Wilayah Napu Poso Siap Menjadi Pengembangan Tanaman Holtikultura

waktu baca 2 menit
perkebunan di wilayah napu poso (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Wilayah Napu, Poso, Sulawesi Tengah agar dipersiapkan menjadi Kawasan pengembangan tanaman holtikultura, hal itu berdasarkan permintaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura.

Permintaan Mentan SYL itu disampaikan Staf Khusus Mentan Erik Tamalagi saat rapat terbatas dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura di Kantor Gubernur, Senin 04 Juli 2022.

Rapat yang membahas penyiapan bahan pelaporan SYL Mentan tentang pembangunan pertanian di Sulawesi Tengah sebagai penyangga Ibukota Negara (IKN), dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulawesi Tengah Nelson Haitubun, Kepala BPPT Abdul Wahab.

Juga Ahli Gubernur Bidang Fiskal Rony Tanusaputra, Ahli Gubernur Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura, Peternakan dan SDA, Moh. Hamdin, serta Kepala Sekretariat Ahli Gubernur Andi Aril Pattalau.

Baca: Upacara HUT Bhayangkara ke-76, Sejumlah Polisi Pingsan Saat Upacara

Erik juga menyampaikan dukungan Mentan terhadap pencantuman kawasan Napu, Kabupaten Poso, sebagai wilayah pengembangan tanaman hortikultura. Oleh karena itu, Mentan meminta kerjasama BPPT dan Badan Litbang untuk ditingkatkan lebih lanjut guna meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengatakan Sulawesi Tengah siap menjadi kawasan pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan untuk mendukung swasembada pangan nasional dan sebagai daerah penyangga IKN.

“Profesi petani ke depan akan menjadi primadona karena dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, sehingga provinsi telah melatih petani milenial untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Rusdy meminta perhatian serius terhadap pengembangan potensi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Gubernur mengatakan, ke depan, Bappeda saya minta program-program yang tidak mendukung visi dan misi agar dialihkan kepada program unggulan untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi gubernur.

Terkait amanat Mentan terkait penciptaan varietas baru, Gubernur meminta Badan Litbang dan Dinas Pertanian bekerjasama dalam penelitian untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Ini memungkinkan nantinya untuk kemudian menghasilkan varietas baru yang mencapai hasil yang lebih optimal.

Terakhir, Gubernur Rusdy meminta Kepala Dinas Pertanian dan BPPT menyiapkan data produktivitas pertanian yang diperlukan untuk dipresentasikan dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian di Jakarta. (*/Ikh)

Baca: Pemerintah Siap Distribusikan Minyak Goreng Curah di Indonesia Timur

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.