Website Desa Pertama di Parimo, Kayuboko Perintisnya

0
228
Website Desa Pertama di Parimo, Kayuboko Perintisnya
Kepala Desa Kayuboko, Rahmat (Foto: gemasulawesi.com)

Parimo, gemasulawesi.com Website desa pertama di Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng, Desa Kayuboko bakal merintisnya.

Ditemui gemasulawesi.com diruang kerjanya, beberapa waktu lalu. Kepala desa (Kades) Kayuboko, Rahmat mengatakan, saat ini pembuatan website tersebut sedang dalam pembuatan.

“Tahun ini Pemerintah desa menyiapkan anggaran untuk pembuatan Website desa,” ujarnya.

Pembuatan website tersebut kata dia, bertujuan untuk memperkenalkan Desa Kayuboko kepada masyarakat luas, dengan memberikan informasi terkait potensi desa.

Selain itu lanjut dia, website desa juga diharapkan dapat menjadi media yang dapat menginformasikan kegiatan desa bersumber dari anggran APBN dan APBD

“Bukan hanya warga kami yang dapat akses terkait kegiatan penggunaan DD dan ADD, melainkan seluruh masyarakat, hal ini sesuai dengan anjuran dan Kementerian” terangnya.

Diperkirakan tutur Rahmad, proses pembuatan website tersebut bakal rampung bulan depan.

“Ada beberapa syarat administrasi terkait kontrol yang harus dipenuhi untuk admin dan user, jika sudah benar-benar fix, kami akan melaporkan ke dinas terkait” tuturnya.

Kadis PMD Parimo Belum Punya Info Desa Yang Sudah Punya Website

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis PMD), Fit Dewana yang ditemui media ini disela kesibukannya mengungkapkan hingga saat ini, pihaknya belum mendapat laporan terkait desa yang memiliki situs web.

“Sejauh ini sepengetahuan saya, memang belum ada desa yang memiliki website, kalau yang pake wifi sudah banyak,” ungkapnya.

Padahal diera digital saat ini kata dia, website menjadi jendela baik menghimpun maupun memberikan informasi yang cukup canggih dari berbagai belahan dunia.

Dia menuturkan, penggunaan website sangat bermanfaat bagi desa dalam mempromosikan potensi desa, yang dapat menarik kunjungan wisata di desa tersebut.

“Misalkan desa yang miliki situs web ini, punya potensi alam yang dapat dijadikan tempat wisata, atau hasil kerajinan yang dapat dipasarkan melalui online,” tuturnya.

Selain itu lanjut dia, dengan adanya situs web, peluang untuk mendapatkan bantuan langsung dari pihak pemerintah pusat cukup besar.

Menurutnya, dengan menggunakan website sebagai sarana publikasi transparansi penggunaan DD dan ADD melalui program kegiatan dalam satu tahun anggaran.

“Melalui situs web desa, Kementrian bisa langsung mengakses, sehingga bila dimanfaatkan sebagai sarana transparansi informasi, pasti pemerintah pusat apresiasi,” tutupnya.

Laporan: Daniel         

Tinggalkan Balasan