Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin Kembali Terjadi, Kapolda Sumatera Selatan Desak SKK Migas dan KKKS Segera Lakukan Ini

Sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin terbakar lagi, diduga akibat sabotase. Kapolda minta penutupan permanen.
Sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin terbakar lagi, diduga akibat sabotase. Kapolda minta penutupan permanen. Source: Foto/Polda Sumsel

Musi Banyuasin, gemasulawesi – Kebakaran hebat kembali melanda sumur minyak ilegal yang terletak di area rawa Sungai Dawas Parung, Dusun V, Desa Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

Insiden ini diduga terjadi akibat tindakan kesengajaan, dengan pihak yang tidak bertanggung jawab membuka valve penutup sumur di area rawa Sungai Dawas Parung dan merusak pipa aliran minyak menuju seller atau bak penampungan. 

Akibatnya, terjadi semburan minyak yang memicu kebakaran besar di area rawa Sungai Dawas Parung.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. A Rachmad Wibowo, segera meminta tindakan tegas terhadap situasi tersebut. 

Baca Juga:
Gelar Operasi Besar-besaran, Bareskrim Polri Berhasil Gagalkan Peredaran 157 Kilogram Sabu dari Dua Jaringan Internasional

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 22 Juli 2024, Kapolda menegaskan perlunya penutupan permanen sumur minyak ilegal ini oleh pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). 

“Sebelumnya saya pernah minta pihak SKK Migas dan KKKS untuk segera menutup sumur tersebut secara permanen, karena mereka adalah ahli di bidangnya,” ujar Kapolda.

Kapolda juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antara pihak kepolisian dan lembaga terkait untuk menangani kerusakan lingkungan dan mencegah kerugian negara lebih lanjut. 

Polda Sumsel saat ini menangani perkara pidananya melalui Ditreskrimsus dan telah mengimbau masyarakat untuk tidak memperparah kerusakan lingkungan.

Baca Juga:
Waduh! Pengendara Motor di Karawang Timur Ini Viral Usai Diduga Berpura-pura Kesurupan Jadi Macan untuk Menghindari Tilang Polisi

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Listiyono, menambahkan bahwa kebocoran tutup valve dan pipa minyak diduga sengaja dirusak oleh oknum masyarakat yang ingin mengambil minyaknya. 

“Semburan minyak dari kebocoran ini mencapai ketinggian 4 meter dan mengeluarkan gas yang sangat kuat,” ungkapnya. 

Masyarakat yang mendatangi lokasi untuk mengambil tumpahan minyak mengabaikan himbauan keselamatan dari petugas, yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Sebelumnya, pihak Petro Muba telah melakukan upaya penutupan sumur dengan menutup menggunakan valve dan membuat saluran pipa menuju bak penampungan. 

Baca Juga:
Heboh Dugaan Raffi Ahmad Pemilik Helikopter yang Jatuh di Tebing Pantai Suluban Kuta Selatan, Humas Polda Bali Bongkar Fakta Mengejutkan Ini

Namun, kebocoran kembali terjadi pada Minggu dini hari, mengakibatkan kebakaran dan menimbulkan korban. 

“Kami dari Polsek Sungai Lilin bersama personel Sat Brimob telah melakukan himbauan dan melarang masyarakat mengambil minyak di lokasi karena membahayakan keselamatan,” ujar Kapolres.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada akhir Juni lalu, kebakaran sumur minyak ilegal di area yang sama mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka berat. 

Tumpahan minyak akibat kebakaran tersebut juga mencemari aliran Sungai Dalas, yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat setempat.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Roti Aoka dan Okko Miliki Kandungan Berbahaya hingga Bisa Tahan Berbulan-bulan, Kadin Kalsel Desak BPOM Segera Lakukan Uji Lab

Kebakaran sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin yang diduga disengaja menunjukkan ancaman serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. 

Langkah tegas dari pihak berwenang, bersama dengan SKK Migas dan KKKS, diharapkan dapat mengatasi masalah ini secara permanen. 

Tindakan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas sumur minyak ilegal dan perlunya upaya konservasi lingkungan yang lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Lakukan Kekerasan Verbal kepada Jurnalis SCTV Palu, Dirlantas Polda Sulteng Sampaikan Permohonan Maaf

Permohonan maaf disampaikan oleh Dirlantas Polda Sulawesi Tengah atas kekerasan verbal yang dilakukan kepada jurnalis SCTV Palu.

Gegara Wawancara Gunakan HP, Dirlantas Polda Sulteng Diduga Hina Jurnalis SCTV Palu

Gegara gunakan HP saat akan wawancara, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulteng, Kombes Pol Dodi Darjanto diduga menghina jurnalis SCTV

Ketahuan Tilap Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu, 5 Anggota Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah Ditangkap, Ini Identitas Kelima Pelaku

Lima anggota Ditresnarkoba Polda Jateng ditangkap Paminal Bidang Propam terkait penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu.

Sindikat Penjualan Oli Palsu Sebanyak 9,5 Ton di Kota Banjarbaru Diciduk Polda Kalimantan Selatan, Begini Modus Operandi Pelaku

Diduga menjual oli palsu, seorang pemilik bengkel di kawasan Jalan Trikora Banjarbaru berinisial S, diamankan Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Polda Kalsel Tetapkan 4 Tersangka Terkait Viralnya Kasus Puluhan Warga Mabuk Kecubung di Kalimantan Selatan, Ini Peran Para Pelaku

Polda Kalimantan Selatan menangkap empat orang terkait fenomena mabuk kecubung yang viral di media sosial.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;