Kota Palu dan Morowali Masuk Wilayah Risiko Tinggi Covid Sulteng

Kota Palu dan Morowali Masuk Wilayah Risiko Tinggi Covid Sulteng
Foto: Update Peta Risiko Sebaran Covid 19
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Update peta zona risiko pandemi virus corona di Sulawesi Tengah 29 Desember 2020. Menunjukkan Kota Palu dan Kabupaten Morowali masuk wilayah risiko tinggi Covid Sulteng.

Pengukuran wilayah risiko covid Sulteng, berdasarkan pada indikator-indikator kesehatan masyarakat. Dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Diantaranya, penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

Lalu Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa). Dan jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampai dengan >20% jumlah pasien positif covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit.

Menurut data Satgas covid 19 per 29 Desember 2020, terjadi peningkatan daerah dengan risiko rendah di Sulteng.

Baca juga: Sepuluh Wilayah di Sulawesi Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Daftarnya

Terbaru Buol bisa turun ke daerah berisiko rendah bersama Banggai Laut dan Parigi Moutong. Dan delapan daerah lainnya masih berada di risiko sedang.

Satgas Minta Pemda Diminta Perketat Penanganan Covid-19 di Wilayah Zona Oranye

Zona Oranye atau daerah berstatus risiko sedang penularan Covid 19 bukanlah zona yang aman untuk ditempati.

Sayangnya, dalam zona ini diisi mayoritas kabupaten atau kota di Indonesia.

Satgas Penanganan Covid 19 menyoroti sejumlah daerah yang saat ini masih menghuni zona oranye. Jumlahnya mencapai 378 kabupaten atau kota berdasarkan data terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyoroti 28 kabupaten/kota yang skornya hampir mendekati zona merah.

“Zona merah berarti skornya dibawah 1,81. Zona oranye skornya antara 1,81 – 2,4 dan zona kuning 2,41 -3 dan zona hijau lebih dari 3,” jelasnya.

Ia melanjutkan, daerah-daerah perlu serius menyikapi skor itu, karena sudah mendekati zona merah.

Pada skor 1,81 ada empat daerah diantaranya di Mihasa Selatan (Sumatera Utara), Sumba Tengah (NTT), Banyumas (Jawa Tengah) dan Kota Bekasi (Jawa Barat).

Skor 1,82 ada lima daerah diantaranya berada di Gunung Mas dan Barito Timur (Kalimantan Tengah), Bekasi (Jawa Barat), Jakarta Utara (DKI Jakarta) dan Kota Palembang (Sumatera Selatan). Lalu skor 1,83 ada 2 daerah yakni Jepara (Jawa Tengah) dan Bandung (Jawa Barat). Skor 1,84 di Mukomuko (Bengkulu) dan Kota Medan (Sumatera Utara).

Skor 1,85 ada empat daerah yakni Kapuas (Kalimantan Tengah), Kota Kediri (Jawa Timur), Karanganyar dan Pati (Jawa Tengah). Skor 1,86 di Grobafab (Jawa Tengah) dan Bengkulu Utara (Bengkulu). Skor 1,87 di Pamekasan (Jawa Timur).

Skor 1,88 di Gowa (Sulawesi Selatan), Kota Pangkal Pinang (Kep Bangka Belitung) dan Lampung Selatan (Lampung). Dan skor 1,9 berada di Mimika (Papua), Ngawi dan Lamongan (Jawa Timur), serta Magelang dan Pekalongan (Jawa Tengah).

“Sedikit lagi pemimpin daerah dan masyarakatnya lengah, maka kabupaten/kota ini dapat berpindah menjadi zona merah pada minggu depan dan berkontribusi terhadap naiknya angka zona merah di tingkat nasional. Tentunya ini jangan sampai terjadi, dan harus kita hindari,” pesan Wiku.

Ia menambahka, Satgas Covid 19 meminta keseriusan dari Pemda dan seluruh lapisan masyarakat untuk betul-betul menjaga kabupaten atau kota ini.

Baca juga: Sembilan Kabupaten di Sulteng Nihil Kasus Virus Corona

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post