Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Balai Konservasi Konawe Investigasi WNA China Kuliti Buaya

Balai Konservasi Konawes Investigasi WNA China Kuliti Buaya
Foto: WNA China di Konawe Sembelih Buaya.

Gemasulawesi– Usai video viral WNA China kuliti buaya, Tim investigasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra), lakukan investigasi.

Investigasi WNA China kuliti buaya, tim temukan sup kuala dalam panci di lokasi penyembelihan, kawasan pabrik PT Obsidian Stainles Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.

“Hanya tersisa daging dalam bentuk sudah dimasak dalam kuali,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BLSDA Sulawesi Tenggara, Laode Kaida, Kamis 26 Agustus 2021.

Baca juga: Warga Tangkap Buaya Sepanjang 4,5 Meter di Donggala

Dalam penyelidikan terkait WNA China kuliti buaya, BKSDA tampak dikawal ketat TNI dan Polri saat investigasi ke lapangan.

“Jika terbukti lalai pelaku diancam 1 tahun penjara. Namun jika melakukan dengan sengaja pelaku diancam hukuman 5 tahun penjara,” sebutnya.

Ia mengatakan, investigasi di lapangan terkait WNA China kuliti buaya, tidak ada lagi sisa kami temukan secara utuh buaya itu saat mendatangi lokasi penyembelihan.

Selain itu hasil penelusuran, petugas BKSDA menemukan sejumlah barang yang digunakan untuk menyembelih dan menguliti satwa dilindungi itu.

Menurut keterangan beberapa saksi di lapangan. Buaya pertama kali ditemukan warga di sekitar rawa-rawa lokasi pabrik PT OSS.

Selanjutnya, buaya dijual kepada TKA asal China bekerja di lokasi hingga akhirnya disembelih.

“Manajemen PT OSS masih akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Baca juga: Basarnas Lanjutkan Pencarian Warga Tolitoli Diterkam Buaya

WNA China di Konawe Sembelih Buaya

WNA China berbuat ulah dengan menyembelih buaya. Rekaman video dan foto-fotonya viral di media sosial, Rabu 25 Agustus 2021.

Aksi WNA China ini diduga terjadi di area pabrik Mega Industri Pemurnian Nikel, PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra.

Mendapat laporan, BKSDA langsung membentuk tim untuk investasi peristiwa itu. Apalagi buaya ini termasuk dalam satwa yang dilindungi.

Informasi awal ada warga yang menangkap buaya. Kami belum bisa pastikan apa waega lokal atau WNA China yang tangkap.

Lalu, buaya itu diserahkan ke mereka (WNA) China dan disembelih.

Menurutnya, diduga para WNA ini tidak mengetahui jika buaya itu termasuk satwa dilindungi. (**)

Baca juga: DLH Parimo: Hentikan Bangun Cottage di Pulau Tomini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post