Terkait Kualitas Kakao Non Fermentasi, Dinas Perkebunan Sultra Sebut Curah Hujan Tinggi Sangat Memberikan Pengaruh

Ket. Foto: Kualitas Kakao Non Fermentasi Disebutkan Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara Sangat Dipengaruhi Tingginya Curah Hujan
Ket. Foto: Kualitas Kakao Non Fermentasi Disebutkan Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara Sangat Dipengaruhi Tingginya Curah Hujan Source: (Foto/ANTARA/Azis Senong)

Kendari, gemasulawesi – Dinas Perkebunan dan Holtikultura atau Disbun Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan harga kakao non fermentasi di pasaran sekarang ini mengalami kenaikan harga sekitar 125 ribu rupiah per kilogram.

Menurut keterangan dari Disbun Sulawesi Tenggara pada hari Kamis, tanggal 27 Juni 2024, disebutkan jika sebelumnya pada bulan Mei lalu, harga kakao non fermentasi sekitar 115 ribu rupiah per kilogram, yang berarti mengalami kenaikan 10 ribu rupiah per kilogram.

Petugas Informasi Pasar atau PIP Dinas Perkebunan dan Holtikultura Sulawesi Tenggara, Adnan Jaya, mengatakan tingginya curah hujan juga sangat memberikan pengaruh produk ataupun kualitas kakao non fermentasi.

Baca Juga:
Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada 2024, Pj Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Hadir di Makassar International Eight Festival and Forum

“Para petani memperlakukan produk kakaonya tersebut dengan sistem pengeringan dari sinar matahari langsung,” ujarnya.

Dia menambahkan kenaikan harga kakao non fermentasi tersebut terjadi dikarenakan dampak permintaan meningkat, sementara itu, stok di pasaran berkurang selama sepekan ini.

Adnan mengungkapkan selain kakao non fermentasi, produk hasil perkebunan lainnya yang mengalami hal yang sama, seperti lada putih yang sebelumnya sekitar 93 ribu rupiah per kilogram yang kini naik menjadi 120 ribu rupiah per kilogram.

Baca Juga:
Lampaui Target, Sekda Sebut Penerimaan Pajak di Provinsi Gorontalo pada Tahun 2023 Alami Kenaikan 5,23 Persen Dibandingkan 2022

“Atau mengalami kenaikan 27 ribu rupiah di minggu terakhir bulan Juni tahun 2024,” katanya.

Dikutip dari Antara, Adnan memaparkan kopra hitam juga mengalami kenaikan pada pekan keempat di bulan Juni 2024, yakni menjadi 10 ribu rupiah per kilogram, dari yang sebelumnya 9.700 rupiah.

“Naik 300 rupiah per kilogram,” ucapnya.

Baca Juga:
Rugikan Warga, Kemenag Sulawesi Selatan Masih Menunggu Proses Hukum Travel Umrah Nakal yang Dilakukan oleh Polda

Dia menyatakan untuk mete gelondongan masih tetap pada harga 14 ribu rupiah per kilogram, kecuali mete kupas yang kini tetap pada kisaran 115 ribu rupiah hingga 120 ribu rupiah per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitasnya.

“Bunga pala atau fuly tetap kokoh di posisinya, yakni 215 ribu rupiah per kilogram, pala kulit 50 ribu rupiah per kilogram, pinang kupas 4.000 rupiah per kilogram, pala kupas 70 ribu rupiah per kilogram, tandan buah segar 2.100 rupiah per kilogram dan kemiri gelondongan 7 ribu rupiah per kilogram,” terangnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Dilakukan 2 Tahap, Anggota DPRD Sulteng Terpilih Rachmat Syah Tawainella Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Parigi Moutong

Bantuan untuk korban banjir bandang di Parigi Moutong disalurkan oleh calon anggota DPRD Provinsi Sulteng, Rachmat Syah Tawainella.

Diguyur Hujan dengan Intensitas Lebat Sejak Pagi, 3 Desa di Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo Diterjang Banjir

Banjir melanda 3 desa yang ada di Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, akibat hujan dengan intensitas yang deras.

Heboh Keluhan Pengemudi Mobil yang Dikenakan Tarif Rp789 Ribu Saat Berada di Jalan Tol Cisumdawu, Ternyata Ini Penyebabnya

Viral video di media sosial yang memperlihatkan pengemudi mobil harus membayar tarif tol sebesar Rp789 ribu. Begini kronologinya.

Sedang Dipanaskan di Garasi, Mobil Seorang Pria Asal Depok Ini Terjeblos ke Septic Tank dengan Kedalaman 3 Meter, Begini Kondisinya Sekarang

Sebuah mobil terjeblos ke dalam septic tank sedalam tiga meter di Kota Depok, Jawa Barat. Proses evakuasi bersama Damkar berlangsung 4 jam.

Detik-detik Mobil Kapolsek Katingan Hulu Tercebur ke Sungai Katingan Kalimantan Tengah, Satu Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan mobil Kapolsek Katingan Hulu yang terjun ke sungai.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;