Gerakan Solidaritas Internasional Meningkat, Pakar Sebut Publik Belum Benar Bebas hingga Palestina Merdeka

Ket. Foto : Pakar Nyatakan Publik Belum Benar Bebas Sampai Palestina Merdeka (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto : Pakar Nyatakan Publik Belum Benar Bebas Sampai Palestina Merdeka (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Beberapa pendapat menyebutkan jika alasan Israel melakukan kejahatan seperti itu terhadap Palestina antara lain karena Israel mengetahui apa yang dunia ketahui, yakni hak berada di pihak Palestina.

Palestina disebutkan memiliki hak-hak yang telah diabaikan selama beberapa dekade ini.

Seorang pakar yang merupakan direktur komunikasi untuk Progressive International, James Schneider, menyatakan jika sebuah resolusi mengikuti hak-hak yang telah ada, maka Israel harus memberikan lebih banyak keuntungan kepada Palestina daripada yang mereka inginkan.

Baca Juga: Bertambah Parah Akibat Perang, Ini Dampak Sampah terhadap Kesehatan dan Lingkungan Warga Palestina

Dia menambahkan bahwa Israel lolos dari kejahatannya karena memiliki bom, peluru, dan dukungan diplomatik dari AS dan bawahan utamanya, termasuk Inggris.

“Situasi ini terdengar menyedihkan karena negara yang paling kuat di dunia sedang mendukung kejahatan-kejahatan yang mengerikan,” ujarnya.

James Schneider melanjutkan jika publik dapat mengubah fakta di lapangan meskipun gerakan untuk hak-hak dan martabat Palestina mungkin tidak memiliki sistem pertahanan berteknologi tinggi untuk melakukan hal ini, namun, publik memiliki 3 alat utama.

Baca Juga: Dengan Hampir Seluruh Penduduk Gaza Terkonsentrasi di Selatan, Ini Bencana Kemanusiaan yang Akan Terjadi Akibat Perang

“Yang pertama adalah keseimbangan kekuatan moral dalam komunitas internasional sedang berayun dari dunia utara ke dunia selatan,” ucapnya.

Schneider melanjutkan jika alat yang kedua adalah publik dapat melempar pasir ke roda mesin perang Israel.

“Dan yang ketiga, yakni kita dapat meningkatkan dampak politik dan keterlibatan dalam kejahatan Israel di negara-negara utara.

Baca Juga: Masih Agresi, Ini Alasan Kenapa Penjajah Israel Keras Kepala Memburu 3 Sosok Pemimpin Hamas yang Paling Dicari Zionis

James menuturkan jika menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov, hanya 8% yang menentang gencatan senjata.

Dia lantas mengambil contoh untuk negara Inggris dengan mengatakan dengan memberikan tuduhan atas kejahatan Israel, media dan kelas politik Inggris menunjukkan bahwa Inggris bukanlah negara yang benar-benar merdeka.

“Konflik ini juga menunjukkan jika Inggris bukanlah negara demokrasi yang sesungguhnya,” terangnya.

Baca Juga: Penjajah Israel Masih Tidak Indahkan Kecaman, Ketiga Negara Ini Menjadi Pemasok Senjata Terbesar ke Zionis

Dia menegaskan orang-orang tertentu memperjuangkan pembebasan nasional bagi rakyat Palestina.

“Dan itu sebabnya, kita belum benar-benar bebas sampai Palestina merdeka,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Kota Kosong dan Menjadi Tidak Layak Huni, Ini Bagaimana Perang Mengubah Wajah Palestina

Berikut ini bagaimana perang yang terjadi sejak tanggal 7 Oktober 2023 mengubah wajah Palestina sekarang.

Telah Berlangsung Menahun, Seorang Pakar Sebut Rakyat Palestina Miliki Hak Pertahanan yang Sah

Seorang pakar, menyebutkan jika rakyat Palestina memiliki hak pertahanan yang sah terhadap kekejaman Israel.

Banyak yang Meninggal dan Cedera, Pakar Sebut Menjadi Seorang Anak di Gaza Berarti Hidup dalam Waktu Pinjaman

Seorang pakar menyebutkan jika menjadi seorang anak di Gaza, Palestina, berarti hidup dalam waktu pinjaman.

Banyak Warga Tidak Punya Tempat Tinggal, Pakar Sebut Tidak Ada yang Menginginkan Auschwitz Lagi di Gaza

Seorang pakar menyebutkan jika tidak ada yang menginginkan peristiwa Auschwitz terulang di Gaza, Palestina.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;