2Banner GIF 2021

Warga Lansia dan Disabilitas Terima Kucuran dana Bansos

Warga Lansia dan Disabilitas Terima Kucuran dana Bansos
Ket Foto: Penerima Bansos di Parigi Moutong/opi

Parigi moutong, gemasulawesi –Warga Lanjut usia (Lansia) dan Disabilitas di Parigi moutong (Parimo) akan terima kucuran dana Bantuan sosial (Bansos) kurang lebih senilai Rp 400 juta.

“Ratusan dana Bansos  ini telah dan sedang dalam proses realisasi, untuk Parigi Moutong yang disalurkan baik melalui lembaga atau yayasan sosial hingga Dinas Sosial setempat,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Parigi Moutong, Djakaria saat ditemui di Parigi, Rabu 17 November 2021.

Baca juga: Maret 2021, Jadwal Lansia Suntik Vaksin Covid di Kota Palu

Dia mengungkapkan, Bansos bagi warga Lansia dan Disabilitas yang diusulkan oleh Yayasan Kyai Sholeh Damar, sebanyak 108 orang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Parigi dan kecamatan terdekat dengan ibu kota kabupaten.

Hanya saja, baru 50 orang yang terealisasi karena sisanya terkendala dalam proses pembukaan rekening di bank mitra penyaluran Bansos.

Baca juga: Jokowi Instruksikan Daerah Percepat Capaian Target Vaksinas

“Namun, sisanya ini sekitar 53 dipastikan akan tetap direalisasikan menunggu usai perbaikan administrasi Kependudukan seperti KTP, dan KK,” jelasnya.

Setiap Lansia kata dia, menerima masing-masing Rp2,4 juta, dengan total anggaran sebesar Rp200 juta lebih. Anggaran itu berasal dari atensi Loka Minaula Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sehingga, proses pencairan hingga penggunaannya dana Bansos Lansia didampingi langsung masing-masing pendamping dari yayasan penerima atensi.

Baca juga: 2022, Bantuan 1 Miliar Rupiah untuk Petani Parigi Moutong

Menurut dia, kucuran dana melalui yayasan sosial  di Parigi Moutong sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan Lansia, apalagi ditengah kondisi Pandemi saat ini.

“Jadi kami Dinas Sosial, hanya memberikan rekomendasi kepada Yayasan Kyai Sholeh Damar, dan teknisnya juga ditangani langsung oleh mereka,” kata dia.

Sementara itu kata dia, tahun ini juga Bansos warga Lansia dan distabilitas menerima alat bantu dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk 28 orang. Bantuan itu diberikan melalui Dinas Sosial setempat, yang sebagian besar telah direalisasi oleh Balai Nipotowe Kota Palu.

Baca juga: Yayasan BUMN Beri Bantuan Alat Kesehatan ke Sulawesi Tengah

Sebanyak 28 orang itu kata dia, berdasarkan verifikasi dan validasi data usulan, memang layak menerima bantuan tersebut, sebab tidak dapat melakukan aktifitas tanpa adanya alat itu.

Alat bantu itu diantaranya, kursi roda khusus Lansia dan penyandang distabilitas, tongkat dan alat pendengar.

“Untuk alat pendengar ini ada dua unit, seluruhnya untuk anak-anak di Kelurahan Bantaya dan Desa Pelawa,” kata dia.

Berdasarkan informasi, tahun ini juga akan direalisasikan Bansos Lansia melalui APBD Provinsi dengan total anggaran sebesar Rp900 juta melalui Yayasan Kyai Sholeh Damar.

Yayasan itu, sebelumnya bergerak melakukan pelayanan pendampingan bagi anak, namun pada tahun 2018 ditingkatkan statusnya untuk melakukan pendampingan kepada Lansia.

“Data awal Lansia di yayasan itu melalui kami, dan diolah mereka. Setiap tahun terus bertambah, namun kami masih melakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu,” kata dia. (***)

Baca juga: Percepatan Vaksinasi, Pemerintah Siapkan JBI Disabilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post