2Banner GIF 2021

Warga Sipil Jadi Korban Penganiayaan Oknum POM AL

Warga Sipil Jadi Korban Penganiayaan Oknum POM AL
Foto: Illustrasi aniaya.

Berita nasional, gemasulawesi– Dua warga sipil diduga pelaku pencurian mobil di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan oknum POM AL. Akibatnya, satu orang berinisial FM (40) tewas.

“Ada enam personel TNI AL bertugas di Polisi Militer AL. Jadi kejadian itu memang anggota kita berada di Purwakarta,” ungkap Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo di Jakarta Utara, Jumat 18 Juni 2021.

Keenam oknum anggota POM AL pelaku penganiayaan bertugas di Purwakarta dan sedang melakukan kegiatan olahraga dayung. Mereka, berinisial MFH, WI, YMA, BS, SMDR, dan MDS.

Kejadiannya bermula ketika orang tua pacar MDS mengaku kehilangan mobil dan meminta orang tua pacar MDS, agar pelaku pencurinya segera dicari.

“Calon istri dari anggota kita itu, hubungan sudah dekat, kehilangan mobil. Orang tua itu sampaikan ke anggota kita, sehingga anggota kita itu berinisiatif untuk mencari pelakunya,” tuturnya.

Baca juga: Badan POM Kawal Keamanan Khasiat dan Mutu Vaksin Covid 19

Ketika dilakukan pencarian, para oknum anggota berhasil menangkap dua pelaku pencurian.

Kemudian, keenam oknum anggota POM AL, membawa para pelaku ke Wisma Atlet Purwakarta. Kemungkinan pada saat itu, pelaku sempat diinterogasi.

“Kepada anggota kami kedua oknum itu mengakui. Dia menggelapkan mobil, bahkan sudah sempat dijual,” terangnya.

Oknum anggota mengaku emosi dan meluapkan rasa kesalnya ke para pelaku. Namun, mereka justru membuat salah satu pelaku berinisial FM meninggal dunia.

“Itulah awalnya kejadiannya, mungkin di luar kendali juga anggota kita. Mungkin lepas emosi untuk menekan, mungkin saat kejadian itu terjadi tindakan diluar batas. Sehingga, salah satunya meninggal dunia,” ucapnya.

Setelah itu, keenam oknum anggota POM AL panik dan tidak langsung melaporkan kejadian itu. Baru setelah beberapa hari berlalu kejadian itu dilaporkan. Atas Tindakan mereka, pihaknya telah bertindak tegas dengan mencari, mengamankan jenazah korban, untuk divisum di rumah sakit RSCM.

“Kemarin sudah selesai semua proses visum sudah selesai,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan keenam anggota POM TNI AL pun dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan Pasal 354 tentang penganiayaan berat. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

“Dari hasil pemeriksaan para tersangka terbukti melanggar Pasal 351 KUHP dan Pasal 354, penganiayaan berat yang dilakukan bersama-sama mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” tutupnya. (***)

Baca juga: Lakukan Pengrusakan, Satu Nelayan Toili Diamankan Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post