BMKG: Waspadai Aktivitas ‘Foreshocks’ Rentetan Gempa Palasa

<p>Foto: Illustrasi Rentetan Gempa Palasa.</p>
Foto: Illustrasi Rentetan Gempa Palasa.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebut warga patut mewaspadai aktivitas ‘Foreshocks’ sesar dari rentetan gempa di Palasa Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

“Patut diwaspadai karena di zona ini terdapat jalur sesar,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Dr. Daryono dalam keterangan pers BMKG di Jakarta, Minggu 6 Desember 2020.

Namun, jika yang terjadi adalah aktivitas swarm maka aktivitasnya akan berakhir dengan sendirinya.

Jika mencermati peta geologi di wilayah Kecamatan Palasa terlihat di wilayah itu terdapat jalur sesar dengan mekanisme mendatar yang aktivitasnya belum diketahui.

Baca juga: Berita Sulawesi Terbaru, BPBD Minta Warga Palasa Waspadai Aktivitas Gempa Terkini

Jalur sesar itu dalam peta geologi mengarah ke barat daya-timur laut, memanjang sejauh kira-kira 37 kilometer dari Pantai Palasa di selatan hingga Pantai Malomba di utara.

BMKG juga mengidentifikasi rentetan gempa di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak 27 November hingga 5 Desember 2020 mengarah pada aktivitas swarm (gempa dangkal yang sering terjadi).

“Tingginya frekuensi kejadian gempa di wilayah Kecamatan Palasa di mana baru 9 hari sudah terjadi gempa sebanyak 29 kali, maka fenomena gempa yang terjadi mengarah kepada aktivitas swarm,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring aktivitas gempa oleh BMKG di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sejak 27 November hingga 5 Desember 2020, aktivitas gempa telah terjadi sebanyak 29 kali di daerah itu.

Baca juga: Berita Sulawesi Terbaru, BMKG: Gempa Hari Ini di Palasa Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa yang terjadi dan tercatat pertama kali yaitu berkekuatan magnitudo 3,1 pada 27 November 2020 pada pukul 19.16.35 WITA. Sejak saat itu terjadi rentetan aktivitas gempa yang terus terjadi sambung menyambung.

BMKG mencatat beberapa kali aktivitas gempa cukup signifikan yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat Palasa, antara lain adalah gempa yang terjadi pada 28 November 2020 pukul 22.14.21 WITA dengan kekuatan magnitudo 4,4.

Gempa signifikan berikutnya terjadi pada 29 November 2020 pukul 01.26.11 WITA dengan kekuatan magnitudo 4,7 dan disusul gempa pada hari yang sama pada pukul 20.14.15 WITA dengan kekuatan magnitudo 4,5.

Kemudian, gempa pada 4 Desember 2020 pukul 22.38.57 WITA juga tercatat cukup besar dengan kekuatan magnitudo 3,7.

Baca juga: Berita Gempa Sulawesi Hari Ini, BMKG Minta Masyarakat Palasa Tidak Panik

Kejadian gempa dengan frekuensi yang cukup tinggi tersebut mengarah pada aktivitas swarm. Yaitu fenomena rentetan kejadian gempa berkekuatan kecil yang terjadi cukup sering di dalam satu waktu tertentu di kawasan yang sangat lokal, tanpa adanya gempa dahsyat sebagai gempa utamanya.

BMKG mengatakan saat gempa terjadi, aktivitas gempa swarm pada umumnya dikenali dalam dua model pembangkit. Yaitu fluid driven yang biasanya berkaitan dengan proses magmatik atau difusi cairan pori dan kedua adalah rayapan atau aseismic creep.

“Jadi aktivitas swarm selain yang berkaitan dengan dinamika fluida di mana biasanya berkaitan dengan aktivitas gunung api. Sedangkan, wilayah seismogenik mengalami rayapan (creeping),” tuturnya.

Baca juga: Info BMKG Hari Ini, Kurun Empat Hari Gempa Guncang Palasa 25 Kali

Sementara itu, mengingat tidak adanya aktivitas vulkanisme di Kecamatan Palasa. Maka, rentetan aktivitas gempa kecil di wilayah Kecamatan Palasa saat ini bisa mengarah pada aktivitas swarm yang berasosiasi dengan sesar aktif.

“Namun, saat ini tampaknya BMKG masih sulit untuk memastikan apakah fenomena yang terjadi adalah aktivitas foreshocks atau swarm gempa Palasa,” sebutnya.

Ia menambahkan, mengimbau kepada masyarakat Palasa dan sekitarnya untuk tetap tenang tetapi waspada, serta tidak mudah percaya kepada berita yang tidak jelas sumbernya.

Baca juga: Info Terkini Sulawesi, Gempa Kembali Guncang Palasa

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

61 CJH Parigi Moutong Mengikuti Pembinaan dan Kebugaran Jasmani

61 orang CJH Parimo mengikuti pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani yang dilaksanakan Kantor Kemenag dan Dinkes Parimo.

Bawaslu Khawatir Lambatnya Distribusi Logistik Pilkada ke TPS Terpencil

Badan pengawas pemilu (Bawaslu) khawatir lambatnya distribusi logistik Pilkada Serentak 2020 ke TPS terpencil di Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut Sebagai Tersangka

Informasi Terbaru, dari hasil pengembangan Operasi Tangkap Tangan atau OTT, KPK menetapkan Bupati Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tersangka.

KPK Duga Fee untuk Dapatkan Proyek Dinas PU Banggai Laut

KPK menyebut uang miliaran rupiah merupakan fee mendapatkan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah.

Info Terkini Sulawesi, Gempa Kembali Guncang Palasa

Info terkini sulawesi, gempa kembali guncang Palasa Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;