Dukung Palestina, Turkiye Sebut Penggunaan Hak Veto di DK PBB Telah Jadi Alat yang Merugikan

Ket. Foto: Turkiye Menyatakan Penggunaan Hak Veto di Dewan Keamanan PBB Telah Menjadi Alat yang Merugikan Selama Ini (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto: Turkiye Menyatakan Penggunaan Hak Veto di Dewan Keamanan PBB Telah Menjadi Alat yang Merugikan Selama Ini (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Baru-baru ini, wakil perwakilan Turkiye di PBB menyatakan jika penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB telah menjadi alat yang sewenang-wenang dan tentu saja merugikan.

Asli Guven yang merupakan wakil perwakilan Turkiye di PBB menyampaikan saat pertemuan Majelis Umum PBB jika diperlukan reformasi Dewan Keamanan PBB yang tidak dapat disangkal dan ditunda.

Lebih lanjut, perwakilan Turkiye di PBB itu menegaskan proses reformasi Dewan Keamanan PBB diperlukan untuk mengatasi dan juga menghilangkan kelemahan dari hak veto yang ada saat ini.

Baca Juga:
Serbu Kota Nablus di Tepi Barat, Penjajah Israel Buat 13 Warga Palestina Terluka

Menurut Guven, penggunaan hak veto telah menjadi alat yang sewenang-wenang dimana kebaikan bersama dikorbankan demi kepentingan individu tertentu.

“Tidak adanya tindakan yang diambil terhadap Jalur Gaza yang sedang berperang saaat ini adalah salah satu contoh dan bukti nyata,” katanya.

Dia menambahkan jika dengan mengejar kepentingan pribadi dalam badan ini tidak hanya melemahkan multilaterisme, namun, sesungguhnya itu juga melemahkan kredibilitas seluruh sistem PBB.

Baca Juga:
Susul Perintah Evakuasi Penjajah Israel, WHO dan PBB Sebut 600 Pasien serta Staf Medis Diusir dari RS Al Aqsa

“Dewan Keamanan tidak dapat melakukan adopsi 1 resolusi pun mengenai Jalur Gaza selama lebih dari sebulan, meskipun semua orang mengetahui terdapat seruan dari komunikasi internasional dengan jutaan orang yang turun ke jalan di seluruh dunia menuntut agar agresi dihentikan,” jelasnya.

Guven menerangkan pada akhirnya 2 resolusi yang akhirnya diadopsi gagal menyerukan apa yang diperlukan untuk menghentikan agresi Israel yang terus berlanjut di Gaza.

Di sisi lain, Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths, dalam kesempatan terpisah menyampaikan peringatannya bahwa sektor kesehatan di Jalur Gaza semakin buruk akibat serangan gencar Israel.

Baca Juga:
23 Ribu Tewas,Yordania Tegaskan Netanyahu Tidak Boleh Dibiarkan Seret Kawasan Timur Tengah ke Perang yang Lebih Luas

Martin Griffiths menuturkan sektor kesehatan di Gaza perlahan-lahan terhenti karena rumah sakit terus mendapatkan serangan yang tidak berhenti hingga sekarang.

“Jika sistem kesehatan akhirnya runtuh, ibu hamil tidak dapat melahirkan bayinya dengan selamat, anak-anak tidak dapat mendapatkan vaksin, dan mereka yang sakit dan terluka tidak dapat mendapatkan pengobatan,” ungkapnya.

Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menerangkan jika sekitar 350.000 orang dengan penyakit kronis dan sekitar 485.000 orang dengan gangguan kesehatan mental terus mengalami gangguan dalam pengobatan yang memang mereka perlukan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sahkan Resolusi Gencatan Senjata Berkelanjutan, San Fransisco Jadi Kota Terbesar di AS yang Lakukan Tindakan Tersebut

Laporan menyebutkan San Fransisco menjadi kota terbesar di AS yang mensahkan resolusi gencatan senjata berkelanjutan.

Berbicara kepada Komite Parlemen, Menlu Inggris Khawatir Israel Mungkin Telah Langgar Hukum Internasional

Dalam suatu kesempatan, Menlu Inggris David Cameron menyebutkan dia khawatir Israel mungkin telah melanggar hukum internasional.

Ratusan Orang Belum Ditemukan, Salju Disebutkan Hambat Penyelamatan Korban Gempa di Jepang

Menurut laporan, operasi penyelamatan untuk korban gempa Jepang menjadi salah satu penghambat untuk anggota tim penyelamat.

Kabar Baik, AS dan Penjajah Israel Sepakat PBB Dapat Lakukan Misi Penilaian di Gaza Utara

Laporan terbaru menyatakan Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk PBB dapat melakukan misi penilaian di wilayah Gaza utara.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;