Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Warga Tangkap Buaya Sepanjang 4,5 Meter di Donggala

Must read

Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Gunakan alat sederhana, warga tangkap buaya sepanjang 4,5 meter di Donggala, Sulawesi Tengah.

“Buaya yang mendiami Sungai Merah di Dusun II, Desa Ogoamas I, Kecamatan Sojol, sudah meresahkan warga,” ungkap Kanit Binmas Polsek Sojol, IPDA Saparuddin, di Donggala, Minggu 23 Mei 2021.

Ia mengatakan, warga tangkap buaya bersama personel Bhabinkamtibmas Polsek Sojol di Donggala.

Warga tangkap buaya sekitar pukul 17.00 WITA, Sabtu 22 Mei 2021.

“Warga berinisiatif menangkapnya dengan umpan ayam satu ekor dan jaring untuk menutup taringnya,” jelasnya.

Baca juga: Penderita Tumor di Lemusa Dapat Bantuan ASN Peduli

Sejak tahun lalu kata dia, sudah dua orang warga sekitar meninggal karena diterkam buaya.

Keberadaan buaya mengkhawatirkan, pasalnya sungai sumber air warga. Anak-anak dusun setempat juga biasa mandi di tempat itu.

“Buaya yang berhasil ditangkap warga memiliki panjang 4,5 meter dengan lebar 80 sentimeter,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, warga tangkap buaya. Namun, ukurannya lebih besar dari buaya sebelumnya.

Kedua buaya saat ini sudah diantar ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Kota Palu menggunakan swadaya masyarakat.

Menurut keterangan warga setempat, sungai itu mulai banyak didiami buaya. Jumlahnya hampir mencapai 100 ekor.

Baca juga: Tim Sabhara Bubarkan Pesta Miras di Simpong, Banggai

Kemunculan Buaya Disebabkan Kehilangan Habitat Asli  

Empat tahun terakhir tercatat ada empat kali peristiwa serangan buaya muara terhadap manusia di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Penyerangan diduga kuat sebagai dampak semakin menyusutnya habitat reptil besar itu untuk bersarang dan mencari makan.

BKSDA Sulawesi Tengah telah mengeluarkan izin penangkaran buaya dan dalam dua bulan terakhir.

Contoh buaya masuk pemukiman manusia karena kehilangan habitat asli, yaitu ketika warga tangkap buaya betina saat terjebak di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Kota Palu.

Kejadian itu terjadi 27 November 2020. Buaya sepanjang 2,9 meter itu diduga hendak mencari tempat bertelur.

Buaya Muara berada di urutan 173 dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Baca juga: Basarnas Lanjutkan Pencarian Warga Tolitoli Diterkam Buaya

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article