23 Ribu Tewas,Yordania Tegaskan Netanyahu Tidak Boleh Dibiarkan Seret Kawasan Timur Tengah ke Perang yang Lebih Luas

Ket. Foto: Yordania Menekankan Benjamin Netanyahu Tidak Boleh Dibiarkan Menyeret Kawasan Timur Tengah ke Perang Regional yang Lebih Luas (Foto/X/@MarioNawfal)
Ket. Foto: Yordania Menekankan Benjamin Netanyahu Tidak Boleh Dibiarkan Menyeret Kawasan Timur Tengah ke Perang Regional yang Lebih Luas (Foto/X/@MarioNawfal) Source: (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi – Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menyatakan jika tidak dapat diterima bahwa komunitas internasional membiarkan Perdana Menteri Israel sekarang, Benjamin Netanyahu, untuk menyeret kawasan Timur Tengah ke perang yang dengan skala yang lebih luas karena Gaza.

Dalam sambutannya yang diketahui disiarkan di media pemerintah Yordania, Ayman Safadi menegaskan bahaya penyebaran perang Palestina telah meningkat dari hari ke hari karena Israel terus menimbulkan kematian dan kehancuran di Jalur Gaza.

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyampaikan pemerintahan sayap kanan Benjamin Netanyahu berusaha untuk membuat Barat terlibat secara langsung dalam perang regional yang disebutnya hanya akan menimbulkan lebih banyak konflik dan kehancuran di wilayah tersebut.

Baca Juga:
Sahkan Resolusi Gencatan Senjata Berkelanjutan, San Fransisco Jadi Kota Terbesar di AS yang Lakukan Tindakan Tersebut

Safadi memaparkan apa yang dilakukan Israel di Gaza telah melampaui apa yang disebut dengan batas kemanusiaan, hukum dan juga moral.

“Tidak ada lagi alasan yang menghalangi Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi wajib untuk mengakhiri perang,” katanya.

Ayman Safadi menuturkan kegagalan Dewan Keamanan PBB sejauh ini untuk penerapan gencatan senjata di Gaza mencerminkan standar ganda.

Baca Juga:
Berbicara kepada Komite Parlemen, Menlu Inggris Khawatir Israel Mungkin Telah Langgar Hukum Internasional

“Juga menunjukkan penerapan hukum internasional secara efektif,” jelasnya.

Menlu Yordania tersebut mengungkapkan jika Yordania dan Prancis menentang perpindahan massal rakyat Palestina ke luar Jalur Gaza.

“Yordania dan Prancis juga sepakat bahwa Israel harus memberikan izinnya untuk rakyat Palestina yang melarikan diri dari Gaza utara untuk pulang,” tegasnya.

Baca Juga:
Ratusan Orang Belum Ditemukan, Salju Disebutkan Hambat Penyelamatan Korban Gempa di Jepang

Di sisi lain, Raja Yordania, Abdullah II, dikabarkan menjamu Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi, dan pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, di hari Rabu untuk melakukan pembicaraan tentang perkembangan berbahaya di Jalur Gaza.

Laporan menyebutkan pertemuan itu akan diselenggarakan di resor Laut Merah Aqaba sebagai bagian dari upaya Yordania untuk mengoordinasikan posisi Arab untuk mendorong gencatan senjata yang sesegera mungkin di Jalur Gaza.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang juga menyampaiakan pertemuan akan membahas tentang situasi di Tepi Barat yang telah diduduki oleh Israel sejak tahun 1967 yang mengalami peningkatan kekerasan sejak agresi dimulai. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Kabar Baik, AS dan Penjajah Israel Sepakat PBB Dapat Lakukan Misi Penilaian di Gaza Utara

Laporan terbaru menyatakan Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk PBB dapat melakukan misi penilaian di wilayah Gaza utara.

Banyak yang Mengungsi, Kantor Kemanusiaan PBB Sebut Tempat Penampungan Darurat di Gaza Sangat Penuh

Dalam keterangannya kemarin, Kantor Kemanusiaan PBB menyebutkan tempat penampungan darurat di Jalur Gaza telah sangat penuh.

Wakil Ketua Hamas Dibunuh, Ini Deretan Upaya Pembunuhan yang Dilakukan Penjajah Israel di Lebanon

Selain membunuh wakil ketua Hamas pada Selasa pekan lalu, Israel juga pernah melakukan berbagai upaya pembunuhan lainnya di Lebanon.

Tewaskan Wakil Ketua Hamas, Analis Sebut Tidak Selalu Berarti Kemenangan Politik bagi Benjamin Netanyahu

Dalam suatu kesempatan, para analis mengungkapkan pembunuhan wakil ketua Hamas tidak selalu berarti kemenangan politik untuk Netanyahu.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;