Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, Sekjen PBB Dikabarkan Terus Menyerukan Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza Sebanyak 3 Kali

Ket. Foto: Sekjen PBB Terus Menyerukan Gencatan Senjata Segera Sebanyak 3 Kali dalam Waktu Kurang dari 24 Jam
Ket. Foto: Sekjen PBB Terus Menyerukan Gencatan Senjata Segera Sebanyak 3 Kali dalam Waktu Kurang dari 24 Jam Source: (Foto/X/@antonioguterres)

Internasional, gemasulawesi – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterresm dilaporkan telah menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza sebanyak 3 kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

Laporan yang sama menyebutkan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyerukan kepada para sekutu penjajah Israel untuk menggunakan kekuatan apapun yang mereka miliki untuk menghentikan invasi darat pasukan penjajah Israel ke Rafah.

Salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya kemarin, 7 Mei 2024, waktu Palestina, mengatakan patut dicatat bahwa PBB menolak membantu evakuasi pengungsi di Rafah ke daerah lain, untuk memungkinkan operasi militer yang semacam itu.

Baca Juga:
Mengakibatkan 7 Orang Tewas, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sebuah Gedung Apartemen yang Berada di Kota Gaza

“PBB menyampaikan bahwa ada terlalu banyak orang di Rafah,” ujarnya.

Dia menekankan PBB juga mengatakan memindahkan atau mengungsikan mereka akan sangat berbahaya.

Dia menambahkan PBB juga menyebutkan tidak ada tempat yang aman untuk mereka mengingat daerah yang mereka tuju telah penuh sesak dan kekurangan air serta toilet, juga kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca Juga:
Tegaskan Pembunuhan Sudah Cukup, Ketua Hak Asasi Manusia PBB Nyatakan Rencana Invasi Rafah oleh Penjajah Israel Tidak Manusiawi

Anggota Kongres Amerika Serikat, Ayanna Presley, telah meminta Joe Biden untuk menggunakan pengaruhnya terhadap penjajah Israel untuk menghentikan serangan terhadap Rafah.

Sebelumnya, penjajah Israel diketahui memberikan instruksi agar warga Palestina mencari perlindungan di Rafah saat menyerang wilayah lainnya di Jalur Gaza.

Menurutnya, warga Palestina yang berlindung di Rafah tidak memiliki tempat lagi untuk mereka tuju.

Baca Juga:
Masih Berlanjut, 4 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Rafah Bagian Timur

“Selain itu, para pejabat kemanusiaan telah memperingatkan bahwa serangan penjajah Israel akan menjadi bencana untuk warga sipil Palestina,” katanya.

Dalam sebuah postingan media sosial, Pressley menyampaikan pasukan penjajah Israel menyerang Rafah yang merupakan tempat perlindungan terakhir di Jalur Gaza.

“Lebih dari 1,4 juta warga Palestina berlindung disana dan menghadapi lebih banyak kematian serta kehancuran,” ucapnya.

Baca Juga:
Kekurangan Bahan Bakar Parah Terjadi di Jalur Gaza, UNRWA Ungkap Hanya Memiliki Persediaan Solar untuk 1 Hari

Dia menambahkan jika Joe Biden menyebut invasi ke Rafah sebagai garis merah dan dia harus menggunakan kekuatannya untuk menghentikan serangan ini.

Di sisi lain, Columbia Law School membela mahasiswanya setelah hakim konservatif mengatakan mereka tidak akan mempekerjakan mantan mahasiswanya.

Dekan Hukum Columbia Law School, Gillian Lester, menegaskan bahwa mahasiswa hukum Columbia secara konsisten dicari oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di sektor swasta dan publik, termasuk dengan peradilan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terjadi pada 2 Lokasi Berbeda, Serangan Terbaru Penjajah Israel di Rafah Dilaporkan Menyebabkan 16 Warga Palestina Tewas

Serangan terbaru penjajah Israel di 2 lokasi yang berbeda di Rafah, Jalur Gaza dan menyebabkan 16 orang warga Palestina tewas.

Sejumlah Tentara Tewas dan Terluka, Militer Penjajah Israel Menutup Penyeberangan Karem Abu Salem Setelah Serangan Roket Hamas

Militer penjajah Israel dilaporkan menutup penyeberangan Karem Abu Salem setelah sebelumnya Hamas melancarkan serangan roket.

Kembali Dilakukan, Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Warga Palestina di Beberapa Kota Tepi Barat

Sejumlah pemukim penjajah Israel menyerang warga Palestina di beberapa kota yang berada di Tepi Barat, Palestina.

Peringatkan untuk Tidak Menyerang Rafah, Hamas Sebut Penjajah Israel Akan Membayar Mahal Jika Melakukannya

Hamas menyampaikan penjajah Israel akan membayar mahal jika menyerang Rafah dan memperingatkan untuk tidak melakukannya.

Sebut Perang terhadap Perempuan, PBB Ungkap 37 Anak di Jalur Gaza Kehilangan Ibu Mereka Setiap Harinya

PBB menyampaikan 37 anak di Jalur Gaza kehilangan ibu mereka setiap harinya dan menyatakan jika ini adalah perang terhadap perempuan.

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;