Film Horor Amerika Serikat

Amityville merupakan salah satu fim horor yang berasal dari Amerika Serikat.Film ini diproduksi dan disutradai oleh Franck Ange Khalfoun.

Zodiak Libra, Ada Kejutan Menantimu di Tahun 2023

Zodiak Libra yang melambangkan keadilan dan keseimbangan dalam hidup ini akan mendapatkan kejutan di tahun 2023.

Bagaimana Aquarius di Bulan Februari 2023?

Februari merupakan bulannya Aquarius. Zodiak Aquarius (20 Januari-18 Februari) ini akan mendapatkan hasil atas kerja kerasnya selama ini

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;