Warga Miskin Bertambah 782 Jiwa di Parimo Dalam Setahun

Tingginya angka kemiskinan di Parimo, apakah akibat banyak program pembangunan yang tidak tepat sasaran?

1
245
Warga Miskin Bertambah 782 Jiwa di Parimo Dalam Setahun BPS
Kantor BPS Parimo tampak dari depan (ft- Rafii)

Parimo Miliki Warga Miskin Terbanyak di Sulteng

Warga miskin meningkat dengan margin sebesar 782 jiwa warga miskin hanya dalam waktu setahun di Kabupaten Parimo.

Parimo, gemasulawesi.com– Akibatnya, jumlah warga miskin terbanyak ada di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Parimo tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial BPS Parimo Elvhira Rosiana Tirayo kepada gemasulawesi.com diruang kerjanya, 13 Maret 2019. Ia mengatakan, jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2017.

“Total warga miskin Kabupaten Parimo dalam bilangan skala 17,41 persen pada tahun 2018,” ungkapnya.

Kata dia, berdasarkan data statistik Kabupaten Parimo berada pada peringkat pertama jumlah warga miskin terbanyak dengan jumlah 83663 jiwa dari jumlah warga miskin sebanyak 420211 jiwa di Provinsi Sulteng.

“Kami memiliki metode tersendiri yang dijalankan dalam melaksanakan survei yang dinamakan Susenas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Survei sosial ekonomi nasional (Susenas) berbasis rumah tangga dengan mengumpulkan informasi mengenai karakteristik sosial ekonomi seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.

Secara nasional lanjut dia, Susenas menyampel 300 ribu rumah tangga yang tersebar di 514 Kabupaten atau Kota. Sampelnya mencakup rumah tangga biasa, tidak termasuk rumah tangga khusus seperti barak militer, asrama, penjara, dan sejenisnya.

Pada medio Maret 2018 tambah dia, Susenas menghasilkan data estimasi cukup representatif dengan menyampel sebanyak 640 rumah tangga yang tersebar di 23 kecamatan se-Kabupaten Parimo.

“Guna keperluan data BPS tahun 2019, kami akan mulai melaksanakan survei serupa pada bulan Maret tahun ini,” tutupnya.

Baca juga: Disketan dan BPS Buta Data Produksi Kedelai Parimo

Laporan: Muhammad Rafii

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan