Heboh Granat Tangan Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Banda Aceh, Tim Gegana Langsung Lakukan Peledakan

Potret benda yang diduga granat tipe 97 buatan Jepang yang ditemukan warga di Banda Aceh
Potret benda yang diduga granat tipe 97 buatan Jepang yang ditemukan warga di Banda Aceh Source: (Foto/ANTARA/HO-Humas Polresta Banda Aceh)

Nasional, gemasulawesi - Penemuan mengejutkan terjadi di Kota Banda Aceh setelah seorang warga menemukan sebuah benda yang diduga kuat merupakan granat tangan tipe 97 buatan Jepang.

Penemuan ini langsung mengundang perhatian pihak kepolisian dan aparat penjinak bahan peledak, mengingat potensi bahaya yang bisa ditimbulkan.

Kejadian ini berlangsung saat warga bernama Heri Wijaya (42) sedang memancing di kawasan Gampong Deah Baro, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Usai menemukan benda mencurigakan tersebut, Heri langsung membawa dan menyerahkannya ke Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:
Kementerian Agama Sulsel Sebut Sebanyak 22 Jemaah Haji dari Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci

Pihak kepolisian pun segera melakukan koordinasi dengan satuan khusus dari Brimob untuk menangani benda berbahaya tersebut. Kepastian mengenai penemuan ini disampaikan langsung oleh Kanit 1 Satreskrim Polresta Banda Aceh, Iptu Herri, dalam pernyataannya di Banda Aceh pada hari Senin, 9 Juni 2025.

“Setelah itu, kami berkoordinasi dengan Jihandak Gegana Sat Brimob Daerah Aceh untuk dilakukan penelitian terkait benda tersebut,” jelas Iptu Herri.

Pemeriksaan terhadap benda yang mencurigakan itu dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Penjinak Bom dari Subden Jibom Den Gegana Polda Aceh.

Setelah melalui pengamatan intensif dan dinyatakan sebagai benda berbahaya, tim Gegana segera melakukan disposal atau peledakan guna memastikan tidak terjadi ancaman bagi masyarakat.

Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Sigi Pastikan Keterlibatan Semua Pihak dalam Pembangunan di Daerah

Proses peledakan dilaksanakan di lokasi yang aman, yakni bekas galian C yang terletak di Kecamatan Peukan, Kabupaten Aceh Besar, agar tidak mengganggu pemukiman warga di sekitarnya.

“Peledakan dilakukan di tempat yang aman dan jauh dari pemukiman masyarakat, yaitu lokasi bekas galian C di Kecamatan Peukan Kabupaten Aceh Besar,” sambung Iptu Herri.

Setelah dilakukan identifikasi oleh tim ahli, diketahui bahwa benda tersebut adalah granat tangan tipe 97, sebuah alat peledak yang dahulu digunakan oleh militer Jepang.

Granat ini merupakan perlengkapan standar untuk pasukan infanteri Marinir Jepang saat berlangsungnya perang Sino-Jepang kedua dalam rangkaian Perang Dunia II.

Baca Juga:
SIEJ Sulawesi Selatan Serukan Masyarakat Kurangi Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai pada Momen Pembagian Daging Kurban

Menurut catatan sejarah militer, granat tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 1937 dan termasuk senjata aktif yang dipakai pada masa perang.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Tim Jibom, granat tersebut diduga kuat merupakan sisa peninggalan sejarah yang tertanam lama di wilayah Aceh.

Mengingat keberadaannya yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, pihak kepolisian menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada.

Dalam keterangannya, Iptu Herri mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani atau menyentuh benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Ia meminta agar setiap temuan semacam itu segera dilaporkan ke aparat keamanan agar dapat ditangani dengan prosedur yang tepat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Kementerian Agama Sulsel Sebut Sebanyak 22 Jemaah Haji dari Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci

Sebanyak 22 jemaah haji dari Embarkasi Makassar, menurut Kementerian Agama Sulawesi Selatan, wafat di Tanah Suci.

Pemerintah Kabupaten Sigi Pastikan Keterlibatan Semua Pihak dalam Pembangunan di Daerah

Semua pihak, termasuk dengan penyandang disabilitas, dipastikan Pemkab Sigi ikut terlibat dalam pembangunan daerah.

SIEJ Sulawesi Selatan Serukan Masyarakat Kurangi Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai pada Momen Pembagian Daging Kurban

Masyarakat diserukan SIEJ Sulsel untuk mengurangi menggunakan kantong plastik sekali pakai pada momen kurban Idul Adha.

Ratusan Siswa SD Parimo Unjuk Bakat di Ajang O2SN dan FLS3N sebagai Upaya Pembinaan Minat dan Karakter Sejak Dini

Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong turut ambil bagian dalam pelaksanaan O2SN dan FLS3N

Disdikbud Parimo Sosialisasikan SPMB 2025 dengan Jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi untuk SD dan SMP

Disdikbud Parigi Moutong melaksanakan sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD maupun SMP

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;