Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Poster film Pelangi di Mars Source: Foto/Instagram/@upieguava

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Pelangi di Mars adalah film hybrid animasi dan live action yang bisa anda tonton di bioskop mulai dari tanggal 18 Maret 2026 mendatang.

Sebagai film hybrid atau campuran, Pelangi di Mars menggabungkan unsur animasi dan pemeran manusia.

Film ini digarap oleh sutradara Upie Guava, disebut sebagai film keluarga dengan latar yang futuristik.

Film yang dijadwalkan untuk tayang saat lebaran ini dibuat dengan menggunakan teknologi Extended Reality atau XR.

Sesuai dengan judulnya, latar cerita dalam film ini adalah Planet Mars, di mana lanskapnya dibuat dengan perpaduan animasi 3D dan produksi virtual di Studio DossGuavaXR.

Pelangi di Mars juga menyoroti masalah-masalah yang sedang marak terjadi, seperti krisi air bersih dan kerusakan lingkungan.

Beberapa artis yang terlibat dalam proyek film ini adalah Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, Myesha Lin Adeeva, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, dan Bimo Kusumo Yudo.

Di antara mereka, Messi Gusti berperan sebagai karakter utama dalam film ini, Pelangi, dengan Myesha Lin Adeeva sebagai Pelangi kecil.

Pelangi di Mars menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Dirut PT Produksi Film Negara, Riefian Fajarsyah, dikenal juga sebagai Ifan Seventeen.

Dia mengatakan bahwa industri film Indonesia akhirnya akan kedatangan film hybrid animasi dan live action pertama.

Menurut Ifan Seventeen, ini merupakan pencapaian yang sangat besar bagi industri film tanah air.

“Ini bukan sekedar hiburan, melainkan tonggak sejarah perfilman Indonesia,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa film Pelangi di Mars sangat cocok untuk menjadi tontonan keluarga.

Sinopsis Pelangi di Mars:

Kisah berfokus pada karakter bernama Pelangi dan petualangannya untuk mencari mineral langka di Planet Mars

Mineral yang dicarinya disebut Zeolit Omega, yang dapat memurnikan air, dan dipercaya bisa menyelamatkan masa depan bumi.

Di tahun 2100-an, krisis air melanda bumi, dan saat itulah Pelangi memulai petualangannya untuk mencari mineral tersebut.

Dia bertualang bersama beberapa robot yang menjadi sahabatnya, tapi perjalanan mereka tidaklah mudah.

Nerotek, perusahaan besar yang menguasai sumber air berusaha dengan segala cara untuk merebut penemuan itu. (*/Armyanti)

Bagikan: