Tumbuh Sebagai Pengungsi di Gaza, Ini tentang Sheikh Ahmed Yassin yang Merupakan Pendiri Hamas

Ket. Foto: Berikut Ini tentang Sheikh Ahmed Yasin yang Merupakan Pendiri Hamas (Foto/Pinterest)
Ket. Foto: Berikut Ini tentang Sheikh Ahmed Yasin yang Merupakan Pendiri Hamas (Foto/Pinterest) Source: (Foto/Pinterest)

Internasional, gemasulawesi – Di tahun 1948, bersamaan dengan ratusan rbu warga Palestina lainnya yang secara etnis dibersihkan oleh lahirnya negara Israel, seorang anak bernama Ahmed Yassin yang kelak dikenal dengan nama Sheikh Ahmed Yassin, pergi bersama keluarganya untuk mengungsi ke Jalur Gaza.

Ahmed Yassin (Sheikh Ahmed Yassin) dilahirkan di Desa Al-Jaura yang saat Nakba terjadi, bersama dengan ratusan kota dan desa Palestina lainnya setelah Nakba dihapuskan dari peta oleh pasukan Zionis.

Saat Ahmed Yassin (Sheikh Ahmed Yassin) berusia 12 tahun, bermain dengan teman-temannya di tepi pantai dan mengalami kecelakaan yang sifatnya hingga kini belum jelas dan menyebabkan beberapa tulang belakang di bagian lehernya patah.

Baca Juga: Lebih dari 100 Gempa Susulan Terjadi, Korban Gempa Jepang Tercatat Bertambah Menjadi 24 Orang

Hal ini diketahui meninggalkan Ahmed Yassin dalam kondisi yang menentukan citranya, yakni seorang penderita lumpuh yang sebagian tubuhnya lumpuh dan harus bergantung pada kursi roda dan juga orang lain.

Ahmed Yassin berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengah di Gaza dan bekerja sebagai guru Studi Arab dan Islam hingga tahun 1964.

Dia kemudian bergabung dengan jurusan Bahasa Inggris di Universitas Ain Shams di Kairo, namun, hanya menghabiskan waktu sekitar 1 tahun disana.

Baca Juga: Hadiah Nobel Perdamaian 2024, Lebih dari 40 Ribu Orang di Dunia Dukung Petisi Nominasi Petugas Kesehatan Gaza

Beberapa laporan menyebutkan hal tersebut dikarenakan karena kondisi kesehatan yang memburuk, tetapi laporan yang lain menyatakan adanya penindasan dari pihak berwenang di Mesir yang pernah menahannya sebentar di tahun 1965.

Diketahui jika penahanan tersebut dikarenakan keterlibatan Ahmed Yassin pada gerakan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.

Ahmed Yassin yang kembali ke Jalur Gaza yang saat itu masih berada di bawah kendali Mesir, dilaporkan sangat dipengaruhi oleh Ikhwanul Muslimin dan mulai bekerja untuk cabang Palestina.

Baca Juga: Haruskan Warga Mengungsi ke Tempat Lebih Tinggi, Gempa Jepang Tewaskan 6 Orang

Ahmed Yassin kemudian mengembangkan reputasinya sebagai salah satu pengkhotbah yang paling dihormati di Jalur Gaza.

Dia sering memberikan khutbah saat salat Jumat dan mendapatkan banyak pengikut.

Di tahun 1987, Sheikh Ahmad Yassin ikut mendirikan Hamas yang merupakan singkatan dari bahasa Arab untuk Gerakan Perlawanan Islam.

Baca Juga: Berlangsung Lama, Apakah Israel Telah Cukup Melemahkan Hamas untuk Memenangkan Perang?

Namun, Israel tidak menginginkan untuk membiarkannya hidup dan akhirnya berhasil membunuhnya di tanggal 22 Maret 2004 bersama dengan 9 orang lainnya saat dia dibunuh oleh helikopter setelah meninggalkan masjid saat fajar. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Hidup Saat Perang, Warga Gaza Derita Kekurangan Pakaian Musim Dingin di Tengah 40 Hari Terdingin dalam Setahun

Laporan menyebutkan jika di tengah 40 hari terdingin di Gaza dalam 1 tahun, warga Gaza menderita kekurangan pakaian musim dingin.

Solidaritas, Ini Beberapa Negara di Dunia yang Membatalkan Perayaan Tahun Baru 2024 untuk Gaza

Berikut ini daftar beberapa negara di dunia yang membatalkan perayaan Tahun Baru 2024 sebagai bentuk solidaritas untuk Gaza dan Palestina.

Gempa Bumi Guncang Jepang, Layanan Publik Kereta Cepat Shinkansen Dihentikan

Dilaporkan terjadi penghentian layanan kereta cepat Shinkansen akibat gempa bumi yang melanda Jepang pada siang hari waktu setempat.

Gempa Berkekuatan 7,6 M Mengguncang Jepang, Peringatan Tsunami dan Mengungsi Dikeluarkan

Hari ini, gempa bumi yang berkekuatan 7,6 SR dilaporkan mengguncang Jepang yang menyebabkan peringatan tsunami dan mengungsi dikeluarkan.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;