Wisata Manggrove Vatu Lompa, Mulai Dilirik Pemda Parimo

0
77
Destinasi Wisata Manggrove, Vatu Lompa Desa Sigenti Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo (Dokumentasi : Aqil azizi)
SHARE

Parimo, gemasulawesi.com- Pemda kabupaten Parimo, melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), mulai melirik potensi wisata manggrove Vatu Lompa yang di Desa Sigenti Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai salah satu destinasi wisata produktif di Kabupaten Parimo.

Hal tersebut diungkapkan kasi pengembangan potensi pariwisata parigi moutong Irlan kepada Gemasulawesi.com diruang kerjanya selasa 26 februari 2019. Ia mengatakan berkat ide dan kerja keras kelompok pemuda di Desa Sigenti Selatan yang berniat awal melindungi tanaman manggrove, hingga akhirnya membuat tempat wisata, kini mulai mendapat lirikan Pemda Parimo.

Kata ia, Disporapar telah memasukan Desa Sigenti Selatan kedalam daftar salah satu wilayah destinasi wisata mangrove yang ada di Kabupaten Parimo. Kemudian lanjut ia, pihaknya juga sudah mulai berencana untuk mempromosikan wisata mangrove tersebut kedalam bentuk video, bersamaan dengan sejumlah destinasi wisata lainnya.

“Belum lama ini, kami juga sudah membuat rancangan potensi-potensi objek wisata yang ada di Kabupaten Parimo,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebelumnya wisata mangrove yang terdapat di Kecamatan Torue wilayah selatan Ibukota Kabupaten, juga sudah diperkenalkan Pemda Parimo. Selain itu, salah satu destinasi wisata yang sejak lama menjadi unggulan masyarakat Parimo adalah Penangkaran Burung Maleo yang terletak di Kecamatan Sausu.

“Penangkaran Maleo ini pun mendapat perhatian pemerintah pusat saat dipimpin Pak Soeharto, dengan membantu pembukaan jalan Aspal yang berjarak sekitar 7 Kilo Meter dari Mertajati menuju Desa Sausu Piore,” jelasnya.   

Diketahui saat ini, kelompok pemuda yang mengelola wisata manggrove di Desa Sigenti Selatan tersebut, mampu meraup pendapatn sekitar 6 Juta Rupiah perbulannya.

“Alhamdulilah, berkat usaha keras kami bersama, tempat ini mulai bisa sedikit membantu perekonomian kami kelompok pemuda disini. Selain untuk destinasi wisata, hal ini juga berdampak pada perlindungan terhadap tanaman manggrove,” ujar ketua kelompok Dedi, kepada media ini beberapa waktu lalu.

Laporan: Aqil Azizi


SHARE

Tinggalkan Balasan