Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu

waktu baca 2 menit
Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu (Foto: Illustrasi)

Berita kota palu, gemasulawesi– Hunian sementara atau Huntara yang ada di Kota Palu Provinsi Sulteng bakal mendapat pemasangan wifi gratis, untuk mendukung proses pembelajaran daring siswa.

“Pemasangan wifi gratis itu bertujuan untuk mengurangi beban para orang tua siswa dan siswi dalam proses pembelajaran daring pada masa pendemi covid-19,” ungkap Kapolda Sulteng, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Abdul Rakhman Baso saat menerima kunjungan silatuhrahmi Bank Indonesia di Aula Torabelo Mapolda Sulteng, Kamis 17 September 2020.

Pemasangan wifi gratis di setiap Huntara itu, merupakan rencananya untuk dapat diwujudkan kedepannya.

Ia mengatakan, untuk pemasangan wifi gratis itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Bank Indonesia.

“Di perbankan, ada yang namanya dan Corporate Sosial Responsibility (CSR). Nah, itu yang rencana akan digunakan untuk pemasangan wifi gratis,” ujarnya.

Diketahui, CSR itu adalah suatu konsep perusahaan memiliki dan mempunyai berbagai tanjung jawab termasuk kepada semua yang berkepentingan. Seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan dalam segala aspek operasional yang melingkupi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sulteng, M. Majid Ikram mengaku sangat mendukung rencana pemasangan wifi gratis di Huntara Kota Palu.

Hanya saja, yang menjadi kendala, yakni belum tersedianya kabel optiknya di lokasi Huntara.

“Rencana pemasangan wifi gratis itu, dapat menggandeng Telkom untuk bersinergi nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, upaya percepatan pembangunan Huntap bagi korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu Provinsi masih terus berlangsung.

Pengerjaan Huntap Palu yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dibangun di atas lahan seluas 14 hektare lebih itu diproyeksikan sebanyak 230 unit hunian.

Hunian yang dibangun berukuran tipe 36 dengan besaran anggaran Rp 50 juta per unit. Bersumber dari pinjaman Bank Dunia untuk kegiatan penanggulangan bencana alam.

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti jaringan listrik, air bersih dan drainase termasuk infrastruktur jalan untuk aksesibilitas masyarakat.

Saat ini, ada juga program relokasi mandiri dalam artian hunian yang dibangun di atas lahan pribadi warga. Sebagai bagian dari percepatan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu Provinsi Sulteng.

Laporan: ical

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.