WFH? Banyak Bergerak untuk Tingkatkan Imun

waktu baca 2 menit
Foto: Dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network bersama dr Reisa Broto Asmoro, Juru bicara Covid 19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru memberikan pemaparan mengenai awasi penyakit tidak menular untuk tetap produktif dana aman Covid 19 di Jakarta, Senin, 9 November 2020

Berita nasional, gemasulawesi– Para ahli sarankan banyak bergerak saat bekerja dari rumah (Work From Home) atau WFH, hal itu bertujuan untuk meningkatkan imun.

“Duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress,” ujar dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID 19” di Media Center Komite Penanganan COVID 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), beberapa waktu lalu.

Apalagi lanjut dia, jika kemudian mengakibatkan kurang tidur. Tensi bisa naik, lalu bisa jadi timbul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin pola makan menjadi tidak teratur.

Baca juga: Proyeksi Separuh APBD Masih Ditopang APBN

Kebiasaan baru yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi COVID 19, dapat berisiko jika tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat.

Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home).

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga penyumbatan pada pembuluh darah.

Ia mengatakan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol. Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak.

Baca juga: Tangkal Corona, Dinkes Parigi Moutong Ajak Tingkatkan Imun Tubuh

“Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka bisa tingkatkan imun dan itu sangat berguna saat WFH,” terang dr Vito.

Pasalnya, imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung ikut menjadi baik.

Baca juga: Tagana Masuk Sekolah Sasar Sepuluh SD

Baca juga: Tujuh Kasus Baru dan 11 Pasien Sembuh Covid 19 Sulawesi Tengah

Pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini.

“Jadi, kadang-kadang karena kita takut ketularan COVID 19, kita mengabaikan pemeriksaan rutin ke rumah sakit, dan ini memperburuk kondisi kesehatan yang ada. Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan,” jelas dr Reisa Broto Asmoro, Jubir Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam forum yang sama.

Baca juga: Pelatih Timnas Indonesia Nilai Daya Tahan Tubuh Pemain Jadi Kelemahan

Baca juga: RRI Kota Palu Jajaki Kerjasama dengan Tiga Stasiun Radio Parigi Moutong

(KPCPEN / Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.