Perang Belum Berakhir, UNICEF Sebut Kaum Anak di Gaza Tidak Hanya Mengalami Cedera Namun Juga Kehilangan Segalanya

Ket. Foto : UNICEF Nyatakan Kaum Anak di Gaza Kehilangan Semuanya (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto : UNICEF Nyatakan Kaum Anak di Gaza Kehilangan Semuanya (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Hingga tanggal 8 Desember hari ini, militer Israel masih terus gencar meluncurkan serangan yang telah menyebabkan lebih dari 16.000 rakyat Palestina tewas.

Hal ini juga menjadi sorotan UNICEF yang merupakan badan PBB yang berfokus untuk menangani tentang anak-anak di seluruh dunia, mengingat ribuan anak Palestina telah tewas sejak agresi yang dimulai di tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Juru Bicara UNICEF, James Elder, beberapa waktu yang lalu menyatakan jika anak-anak di Jalur Gaza dan Palestina yang terkepung oleh militer Israel tiba di rumah sakit dengan tulang patah dan pecahan peluru menembus tubuh mereka.

Baca Juga: Israel Gencar Menyerang, Ini Alasan Kenapa Israel Begitu Peduli dalam Menekan Solidaritas Palestina di Universitas Barat

“Dan mereka juga hidup tanpa makanan, air dan apa yang seharusnya mereka miliki dan yang lainnya selama berhari-hari selama ini,” katanya.

James Elder melanjutkan jika dia pergi ke rumah sakit dan ketika mortir atau bom menghantam sebuah bangunan tempat tinggal, anak-anak di gedung tersebut, mereka tidak akan tidak menderita satupun cedera.

“Ada yang patah tulang, pecahan peluru, terdapat juga luka di mata, dengan yang datang juga memiliki luka bakar yang sangat parah,” ujarnya.

Baca Juga: Perang Masih Belum Berakhir, Apakah Perang Gaza Menjadi Titik Balik Hubungan Yordania dan Penjajah Israel?

Elder mengakui jika dia merasa belum pernah melihat dan menyaksikan penyerangan terhadap anak-anak yang sebesar ini sebelumnya.

“Mereka benar-benar kehilangan segalanya,” terangnya.

Elder juga memperingatkan bahwa rumah sakit di Gaza yang seharunya dilindungi oleh Hukum Internasional telah menjadi zona perang dan medan perang.

Baca Juga: AS Sebut Jalur Gaza dan Tepi Barat Harus Disatukan Kembali, Netanyahu Ungkap Tidak Akan Ada Otoritas Palestina di Gaza Sama Sekali Setelah Perang

Selain itu, James Elder menekankan bahwa ini adalah kondisi yang sangat sulit untuk memberikan bantuan di Gaza dari pihak manapun, dan situasinya sekarang suram dan mematikan.

“Intensitas pemboman yang terjadi di Gaza dan wilayah Palestina yang lain menghambat penyediaan bantuan kemanusiaan di Gaza dan terdapat juga kekurangan air bersih dan makanan,” akunya.

UNICEF menyatakan jika kehancuran di Gaza terus berlanjut, polarisasi di seluruh dunia akan meningkat.

Baca Juga: Protes Berbagai Pihak Tidak Diindahkan, PBB Perkirakan Skenario Lebih Buruk Ketika Penjajah Israel Hentikan Bantuan untuk Gaza

Salah satu sumber resmi Palestina dan PBB yang tidak disebutkan namanya menyampaikan jika dengan kehancuran besar-besaran, maka ini adalah bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. (*/Mey) 

 

...

Artikel Terkait

wave
Agresi Masih Belum Berhenti, Ini Bagaimana Penjajah Israel Mengotomatiskan Pendudukan Palestina

Berikut ini adalah bagaimana Israel mengotomatiskan pendudukan Palestina yang dikatakan mencengkeram kebebasan rakyat Palestina.

Kembali Lanjutkan Serangan, Seorang Asisten Profesor Sebut Lelucon Kemanusiaan sedang Dimainkan oleh Penjajah Israel di Gaza

Seorang asisten profesor, Yara M.Asi, menyatakan lelucon kemanusiaan sedang dimainkan oleh Israel di Gaza, Palestina.

Dibombardir dengan Membabi Buta, Rakyat Palestina yang Tewas Tembus Angka 16 Ribu Jiwa

Laporan terbaru menyatakan rakyat Palestina yang tewas mencapai lebih dari 16 ribu jiwa sejak agresi Israel dimulai kembali pekan lalu.

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;