Warga Nekat Tangkap Buaya Raksasa di Buton Pakai Tali Nilon

waktu baca 2 menit
Buaya Raksasa

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Warga Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, nekat tangkap buaya raksasa berat sekitar 1 ton dengan panjang 4,3 meter.

Prihanto Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I baubau BKSDA Sultra mengatakan pihaknya telah menerima laporan bahwa warga telah menangkap buaya ketika mereka menemukannya di tepi sungai tidak jauh dari pemukiman penduduk.

“Dikhawatirkan buaya tersebut kemudian membahayakan warga sekitar, sehingga mereka berinisiatif untuk nekat tangkap buaya tersebut menggunakan alat seadanya yang terbuat dari tali nilon. Setelah ditangkap dan diikat dengan tali darurat, kami dihubungi untuk dievakuasi,” ucapnya saat dihubungi dari Kendari, Sabtu 25 Juni 2022.

Tim penyelamat beranggotakan enam orang dari BKSDA Wilayah I Baubau Sulawesi Tenggara kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Buaya itu diyakini berasal dari sungai di desa setempat karena ditemukan tepat di tepi sungai.

Baca: Viral Siswi SMK Diperkosa, ASN Pengadilan Agama Ampana Dipolisikan

Ia mengatakan, buaya itu keluar dari sungai karena hujan beberapa hari terakhir akibatnya sungai meluap di daerah itu. Jadi kemungkinan buaya itu keluar dari sungai karena ditemukan di bantaran sungai.

Setelah rombongannya tiba di lokasi, buaya tersebut dievakuasi dengan bantuan Koramil, Polsek, Pemda dan masyarakat sekitar. Buaya tersebut berhasil dievakuasi selama dua jam dari pukul 13.00 hingga 15.00 WITA karena berukuran cukup besar. Ia mengatakan, buaya tersebut kemudian dibawa ke Baubau kemudian ke BKSDA dari Sulawesi Tenggara ke Kota Kendari untuk dilepaskan kembali ke alam liar.

“Dimana pelepasannya, nanti kita koordinasikan dengan teman-teman BKSDA di Kendari, kalau mau dibawa ke penangkaran atau dilepasliarkan ke habitat aslinya yang aman dan jauh dari pemukiman masyarakat, maka Balai yang akan menentukan itu.” ucapnya.

BKSDA mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas pada musim hujan, terutama di tempat-tempat yang menjadi habitat utama buaya pada malam hari.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas pada saat musim hujan, khususnya di tempat-tempat yang menjadi habitat buaya, untuk mengurangi aktivitas seperti memancing dan mandi di sungai-sungai yang menjadi habitat buaya, terutama pada malam hari. (*Ikh)

Baca: Ratusan Warga Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan Pernikahan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.