Wisatawan Dilarang Dekati Gunung Tangkuban Parahu Radius Ratusan Meter

0
212
Wisatawan Dilarang Dekati Gunung Tangkuban Parahu Radius Ratusan Meter
Letusan Gunung Tangkuban perahu (Foto: INFO BMKG & PVMBG INDONESIA)
Erupsi Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat (Rilis: INFO BMKG & PVMBG INDONESIA)


Jawa Barat, gemasulawesi.comWisatawan dan warga sekitar dilarang mendekati kompleks Gunung Tangkuban Perahu hingga radius 500 Meter.

Rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat, 26 July 2019 22:21 WIB, mengeluarkan beberapa rekomendasi termasuk melarang warga dan wisatawan beraktifitas hingga waktu yang tidak ditentukan.

Rekomendasinya antara lain, warga di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter. Serta tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

Selanjutnya, mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu. Tujuannya, agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

Berikutnya, mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

Kemudian, diharapkan tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu. Tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu serta arahan yang dikeluarkan BPBD setempat.

Terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta BPBD Kabupaten Subang.

Diketahui dari data pemantauan, erupsi terjadi pada pukul 15:48:18 WIB, Jumat, 26 Juli 2019.  Dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 2284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna abu tebal kehitaman condong kearah timurlaut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 5 menit 30 detik.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih dalam level satu (normal). Evaluasi terus menerus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan tingkat ancaman.

Rilis: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Tinggalkan Balasan