Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Yusuf Kalla: Pengaruh Taliban Tidak Sekuat ISIS dan Al-Qaeda

Yusuf Kalla: Pengaruh Taliban Tidak Sekuat ISIS dan Al-Qaeda
Foto: Pejuang Taliban, Afghanistan.

Gemasulawesi– Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla menuturkan, pengaruh Taliban di Indonesia tidak sekuat pengaruh kelompok teror ISIS atau Al-Qaeda. Sebab ISIS dan Al-Qaeda memiliki gerakan internasional dengan agenda untuk menyatukan negara-negara di dunia.

“Perlu juga diketahui perjuangan Taliban itu berbeda dengan ISIS dan Al-Qaeda. Mereka ingin menjadi khalifah di dunia, sementara Taliban perjuangan dalam negeri untuk menduduki pemerintahan Afganistan,” ungkap Jusuf Kalla, di Jakarta, Minggu 22 Agustus 2021.

Maka dari itu kata dia, dua kelompok teror ini mencari pengaruh lebih banyak tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tapi juga hingga Asia-Eropa. Sementara Taliban lebih fokus bergerak di dalam negeri untuk menduduki pemerintahan Afganistan.

Baca juga: Kemlu Siapkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan

Politikus Partai Golkar ini juga menilai, Taliban saat ini belum memiliki fondasi ekonomi dalam negeri yang kokoh. Sehingga sulit memberikan pengaruh pada para mujahidin di luar Afganistan.

Selain itu, JK menyebut para mujahidin Taliban selama ini mendapat sokongan dana dari pemerintah Amerika Serikat agar terus memicu konflik.

Baca juga: Wapres Jusuf Kalla Minta Korban Bencana Harus Segera Dapatkan Dana Stimulan

JK nilai hubungan Amerika Serikat dan Taliban sudah tidak lagi baik

Sementara saat ini, JK menilai Amerika Serikat dan Taliban sudah tidak lagi berhubungan baik.

“Tidak mungkin Taliban membantu oknum di luar itu karena ekonomi mereka saat ini. Dulu kenapa menggerakkan mujahidin itu kan karena Amerika, mereka juga yang memberikan senjata pada mujahidin untuk melawan Rusia,” jelas JK.

Baca juga: Wabup: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Akibat Faktor Ekonomi

Sehingga dia menyebut, tidak yakin pengaruh Taliban pasca menduduki pemerintahan Afganistan bisa mempengaruhi sel-sel terorisme di Indonesia.

Dia menjelaskan, Taliban lebih bergerak dalam perjuangan memperebutkan Afganistan. Kelompok itu bukan berjuang dalam gerakan internasional, melainkan hanya gerakan dalam negeri.

Baca juga: Amerika, Jadi Negara Pasien Corona Sembuh Terbanyak di Dunia

“Jadi mereka lebih pada gerakan penguasaan internal dalam negeri. Saya enggak yakin bahwa ini akan mempengaruhi sel terorisme Indonesia karena Taliban tidak mengejar pengaruh keluar, hanya di dalam negeri,” kata dia.

Konflik Taliban-Afganistan menjadi sorotan dunia setelah kelompok itu mendepak Presiden Ashraf Ghani dari kursi pemerintahan.

Setelah menduduki Ibu Kota Kabul, Taliban berjanji akan membentuk pemerintahan terbuka di Afganistan. Sampai saat ini, Taliban masih melakukan pemetaan politik di tanah konflik itu. (***)

Baca juga: Amerika Serikat Siap Hadapi Covid 19 Varian Delta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post