Akhirnya Terungkap! Ini Identitas Pelaku Penembakan dalam Upaya Pembunuhan Donald Trump Saat Kampanye di Pennsylvania

FBI umumkan identitas pelaku dalam upaya penembakan mantan Presiden Donald Trump.
FBI umumkan identitas pelaku dalam upaya penembakan mantan Presiden Donald Trump. Source: Foto/Tangkap layar Twitter @elonmusk

Internasional, gemasulawesi - Thomas Matthew Crooks, seorang pemuda berusia 20 tahun dari Bethel Park, Pennsylvania, telah diidentifikasi sebagai pelaku dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump. 

Upaya pembunuhan tersebut terjadi di Butler, Pennsylvania ketika Donald Trump melakukan kampanye.

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) segera mengambil alih peran utama dalam penyelidikan upaya pembunuhan Donald Trump ini, dengan agen khusus dari Kantor Lapangan FBI Pittsburgh dan tim tanggap krisis serta teknisi bukti yang tiba di lokasi. 

Mereka bekerja sama dengan Secret Service AS dan penegak hukum setempat untuk mengusut insiden ini. 

Baca Juga:
Periode Libur Sekolah 14 Juni hingga 14 Juli, Total Penumpang di Bandara Lombok Mencapai 227504 Orang

Pihak berwenang mendorong siapa pun yang memiliki informasi untuk menghubungi saluran informasi mereka.

Menurut pihak berwenang, Thomas Matthew Crooks menembak di rapat umum kampanye Trump sebelum akhirnya tewas ditembak oleh Secret Service. 

Insiden ini terjadi beberapa hari sebelum Trump dijadwalkan menerima nominasi Partai Republik untuk ketiga kalinya. 

Penembakan tersebut menyebabkan satu orang peserta tewas dan dua lainnya terluka parah.

Baca Juga:
2 Remaja Tenggelam di Air Terjun Jami Sulawesi Selatan Ditemukan Tewas di Kedalaman 5 Meter, Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Korban Tiba

Motif Crooks masih belum jelas. Keluarganya belum memberikan pernyataan resmi.

Ayahnya, Matthew Crooks, mengungkapkan bahwa ia juga masih mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

Kecenderungan politik Crooks juga belum jelas; ia terdaftar sebagai pemilih Partai Republik di Pennsylvania, namun juga pernah menyumbang 15 dollar kepada komite aksi politik progresif pada hari pelantikan Presiden Joe Biden.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Crooks tidak memiliki riwayat pidana sebelumnya. 

Baca Juga:
8 Sasaran, Polrestabes Makassar Siap Menggelar Operasi Patuh pada 15 hingga 28 Juli

Identitasnya baru dikonfirmasi pada Minggu pagi setelah penembakan, melalui tes DNA dan metode lainnya karena ia tidak membawa identitas saat kejadian.

Senjata yang digunakan Crooks adalah senapan model AR, yang ditemukan di lokasi kejadian. 

Penyidik percaya senjata tersebut dibeli oleh ayahnya setidaknya enam bulan lalu. Mereka masih menyelidiki bagaimana Crooks memperoleh senjata tersebut.

Analisis video dan foto dari lokasi menunjukkan bahwa Crooks berhasil mendekati panggung tempat Trump berpidato. 

Baca Juga:
Sangat Memadai, Sebanyak 364758 Hektare Cadangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Dimiliki Sulawesi Tengah

Video di media sosial menunjukkan jasad Crooks, yang mengenakan pakaian kamuflase abu-abu, tergeletak di atap sebuah gedung di AGR International Inc., kurang dari 150 meter dari tempat Trump berbicara. 

Para penyelidik meyakini bahwa jarak tersebut cukup dekat untuk memungkinkan penembakan yang akurat.

Penyelidikan ini melibatkan berbagai agensi penegak hukum, termasuk FBI, Secret Service AS, dan penegak hukum lokal. 

Mereka bekerja sama untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang dapat membantu mengungkap motif serta latar belakang tindakan Crooks. 

Baca Juga:
Untuk Memberikan Pelayanan Kesehatan Langsung, Kepala Dinkes Cianjur Sebut Program Asapedo Telah Berjalan Sejak 2 Bulan Terakhir

Dukungan penuh dari FBI dan agensi terkait diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan dan memastikan bahwa semua fakta terungkap.

Insiden ini mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat kedekatan waktu dengan acara penting politik seperti nominasi Partai Republik. 

Kejadian ini juga memicu berbagai spekulasi mengenai motif di balik aksi Crooks, mengingat latar belakangnya yang tidak menunjukkan indikasi jelas terkait kecenderungan politik atau riwayat kriminal.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan dukungan penuh kepada pihak berwenang dalam upaya mereka menyelesaikan penyelidikan ini. 

Baca Juga:
Donald Trump Ditembak Saat Kampanye di Pennsylvania, Presiden AS Joe Biden Angkat Bicara, Ungkap Hal yang Dilakukannya Pertama Kali

Informasi dari masyarakat bisa sangat membantu dalam mengungkap lebih banyak detail tentang insiden ini dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.

Identifikasi Thomas Matthew Crooks sebagai pelaku upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump menandai langkah penting dalam penyelidikan insiden serius ini. 

Dengan kerja sama antara berbagai agensi penegak hukum dan dukungan dari masyarakat, diharapkan seluruh detail mengenai motif dan latar belakang aksi ini dapat segera terungkap, serta keadilan dapat ditegakkan. (*/Shofia)

 

 

...

Artikel Terkait

wave
Donald Trump Ditembak Saat Kampanye di Pennsylvania, Presiden AS Joe Biden Angkat Bicara, Ungkap Hal yang Dilakukannya Pertama Kali

Begini tanggapan Presiden Amerika Serikat terkait Donald Trump yang jadi korban penembakan saat kampanye di Pennsylvania.

Kampanye di Pennsylvania, Donald Trump Jadi Korban Penembakan dan Peluru Menembus Telinga Kanan, Begini Kondisinya Sekarang

Mantan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia tertembak dan terkena peluru di bagian atas telinga kanan.

Juri Agung Georgia Menganggap Saksi Dalam Penyelidikan Trump Telah Berbohong

Internasional, gemasulawesi – Beberapa saksi yang bersaksi di hadapan juri agung tujuan khusus yang menyelidiki upaya Donald Trump untuk membatalkan pemilihan 2020 mungkin telah berbohong dan melakukan sumpah palsu, menurut bagian dari laporan juri agung yang dirilis pada hari Kamis. Laporan ini menawarkan wawasan pertama tentang pekerjaan juri besar tujuan khusus, yang diadakan pada Mei […]

Kebijakan Kepemimpinan di Era Trump di Bidang Lingkungan Kembali Disorot

Internasional, gemasulawesi – Rekor Donald Trump dalam mengembalikan perlindungan lingkungan disorot oleh para kritikus pada hari Rabu ketika mantan presiden mengunjungi Ohio, dan menyebut tanggapan federal terhadap penggelinciran kereta beracun di sana awal bulan ini sebagai “pengkhianatan”.  Administrasi Trump, yang secara total membatalkan lebih dari 100 peraturan lingkungan, memperlunak beberapa peraturan atas perintah industri kereta […]

Sebuah Audio Tersebar Luas Mengungkapkan Tawaran Kampanye Trump Untuk Menyebarkan Kebohongan Tentang Pemilu yang Dicuri

Internasional, gemasulawesi – Rekaman audio yang baru dirilis menawarkan tampilan di balik layar tentang bagaimana tim kampanye mantan presiden AS Donald Trump di negara bagian medan pertempuran yang tahu bahwa mereka telah dikepung oleh Demokrat dalam pemilihan presiden 2020. Tetapi bahkan ketika mereka mengakui kekalahan, mereka memutuskan untuk “mengipasi api” tuduhan penipuan yang meluas yang […]

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;