Pemerintah Pastikan Tidak Akan Impor Beras Saat PPKM

<p>Foto: Illustrasi pemerintah tidak akan impor beras saat PPKM.</p>
Foto: Illustrasi pemerintah tidak akan impor beras saat PPKM.

Berita nasional, gemasulawesi– Pemerintah mengklaim stok beras di dalam negeri masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga dipastikan tidak akan melakukan impor beras saat PPKM terbatas.

“Saya tidak berekspektasi sama sekali untuk impor beras dalam waktu dekat,” ungkap Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi  saat konferensi pers virtual, Senin 7 Juli 2021.

Impor beras saat PPKM terbatas tidak diperlukan karena stok beras Bulog masih berkisar 1,39 juta ton. Itu diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 12 bulan ke depan.

Selain itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi atau panen petani mencapai 33 juta ton pada tahun ini.

Baca Juga: Pemerintah Ajukan Tempe sebagai Warisan Kuliner ke UNESCO

Angka ini, juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat pada tahun ini, termasuk saat pelaksanaan PPKM darurat saat ini.

“Jadi kita ikuti alur dari pada ini dan kita bisa pastikan tidak impor karena ketersediaan stok di Bulog juga cukup,” tekannya.

Sementara terkait harga beras, pemerintah memastikan cenderung stabil untuk berbagai jenis. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan kementerian dalam dua minggu terakhir sejak Juni hingga Juli 2021 saat panerapan PPKM darurat diberlakukan.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Jamin Warga Selama PPKM Darurat Covid 19

Beras medium misalnya, menurut catatan Kemendag, harganya Rp10.100 sampai Rp11.800 per kilogram (kg) pada awal Juni 2021. Pada akhir Juni 2021, harganya tetap berada di kisaran yang sama.

“Begitu juga pada 2 Juli, beras medium misalnya itu masih Rp10.500 per kg. Beras premium juga stabil,” tuturnya.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Instruksikan PTM Terbatas Ditunda

Dalam catatan harga Kemendag, harga beras premium berada di kisaran Rp12.300 sampai Rp13.400 per kg pada Juni-Juli 2021. Hal yang sama terjadi pada beberapa bahan pokok lain, seperti gula pasir tetap di kisaran Rp13 ribu per kg dan daging sapi Rp125 ribu sampai Rp126 ribu per kg.

Lalu, harga daging ayam ras Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kg, bawang merah Rp30 ribu hingga Rp31 ribu per kg, telur ayam ras Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kg, kedelai Rp12 ribu per kg, tepung terigu Rp10.200 per kg, dan bawang putih Rp28 ribu hingga Rp29 ribu per kg.

Baca juga: 24 Ribu Jiwa Sudah Disuntik Vaksin Covid 19 di Parigi Moutong

Di sisi lain, ia turut memastikan ketersediaan seluruh bahan pokok dan barang penting mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sekitar dua minggu sampai satu bulan ke depan.

“Saya ingin katakan barang-barang ini ada, barang-barang ini terjangkau, dan stabil, mudah-mudahan pada PPKM Darurat ini, barang pokok dan barang penting tidak jadi masalah apapun di pasar,” tandasnya. (***)

Baca juga: Vaksinasi Nakes dan TNI-Polri di Parigi Moutong Sudah 90 Persen

...

Artikel Terkait

wave

Palsu, Vaksin Covid 19 Berisi Air Garam

Pemerintah lokal Mumbai India berhasil mengungkap praktek vaksinasi covid 19 berisi air garam, ribuan orang tertipu disuntik vaksin palsu itu.

Ribuan Anak di Jakarta Terpapar Covid 19

Pemprov DKI menyebut ribuan anak di Jakarta  terpapar covid 19. Terbanyak pada rentang umur 5-18 tahun, terdapat tiga golongan umur anak.

Terkuak Otak Pembunuhan Juragan Emas di Papua

Kepolisian berhasil menguak otak pembunuhan juragan emas, Nasrudin alias Acik (44) di Papua, adalah istri korban sendiri VLH (25) dalangnya

Bulan Ini, Dana Hibah Pariwisata Bergulir ke Daerah

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan verifikasi dan validasi dana hibah pariwisata sudah berada di daerah Juli 2021.

Blokade Jalan, Mahasiswa Makassar Tolak TKA China

Sejumlah mahasiswa Makassar tolak TKA China, dengan cara unjuk rasa memblokade jalan menggunakan dua unit truk dan membakar ban bekas.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;