Serangan Pasukan Penjajah Israel Semakin Intensif, Pasien Dilaporkan Dibiarkan Tanpa Perawatan di Rumah Sakit Rafah

Ket. Foto: Pasien di Rumah Sakit Rafah Dikabarkan Dibiarkan Tanpa Perawatan
Ket. Foto: Pasien di Rumah Sakit Rafah Dikabarkan Dibiarkan Tanpa Perawatan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, para pasien dan staf terpaksa keluar dari rumah sakit-rumah sakit yang berada di Rafah ketika serangan penjajah Israel terhadap kota tersebut semakin intensif.

Salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan jika hal tersebut menyebabkan banyak pasien yang sedang sakit dan terluka di rumah sakit Rafah tidak dapat menerima perawatan dan dibiarkan tanpa perawatan.

Salah satu dokter Palestina di sebuah rumah sakit di Rafah, Mohammed Zaqout, mengatakan pihaknya tidak mempunyai tempat tidur.

Baca Juga:
Serang Rafah, Hamas Tegaskan Operasi Terbatas yang Disebutkan Penjajah Israel Merupakan Kebohongan

“Tidak ada rumah sakit untuk merujuk para pasien, terutama untuk pasien yang sedang kritis,” katanya kemarin, 10 Mei 2023, waktu Palestina.

Zaqout menambahkan Rumah Sakit Al-Najjar tidak berfungsi dan RS Kuwait hanya untuk trauma dan darurat.

Di sisi lain, Menteri Keuangan penjajah Israel, Bezalel Smotrich, dilaporkan menahan sekitar 170 juta shekel atau 46 juta USD pendapatan pajak untuk Otoritas Palestina.

Baca Juga:
Klaim Memungkinkan Hamas Terus Berjuang, Aktivis Penjajah Israel Memblokir Jalan Raya Utama di Bagian Selatan untuk Menghalangi Truk Bantuan

Laporan tersebut disebutkan berasal dari sumber anonim yang dekat dengan politisi sayap kanan tersebut.

Sumber itu mengatakan dana tersebut telah ditahan semalam 9 hari.

“Hal ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap upaya Otoritas Palestina untuk meminta ICC atau Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pejabat penjajah Israel atas dugaan pelanggaran hukum internasional di Jalur Gaza,” terangnya.

Baca Juga:
Pertempuran Sengit, Hamas Sebut Ledakan Terowongan Jebakan di Rafah Melukai 3 Tentara Penjajah Israel

Sebelumnya, penjajah Israel, yang diketahui mengumpulkan pendapatan pajak atas nama Otoritas Palestina, telah memperingatkan jika mereka akan memulai tindakan yang akan menyebabkan keruntuhan Otoritas Palestina jika ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Sementara itu, militer penjajah Israel menyatakan jet tempur dan helikopter serangnya telah menggunakan dalam operasi melawan pejuang Palestina.

“40 sasaran teroris dihancurkan di Jalur Gaza selama beberapa hari terakhir, termasuk dengan di Rafah selatan,” ujar mereka.

Baca Juga:
Tegaskan Perang Harus Diakhiri Sekarang, Pelapor PBB Sebut Palestina Telah Mengalami Setengah Abad Kediktatoran Militer yang Rakus

Militer penjajah Israel menyampaikan pesawat-pesawat tempur mereka menyerang sejumlah daerah di Rafah yang disebutkan mereka adalah tempat dimana roket dan granat berpeluncur roket ditembakkan ke wilayah penjajah Israel dan perbatasan Karem Abu Salem.

“Jet tempur kami juga menyerang sasaran di lingkungan Zeitoun yang berada di Kota Gaza,” ungkap mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Melakukan Penangkapan, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Menggerebek dan Menyerbu Seluruh Wilayah Tepi Barat

Militer penjajah Israel dilaporkan menggerebek dan juga menyerbu seluruh wilayah Tepi Barat, serta melakukan penangkapan.

Sebut Tidak Boleh Menyerang Rafah, Menhan AS Tegaskan Amerika Serikat Telah Menghentikan Pengiriman Senjata ke Penjajah Israel

Menteri Pertahanan AS menyampaikan Amerika Serikat telah menghentikan pengiriman senjata ke penjajah Israel.

Setelah Ada Seruan Protes, Markas UNRWA di Yerusalem Timur Dilaporkan Diserang oleh Sekelompok Pengunjuk Rasa Penjajah Israel

Markas besar UNRWA yang berada di Yerusalem Timur dikabarkan diserang oleh sekelompok pengunjuk rasa penjajah Israel.

Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, Sekjen PBB Dikabarkan Terus Menyerukan Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza Sebanyak 3 Kali

Sekjen PBB, Antonio Guterres, dilaporkan telah menyerukan gencatan senjata hingga 3 kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

Mengakibatkan 7 Orang Tewas, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sebuah Gedung Apartemen yang Berada di Kota Gaza

Militer penjajaha Israel mengebom sebuah gedung atau kompleks apartemen yang berada di Kota Gaza dan mengakibatkan 7 orang meninggal.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;