Wartawan Parigi Moutong Yang Murah Senyum Itu Tutup Usia

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Zulfikar Semasa Hidup. (dok. facebook pribadi Almarhum Zulfikar)

Parigi Moutong, gemasulawesi.com- Tidak banyak yang tahu beban penyakit yang diderita rekan seprofesi kami sebagai wartawan di parigi moutong itu, dia ternyata mengidap kanker stadium 4.

Saya mengenalnya di tahun 2011 akhir saat itu Almarhum memulai karirnya sebagai wartawan di parigi moutong pada salah satu media lokal santigi pos. Kemudian kami sempat berada dalam naungan media yang sama bekerja media cetak harian umum radar parimo.

Wartawan murah senyum itu bernama Zulfikar dia meninggal di usia yang cukup muda 35 tahun, tapi demikianlah ajal tidak memandang tua atau muda.

Dalam kesehariannya Zulfikar tidak banyak bicara, suka bercanda dan orang yang selalu menegur lebih dahulu, senang menjalin silatturahmi dengan berkunjung di kediaman rekan seprofesinya.

Senin, 17 Januari 2022 Almarhum sempat memberi kabar ke group Wa masuk Rumah Sakit karena ada tumor di perut kemudian diketahui sebagai kanker stadium 4. Pada hari Rabu, 19 Januari 2022 saya menerima telpon dari Almarhum meminta bantuan untuk dicarikan golongan darah O karena kondisi HB drop.

Rabu malam itu saya bersama rekan jurnalis Arif budiman menjenguk Almarhum, kondisinya sangat memprihatinkan, tampak muka pucat pasi menahan sakit.

Sangat jelas penderitaan itu di wajahnya, namun tidak ada keluhan terucap di mulutnya.

Sedih, melihat beban sakit yang dideritanya, tidak tahu bisa membantu seperti apa, malam itu kami disibukkan mencari relawan yang bersedia mendonorkan darahnya. Alhamdulillah, dengan bantuan dari relawan PMI dan Kader Nasdem Parigi Moutong kami mendapatkan 3 kantong darah.

Tapi Allah berkehendak lain, ikhtiar telah dilaksanakan kemudian takdir membawa rekan profesi kami kembali ke haribaannya pada Sabtu malam 22 Januari 2022.

Ada hikmah yang saya petik dalam kejadian ini, pekerjaan sebagai wartawan ini adalah pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga serta pikiran. Kadang membuat sejumlah pihak mungkin tidak senang dengan keberadaan kami sebagai pewarta. Tapi satu hal yang patut untuk diketahui jika kami juga sedang berjuang untuk menafkahi keluarga. Jika semasa hidupnya Almarhum Zulfikar melalui tulisannya pernah menyakiti perasaan maka maafkanlah. Almarhum orang baik terlepas dari plus minusnya sebagai manusia biasa. Jika kemudian juga ada sikapnya yang tidak berkenan semasa hidup, maka maafkanlah. Sesungguhnya kita semua akan kembali kepada Allah, maka kondisi terbaik adalah milik dari orang-orang beriman yang memaafkan.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak-anak yang masih kecil, semoga Allah memberikan kemudahan dan ketabahan kepada yang ditinggalkan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk rekan se profesi yang juga saya anggap adik Zulfikar (alm). Maafkan saya, belum maksimal dalam membantu dirimu semasa hidup kawan. (fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.